PERGI UNTUK PULANG

PERGI UNTUK PULANG
TURUN KE SABANA 1


__ADS_3

"Kamu hati hati, jalannya licin", ucap Fendy sambil menggandeng tanganku.


"Iya, aku jalan duluan. Nanti kalo aku kepleset kamu langsung bisa tolongin aku", kataku.


"Iya siap aku stay kok", ujar Vian.


Kemudian sampai di setengah perjalanan, aku terpeleset jauh dan menabrak pendaki lain. Seketika Fendy panik dan ikut merosot kebawah untuk menolongku. Tapi teman temanku pun malah menertawakanku.


"Stell, kamu gapapa?", tanya Fendy dengan wajah panik.


"Engga papa kok, cuma debu nya aja yang bikin aku kelilipan", jawabku sambil mengusap air mata karena kelilipan.


"Sini aku bantuin berdiri", ujar Fendy sambil mengulurkan tangannya.


"Iya makasih", ujarku sambil merangkul pundak Fendy yang menolongku berdiri.


"So sweet aaa...", kata Beben.


"Lu iri ya? Udah cocok banget kalo dicomblangin sama Paulyn", kata kak Devi.


"Iya tuh, emang kaya nya kalian jodoh deh haha", kak Echa pun menyahut.


"Ihh Paulyn nya yang mau gua yang ogahh", kata Beben.


"Emang yang mau sama situ siapa? Kepedean banget sih", jawab Paulyn dengan melirik ke Beben.

__ADS_1


"Udah udah kita break dulu disini, kasian Stella. Farid, kamu ambil air mineral di tas kasih ke Stella ya", ujar Vian.


"Oke bentar bentar", kata Farid.


"Nih Stell, kamu minum dulu", ujar Farid sambil memberikan sebotol Aqua untukku.


"Sini aku bukain dulu", ucap Fendy yang sembari membukakan tutup botol Aqua.


Aku pun minum dan seketika lebih fresh. Setelah sejenak beristirahat aku mengajak rombongan untuk melanjutkan turun ke sabana 1. Waktu tak terasa kami berjalan akhirnya sampai di sabana 1 dengan rintangan rintangan yang sudah kami lalui. Waktu itu menunjukkan pukul 9.40. Aku pun langsung masuk tenda dan langsung merebahkan tubuhku. Rasanya lelah sekali, tetapi aku sangat senang karena berhasil melewati rintangan yang sebelumnya belum pernah aku coba. Lalu Paulyn mengajakku untuk memasak.


"Stell, bangun dong. Kita masak yuk, aku bawa mie instan, sosis, nugget, beras juga ada. Ayo dong", ajak Paulyn.


"Iya iya bentar, aku mau rapi rapi dulu. Kamu keluar bentar deh nanti aku nyusul", jawabku sambil berberes dan mengelap muka dengan tisu basah.


"Udah gausah, kita anak cewek udah bawa mie banyak nanti kita makan bareng semua", ujar Paulyn.


"Serius nih? Woii guys kita gausah masak. Ini anak cewek mau masak buat kita semua makan nanti", ujar Beben.


"Asik dongg gausah repot repot", kata Farid.


"Ya tapi kalian bantuin kita", kata Paulyn.


"Oh siap dong, aku ambil kompor gas dulu", ujar Farid dan Beben.


Kami pun masak bersama, kebetulan persediaan logistik masih cukup banyak.

__ADS_1


"Stella mana?", tanya Fendy.


"Stelll, ini dicariin doi lu", ujar Paulyn.


"Bentar bentarr", jawabku.


Tak lama kemudian aku keluar dan membantu mereka memasak. Rasanya seru sekali, baru kali ini aku merasakan masak bersama di gunung dengan alat seadanya.


"Fen, tolong bantuin nyalain kompor ya. Aku takut kalo meledak", ucapku ke Fendy.


"Iya, siap. Gampang kok", kata Fendy.


Setelah agak lama memasak akhirnya pun selesai juga. Kami maka beralaskan tanah dan makanan dihidangkan diatas daun pisang. Tertata nasi, mie instan, dan nugget. Kami pun makan bersama dan sangat lahap sekali. Memang sebenarnya bahagia itu sederhana ya guys. Gilang pun mengabadikan momen itu dengan memfoto kami saat makan. Rasanya senang sekali saat itu, benar benar momen yang sampai saat ini tak terlupakan.


MAAFIN YA GUYS, AUTHOR BARU UP LAGI.


KARENA JUGA AUTHOR LAGI SIBUK BANGET AKHIR AKHIR INI.


AUTHOR JUGA BUAT CERITA BARU


"PACAR SOMBONGKU".


JANGAN LUPA BACA, LIKE, KOMEN, dan TEKAN TOMBOL FAVORIT YA✨


Salam hangat author ❤️

__ADS_1


__ADS_2