Perjalanan Cinta Dinda

Perjalanan Cinta Dinda
Part 1


__ADS_3

Pergi yang cerah , langit biru dan matahari yang bersinar terang menyelinap masuk ke dalam kamar,


Membangun kan Dinda Kirana Larasati dari tidurnya.


"Ternyata sudah pagi" ucap Dinda yang kini telah bangun dan berdiri di depan jendela dengan menyibakkan gorden kamar itu.


"Selamat pagi dunia , semoga hariku cerah bersamamu" ucap Dinda.


Ucapan itu selalu Dinda ucapkan Setelah kejadian beberapa tahun silam.


Dinda selalu melakukan aktivitas nya sendiri termasuk mengurus Deon.


" Deon, bangun yuk sudah pagi", ucap Dinda yang hendak membangunkan Deon.


Deon Devandra adalah anak dari Dinda Kirana Larasati, Deon sekarang berumur 5 tahun, namun memiliki sifat yang sangat dewasa. Deon selalu diajarkan hal-hal yang menyangkut bisnis. Deon juga bisa menguasai beberapa bahasa daerah.


...****************...


Dinda dan Deon pergi ke kantornya, setiap hari Deon memang selaku mengikuti Dinda kemanapun Dinda pergi.


" mah hari ini ada meeting dengan perusahaan ... Deon boleh ikut bersama mama ya" ucap Deon.


"iya boleh, kamu harus menemani mama oke" , ujar Dinda.


Deon hanya menjawab dengan anggukan, walaupun Deon anak kecil tapi dia mengerti arti bisnis bahkan Deon sering mengikuti Dinda meeting di luar.


tok ... tok ... tok ...


tidak lama kemudian suara pintu di ketuk dari luar.


"masuk" ucap Dinda.


"permisi mba, ruang meeting sudah siap dan para tamu pun sudah datang" ucap lacy.


lacy adalah asisten pribadi Dinda selama Dinda merintis usaha.


Dinda dan Deon pun bergegas menuju ruang meeting yang telah di siapkan.


betapa terkejutnya Dinda melihat siapa orang ynag hendak meeting bersamanya**.


' apakah aku tidak salah lihat ' batin Dinda.


' apakah aku tidak salah melihat , ini beneran Dinda. Dinda Kirana Larasati orang yang dulu ' batin seseorang.


Dinda terpaku melihat siapa orang yang akan meeting dengannya sekarang ini, lebih khawatir lagi karena Dinda membawa Deon di meeting kali ini.


"silahkan duduk semuanya, maaf kami telat ,, perkenalkan ini anak saya Deon", ucap Dinda.


"Deon" ucap Deon ramah namun memasang wajah yang sangat serius.


"nama yang bagus salam kenal Deon".ucap seseorang itu.


"kita langsung saja to the points untuk membicarakan bisnis yang akan kita jalani kedepannya" ucap Deon.

__ADS_1


mereka semua berbincang tentang bisnis, selama meeting tersebut Dinda tidak fokus, Dinda lebih sering diam melamun.


......................


malam harinya Dinda dan Deon berencana untuk makan malam di luar, Dinda dengan Deon memang setiap jam setiap hari, selalu bersama kemanapun.


"mah kita mau makan dimana, tumben mama mengajak aku untuk makan malam di luar", ucap Deon.


"memangnya tidak boleh mama ajak kamu makan malam di luar", ujar Dinda.


"boleh dong mah, justru Deon seneng bisa makan malam sama mama, dimana pun jika bareng mama Deon senang" ucap Deon.


"andai kamu tahu nak siapa yang tadi siang meeting bareng kita, mama tidak bisa membayangkan respon kamu kedepannya, walaupun di tidak menginginkan kamu tapi kamu akan tetap menjadi anak mama sampai kapanpun," batin Dinda.


Dinda hanya menjawab dengan anggukan apa yang di ucapkan Deon. mereka telah sampai di resto favorit mereka, resto yang selalu menemani Dinda saat terpuruk.


"mah kita ke sini?", tanya Deon.


"iya dek kamu tidak suka, jika tidak suka kita bisa pindah"ujar Dinda.


"tidak apa-apa mah, tidak usah pindah aku suka disini," ujar Deon.


'aku tahu pasti mama banyak pikiran dan memilih kesinih untuk sekedar memandang langit malam' batin Deon.


Dinda hanya membalas dengan senyuman dan mengajak Deon masuk ke dalam resto.


★jadi guys resto nya itu ceritanya atap nya itu terbuat dari kaca jadi bisa sambil memandang langit malam dengan hembusan angin dari jendela - jendela yang sengaja di buka untuk menciptakan suasana di luar.


Dinda dan Deon memilih duduk di paling samping, mereka memesan makanan yang hendak di makan lalu sedikit berbincang - bincang.


"mama tidak apa - apa Deon,"ujar Dinda.


"mah aku tahu mama, walaupun aku bersikap cuek dengan orang lain, tapi aku bisa tahu jika mama sedang ada yang dipikirkan,"ucap Deon.


"tidak ada Deon , mama hanya kangen kakek," kata Dinda.


" yaudah kita ke rumah kakek aja mah," ucap Deon.


