PERGI UNTUK PULANG

PERGI UNTUK PULANG
PUNCAK MERBABU


__ADS_3

Setelah berjalan begitu lama dan muka yang semakin kusam, jiwa raga yang letih akhirnya pun sampai di puncak gunung Merbabu. Aku sangat senang sekali, rasanya aku ingin teriak karena aku berhasil naik sampai puncak. Aku tak menyangka aku bisa kuat sampai puncak, aku sangat bahagia sekali.


"MAMIHHH JEJE ADA DIATAS AWAN MIHH", teriak Jeje yang sangat keras itu membuat kami dan orang orang disekitar melihat tingkah Jeje yang memalukan.


"Ihh apaan sih berisik tau ngga sih, ga malu apa dilihatin orang orang gitu?", ujar Haykal.


"Biarin dong, gua lagi bahagia nih. Ga nyangka banget", ucap Jeje sambil tertawa sendiri seperti orang gila.


"Lebay lu", cetus Gilang karena ilfeel melihat tingkah temannya itu.


"Maklumin aja lah dia ga pernah ke gunung, dia kan sebelumnya cuma tau Mall sama bioskop aja haha", ejek Vian.


"Elu itu ya kalo ngomong emang suka jujur", tanggapan Jeje yang membuat orang sekelilingnya tertawa.


Kemudian aku berfoto foto dan Kak Echa, Vian, Paulyn, dan kak Devi. Juga berfoto dengan yang lain. Setelah puas berfoto aku pun menikmati indahnya pemandangan dari atas gunung. Aku pun duduk termenung karena masih kedinginan. Kemudian Fendy tiba tiba ikut duduk disampingku.


"Indah banget ya", kata Fendy sambil menatap pemandangan di gunung.


"Iya nih, lebih indah dari apa yang aku bayangkan sebelumnya", kataku.

__ADS_1


"Gimana nih? Ketagihan nanjak lagi nggak?" tanya Fendy sambil menatapku dan sedikit tertawa.


"Iya dong, aku jadi pengen nanjak. Enak banget sumpah, selain pemandangan yang indah juga ngajarin kita arti penting kebersamaan dan kesederhanaan", ujarku.


"Aku siap nemenin kamu mendaki kemana aja, haha. Aku mendaki baru 3x ini", kata Fendy.


"Huhuu siap atuh nanti aku ajak kamu. Kemana aja?", tanyaku.


"Andong, Ungaran, sama ini Merbabu", jawab Fendy.


"Aku pengen ke gunung Andong", jawabku sambil mata berkaca kaca karena ingin sekali mendaki ke gunung Andong.


"Iya nanti kapan kapan kita nanjak kesana", ujar Fendy sambil menatapku.


"Santai aja Stell, aku selalu ada buat kamu", ujar Fendy.


"Aduh ni anak pacaran mulu ya. Si Fendy cari kesempatan mulu sama Stella, jangan mau deket deket sama Fendy. Dia tu jarang mandi", ujar Jeje sambil melirik aku dan Fendy.


"Ih apaan sih lu, yang ada elu sendiri yang ga pernah mandi. Lu percaya sama omongan Jeje Stell?", tanya Fendy kepadaku.

__ADS_1


"Haha apaan sih kalian udah lah, kita gabung yang lain yuk", ajakku sambil berdiri.


"Sumpah lo ganggu waktu gua sama Stella aja, huhh", ujar Fendy sambil menatap Jeje sembari berdiri.


"Yeee biasa aja kali, eh eh gua jangan ditinggalin dong", kata Jeje sambil berlari mengikuti aku dan Fendy.


"Temen temen, kita kan udah puas nih foto foto, udah nikmatin keindahan puncak juga. Gimana kalo kita turun sekarang? Ini udah jam 08.30. Target sampai sabana 1 lagi jam 09.30 ya. Karena biasanya kalo turun itu cepet, tapi kalian harus hati hati biasanya licin ya. Yang cewek cewek terutama Stella, kalian dijagain salah satu cowo dari kita. Digandeng aja, biar kalo kepleset bisa langsung nolongin", instruksi Vian.


"Yaudah, aku sama Fendy aja kaya tadi", ujarku.


"Ehem ehemm...", kata Paulyn sambil melihatku dan Fendy.


"Yaudah, gua sama lu ya Vian. Nanti biar Kak Devi sama Farid, Paulyn lu sama siapa?", Ujar kakakku.


"Ohh gua sama Gilang aja", kata Paulyn.


"Yaudah udah dapet gandengan semua ayo kita turun, yang ga dapet gandengan cewek jangan iri. Ini pilihan mereka ya, tapi tetep harus saling membantu", kata Vian sambil berjalan turun.


MAAF YA AUTHOR BARU BISA LANJUTIN CERITANYA SEKARANG. KARENA KEMARIN AUTHOR SIBUK BANGET GA SEMPAT LANJUTIN. KARENA MEMBUAT CERITA ITU JUGA BUTUH MOOD YANG BAIK DAN KONSENTRASI.

__ADS_1


INI AUTHOR JUGA LAGI BERUSAHA NYARI VISUAL YANG COCOK.


JANGAN BOSEN BACANYA YA❤️


__ADS_2