PERGI UNTUK PULANG

PERGI UNTUK PULANG
Perjalanan menuju puncak


__ADS_3

Waktu pun berjalan begitu cepat, kak Echa pun membangunkan ku. Ternyata sudah pukul 04.45. Aku langsung bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Setelah 15 menit aku berberes aku dan teman teman keluar dari tenda. Fendy, Vian, dan yang lain pun ternyata juga sudah keluar dari tenda, mereka menunggu kami. Tiba tiba Fendy pun menyapaku.


"Pagi Stell, kapan lagi kamu nikmatin sunrise dan dinginnya angin gunung", sapa Fendy.


"Haha pagi juga Fen, iya nih. Tapi seru", jawabku dengan tersenyum.


"Aduh duh masih pagi langit masih gelap aja udah ada yang pdkt lagi", goda Paulyn.


"Lu iri ya? Pengen kaya mereka?", canda Kak Devi.


"Ihh enggak, aku kan ga bucin wekk", ujar Paulyn sambil melet ke kak Devi.

__ADS_1


"Udah jangan becanda terus, ayo kita lanjutin perjalanan kepuncak. Inget pesan aku tadi malem, jangan ada yang mencar. Kita satu tujuan puncak Kenteng songo. Target sampai puncak jam 07.30. Kalo ada yang capek bilang jangan dipaksain, kita bisa break dulu. Beben, Farid, Jeje, kalian bawa carrier ambil makanan ringan, tisu kering, tisu basah, senter, sama Aqua 5 botol. Gilang kamu bawa DSLR buat dokumentasi kita nanti biar ada kenangan nya", instruksi Vian.


"Oke siap udah aku bawa kok", jawab Gilang.


"Yaudah ayo kita jalan sekarang, Stella kamu sama Fendy aja. Kamu masih pemula jadi kamu butuh bantuan karena nanti jalannya banyak yang nanjak. Kamu digandeng sama Fendy ya, jangan ditinggalin Fen. Awas Lo", kata Vian sambil menatap Fendy.


"Iya siap, sini Stell", kata Fendy.


Aku dan teman teman pun melanjutkan perjalanan menuju puncak. Karena aku pemula dan mudah lemah aku digandeng oleh Fendy. Fendy selalu perhatian denganku. Kak Echa pun digandeng dengan Jeje, karena kakakku juga pemula walaupun beliau sebelumnya pernah mendaki. Tak disangka kami berjalan akhirnya pun sampai di tanjakan tanjakan mesra. Aku pun dibantu oleh Fendy.


"Sini aku bantuin, kamu hati hati ya", ujar Fendy sambil mengulurkan tangannya kepadaku.

__ADS_1


"Iya makasih", jawabku.


"Aduh duh kalian ini selalu aja buat aku iri. Ya mentang mentang disini banyak yang jomblo juga ya kalian seenaknya pacaran didepan kita huh", ujar Paulyn. Memang beliau begitu sifatnya yang suka ngebully, ngejudge, tapi dibalik itu dia juga mempunyai sifat humoris yang membuat kita bisa tertawa lepas.


"Apaan sih lu, iri aja sama mereka berdua. Apaan tuh katanya SELEBGRAM tapi ga punya pacar haha", Gilang pun ikut menyahut.


"Dihh elo gatau aja banyak yang ngefans gue, banyak yang ngantri juga. Ya elu tau lah kalo gua tu seleranya yang gimana, jadi gua pilih pilihnya. Emangnya elu wleee", jawab Paulyn tak mau kalah dengan Gilang.


"Udah udah kalian apaan sih, udah dong. Jangan kek gitu terus, ayo lanjutin", Vian pun menengahi perdebatan mereka berdua.


Aku pun sangat lelah dan kaki ku pegal. Aku pun meminta break, yang lain pun juga ikut berhenti dan break sebentar. Aku minta air mineral kepada Farid. Setelah 15menit break kami melanjutkan perjalanan. Aku sangat bahagia sekali bisa menikmati indahnya sunrise dari gunung, aku pun berfoto foto dengan teman teman. Fendy pun juga minta foto berdua denganku. Setelah kami puas berfoto foto akhirnya melanjutkan perjalanan kembali. Waktu semakin berjalan, akhirnya matahari mulai naik tetapi aku mencoba membiasakan karena indahnya gunung ternyata lebih indah dari yang aku bayangkan.

__ADS_1


__ADS_2