" kita masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan di sini Deon," jawab Dinda.


di tempat yang sama namun memiliki jarak beberapa meter terdapat 2 orang pria yang sedang memperhatikan Dinda dan Deon.


"tuan bukankah itu nona Dinda," ucap Ray.


Ray adalah asisten pribadi Leon yang sejak lama mengetahui tentang Dinda dan kehidupannya. di masa lalu sejak masih bersama keluarganya.


" iya itu Dinda, tapi siapa anak kecil itu?," ucap Leon.


"bukan kah tadi siang sudah di beri tahu jika itu adalah anaknya tuan!," jawab Ray.


" iya saya tahu, maksudnya itu siapa ayahnya," ucap Leon yang geram hingga menggetar kan gigi nya dan sedikit menatap tajam Ray.


"kenapa kita tidak bergabung saja, hanya untuk mengetahui dimana mereka tinggal bukan hal yang menyulitkan bukan," sambung Ray yang menganggap semuanya gampang didapatkan jika menyangkut hal tentang manusia.

__ADS_1


" benar juga kamu, kenapa tidak dari tadi berpikir seperti itu,"ucap Leon.


Dinda dan Deon masih berbincang tentang apapun yang mereka ingin bicarakan. sedangkan Ray dan Leon berdiri untuk menghampiri Dinda.


"permisi " ucap Leon.


"hmm"


Deon kembali bersikap dingin saat ada orang lain, namun jika hanya bersama Dinda Deon akan bersifat manja.


"bolehkah kami bergabung?" tanya Leon.


"bukannya saya tidak ingin bergabung dengan tuan - tuan sekalian tapi saya hanya ingin me time dengan mama saya" jawab Deon.


kemanapun Dinda pergi jika membawa Deon dia tidak akan bisa menjawab pertanyaan orang karena Deon pasti akan langsung menjawab nya.


Dinda hanya diam saja , satu sisi dia takut satu sisi lagi dia tidak membiarkan pria itu bahagia di atas penderita'an dirinya hingga harus berpisah dengan keluarganya.


termasuk ayah dan ibu Dinda tidak menerima kehadiran Dinda setelah tahu Dinda menghilang selama 2 tahun dan pulang membawa bayi kecil yang sangat ganteng.


namun betapa terkejutnya orang tua Dinda saat mengetahui penjelasan dari Dinda.


Dinda di usir oleh ibunya sendiri karena di anggap akan membawa sial di kemudian hari, Dinda pernah sempat akan bunuh diri namun, di cegah oleh kakek Alex, Dinda juga pernah di rawat di Rumah penenang jiwa.


Deon yang masih sangat kecil tinggal bersama kakek Alex dan di rawat oleh beberapa baby sister, Deon di ajarkan banyak hal oleh kakek Alex.


Dinda sembuh dan perjuangan demi Deon anaknya.


'aku tidak boleh seperti ini, Deon membutuhkan ku sebagai ibunya, bagaimana kondisi Deon sekarang, jikalau Deon bertemu dengan ayahnya tidak mungkin ayahnya akan menerima Deon sebagai anaknya '


itulah yang selalu Dinda pikirkan untuk bisa sembuh dan keluar dari rumah penenang jiwa.


hatinya hancur saat ibunya mengusir Dinda.


Dinda yang sangat dimanjakan sejak kecil tidak bisa menahan sakit hati dan frustasi saat mendengar ucapan ibunya yang mengusir dia.


' apa yang kamu lakukan Dinda pergi 2 tahun pamit bekerja sekarang pulang dengan membawa anak kecil hal yang sangat memalukan, pergi kamu jangan pernah temui ibu, dan jangan pernah menganggap ini masih ada, ibu akan menganggap kamu tidak pernah ada di dunia ini, itu semua karena kamu kenapa membuat malu keluarga kenapa hah kenapa? ' amuk Bu Laras.


yang masih Dinda ingat dan Dinda kenang rasa sakit itu muncul karena Dinda adalah anak yang paling ibunya sayangi bahkan hanya untuk menjenguk atau sekedar berkunjung pun tidak boleh.


Dinda rapuh jika di dalam namun kuat saat di luar , Dinda harus terlihat tegar dan kuat demi Deon.


Deon penyemangat Dinda, Deon adalah hidup dan matinya Dinda.


mungkin jika tidak ada Deon Dinda masih di rumah penenang jiwa. Deon di ajarkan teknik bela diri taekwondo dari umur dua tahu setengah, dia juga belajar bisnis karena sering mengikuti kakek Alex.


Deon tergolong anak yang sangat pintar ilmu IQ nya tinggi juga penurut kepada siapapun hanya saja sikap nya yang cuek dan dingin menunjukkan ciri khasnya tersendiri.


......................


keesokan harinya pagi yang cerah membangunkan Dinda dan Deon dari lelapnya tidur, burung yang berkicau merdu angin yang berhembus membuat segar suasana pagi ini.


"Deon mama ada meeting dengan kolega lain kamu stay di ruangan aja ya jangan kemana-mana lacy akan menemanimu" ucap Dinda setibanya di kantor.

__ADS_1


"oke mah"jawab Deon.


'aku harus mencari tahu kenapa mama semalem tiba - tiba mengajak ku ke resto itu,"batin Deon.


__ADS_2