PERGI UNTUK PULANG

PERGI UNTUK PULANG
Hari H


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian kami menunggu, tiba lah hari yang kami rencanakan akan mendaki. Pagi pagi aku dan kakakku mempersiapkan keperluan untuk mendaki nanti, seperti tas carrier, sepatu, jaket, baju ganti, kaos tangan, syal, obat obatan P3K, dan makanan ringan termasuk mie instan yang menjadi keperluan logistik. Setelah semua nya selesai, matahari sudah diatas kepala. Aku beranjak menghampiri kakakku yang juga sedang berberes untuk keperluan mendaki nanti.


"Kak, kita ijin dulu ke papa mama yuk", ajakku.


"Yaudah ayo", sembari kakakku berjalan ke arah ruang keluarga yang papa mama ku sedang bersantai menonton tv dan minum teh.


"Pa Ma, aku sama Stella mau minta ijin mama papa. Aku nanti sore mau nanjak ke gunung Merbabu sama Stella. Tapi ga cuma berdua kok. Kita rame rame, ada Vian juga. Temen temen Vian juga banyak. Boleh ya Pa, Ma. Plisss", ucap kakakku sambil memelas.


"Ya papa sih ikut mama kamu aja. Kalo mama boleh papa juga. Toh kalian disana juga sama Vian. Jadi papa percaya kan kalian sama Vian yang bisa jagain. Gimana Ma? Boleh?", tanya papaku.


"Mama ijinin kalian mendaki kalo kalian saling menjaga satu sama lain", ujar mamaku.


"Siap dong Ma, kita udah janji kok", jawabku dan kakakku dengan senang sambil memeluk papa dan mamaku.


Waktu pun semakin sore, aku beranjak mandi dan siap siap. Setelah satu jam kemudian aku pun sudah selesai berberes. Dan ada segerombol motor belok ke arah rumahku. Ternyata itu rombongan Vian sudah datang. Aku pun membukakan pintu.

__ADS_1


"Widihh, udah nyampe? Sini sini masuk", ajakku.


"Lu cantik banget Stell. Kakak lu mana?", tanya Vian.


"Itu lagi dandan mungkin biar cakep wkwk", jawabku dengan menggoda.


"Woii apa apaan sih ngomongin gua ya?",


Kakakku pun keluar dari kamar dan langsung menghampiriku dan teman teman.


"Ih kepedean banget sih lu. Ini aku udah nyampe, jadi mau berangkat jam berapa? Udah ijin kan sama om Fadli sama Tante Nila?" tanya Vian.


"Emm peralatan udah siap semua jadi kalian santai aja. Kita tinggal berangkat", ujar Fendy.


"Oke yaudah sekarang aja. Eh ini gua bonceng sama siapa?", tanyaku kepada mereka.

__ADS_1


"Kalo elo mau sama gua aja", sahut Fendy.


"Oh oke same elu ya", jawabku.


"Ehem ehemm", ujar teman Vian menanggapi beliau bernama Paulyn. Memang dia katanya tipe orang yang suka ngerecokin tapi sebenernya asik.


"Apaan sih lu, sewot aja sih", timpal Vian.


"Yaelahh gua tu ini tenggorokan kering banget jadi ehem ehemm deh gua. Sotoy lu, jangan suudzon gitu ihh", balas Paulyn.


"Udah udah kita berangkat sekarang yuk bawa barang barang nya", ujarku.


"Oke ayoo, ntar gua sama Lo ya Vian. Biar Paulyn sama Farid. Terus kak Devi sama Gilang", ujar kak Echa.


"OKE SIAP", seru kita serempak.

__ADS_1


Akhirnya kita pun memutuskan berangkat saat itu juga. Aku, kakakku dan teman teman pun berpamitan dengan papa mamaku. Setelah itu kami pun berangkat, aku dibonceng dengan teman Vian bernama Fendy. Dan kakaku berbonceng dengan Vian.


Dalam perjalanan, aku merasa bahagia sekali. Menikmati sejuk nya udara di lereng gunung, dan melihat indahnya sawah sawah dipinggir jalan. Setelah satu jam perjalanan kami pun sampai di basecamp. Kami memilih melewati basecamp Via Selo. Yang terletak di Selo Boyolali. Kami sampai di basecamp pukul 18.05. Vian pun memutuskan untuk mulai naik pada pukul 19.15 (habis isya'). Karena memang sengaja ingin sholat di basecamp.


__ADS_2