
Waktu menunjukkan pukul 19.00, aku dan mereka berkumpul untuk mengecek kembali barang barang. Setelah semuanya lengkap, kami berdoa agar perjalanan mendaki bisa lancar dan selamat sampai besok saat turun dan sampai rumah kembali. Vian pun memimpin doa sejenak. Dan saat ini juga, aku dan teman teman akan memulai perjalanan.
"Teman teman, semuanya sudah lengkap mari kita awali perjalanan mendaki kita dengan membaca basmallah", ujar Vian.
"Bismillahirrahmanirrahim", ucap kita semua.
Kami pun mulai berjalan menyusuri pedesaan dan mulai sampai di hutan. Jalan nya begitu terjal dan menanjak. Seketika aku capek sekali dan meminta break. Vian pun memberiku Aqua untuk melepas lelah dan haus. Setelah sejenak istirahat kami melanjutkan perjalanan. Dalam pendakian ini kami beranggotakan 12 orang. Saat itu tiba tiba aku terasa ingin buang air kecil, dan aku mengajak kakakku untuk menemaniku buang air kecil. Aku mencari tempat disamping pohon yang lokasinya tidak jauh dari teman teman yang sedang menungguku. Kebetulan aku juga membawa tisu basah dan senter.
"Jangan lupa bilang permisi sebelum kamu buang air kecil dan terima kasih setelah kamu selesai. Ingat, kita harus sopan", nasihat kakakku.
"Iya kak, aku paham kok", jawabku.
__ADS_1
Kemudian setelah aku selesai buang air kecil, tiba tiba ada yang nabok pundakku dari belakang. Seketika aku kaget dan menjerit.
"Aaaaaaaaaa.....", jeritku dengan nada keras.
"Stella, kamu kenapa?", tanya kakakku dengan wajah raut panik.
Ternyata Vian dan rombongan pun juga mendengar suaraku. Mereka pun juga menghampiriku.
"Tadi, pas aku udah selesai buang air kecil ada yang nabok pundak aku. Aku seketika kaget banget. Coba aku toleh kebelakang tapi ngga ada siapa siapa", jawabku dengan nafas terangah karena ketakutan.
Seketika pun semuanya diam terpaku dan seperti sedang berpikir. Aku pun heran dan hanya melihat mereka. Lalu aku bertanya kepada mereka.
__ADS_1
" Kok kalian diem? Kalian kenapa? Jangan bikin aku parno deh sumpah aku takut nih", tanyaku dengan nada ketakutan.
"Engga papa kok dek, yaudah kita balik ke tempat break aja", ajak kakakku.
"Yaudah ayo, ayo kamu duluan Stell", ujar Vian.
Kami pun kembali ke tempat break, setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan. Sebelum melanjutkan perjalanan, Vian memberikan instruksi.
"Temen temen, kita kan mau lanjut perjalanan. Aku minta kalian ngga ada yang mencar, jadi kita harus tetap bareng sampe besok ke puncak. Dan kalo ada yang capek bilang jangan dipaksakan, terus kalo ada yang kebelet pup/buang air kecil bilang juga ya. Kita di gunung, saatnya tingkat solidaritas kita di uji. Kalian paham?", kata Vian.
"Oke siap", jawab kami serempak.
__ADS_1
Tak terasa setelah sekian lama kami berjalan akhirnya pun sampai di pos 1. Vian memutuskan untuk mengajak kami istirahat disini. Waktu menunjukkan pukul 22.30. Kami pun beristirahat sambil makan makanan ringan yang dibawa untuk bekal. Lalu, kami melanjutkan perjalanan pada pukul 23.00. Kami pun berencana mendirikan tenda di sabana 1. Karena memang sudah malam dan Vian sebagai senior merasa kasihan kepadaku yang masih pemula karena kecapekan. Namun tak hanya aku saja yang merasa kecapekan, kak Echa, Paulyn, dan kak Devi juga sebenarnya sudah sangat lelah. Mungkin memang karena tenaga kami sudah habis.