
"halo"
Leon keluar dan menelpon Ray guna menanyakan siapa yang telah menabrak Deon.
"halo tuan" jawab Ray dari sebrang sana.
"bagaimana perkembangan nya " tanya Leon.
" maaf tuan saya belum menemukan orang itu , tetapi tadi ada saksi yang melihat jika Den Deon berlari untuk menolong seorang nenek yang hendak menyeberang jalan " jawab Ray.
" sudah cek cctv? " ucap Leon.
" sudah tuan tapi tidak mendapatkan hasil apapun, rekaman cctv dari semua sudut telah hilang " terang Ray.
"kenapa bisa hilang? "
" saya sudah menanyakan dan mencari tahu kenapa cctv itu hilang dan ternyata ada orang yang lebih dulu mengambil dan menghapus file nya tuan " jelas Ray.
' siapa orang itu kenapa dia bergerak sangat rapih, apakah ini sebuah kesengajaan yang terjadi pada Deon, aku harus cari tahu semuanya ' batin Leon.
" tuan ... tuan ..." panggil Ray yang tidak mendapat jawaban dari Leon.
"selidik semuanya sampai tuntas " perintah Leon yang langsung menutup sambungan telepon.
netra Leon seketika melihat ke arah dokter yang sedang berlari menuju ruang ICU, Leon pun ikut menghampiri ruang ICU dan ingin tahu apa yang terjadi.
"sus ... suster, Deon kenapa?" tanya Leon Kepada suster yang hendak menutup pintu ruang ICU.
"pasien mengalami penurunan " ucap suster yang langsung menutup pintu itu.
"apa Deon mengalami penurunan " gumam Leon.
" aku baru mengenal nya , tapi kenapa aku merasa sangat dekat dengannya, mendengar dirinya mengalami kecelakaan lalu koma membuat ku seakan tidak berdaya, dan juga darah dia yang sama denganku, ada apa sebenarnya ini semua, ya Allah Tolong selamat kan Deon, jangan engkau cabut nyawa nya ," batin Leon terus berkata-kata sesekali dia akan berdoa untuk kesembuhan dan keselamatan Deon.
setengah jam kemudian dokter pun keluar, menghampiri Leon yang duduk diam termenung di kursi yang di sediakan oleh rumah sakit.
"tuan Leon " sapa dokter Arman.
"dokter ,,, bagaimana keadaan Deon " ucap Leon yang terlihat kekhawatiran nya dari raut wajah tampan nan tegas itu.
"mohon maaf kami telah bekerja semaksimal mungkin tapi ..." dokter Arman menggantung ucapannya.
__ADS_1
"tapi apa dok,, katakan saja" ucap Leon yang tidak sabaran.
"tapi pasien mengalami koma dalam kurun waktu yang tidak bisa di tentukan " ucap dokter Arman.
"Deon koma dok" ucap Leon.
"iya tuan pasien koma, yang bisa di lakukan sekarang adalah memberikan pasien semangat untuk hidup, dan berdoa kepada sang maha kuasa untuk kesembuhannya " ucap dokter Arman.
' Deon kamu harus semangat untuk hidup, saya tahu kamu anak kuat yang bisa melindungi mama kamu' batin Leon. Leon terus memandangi Deon dari kaca jendela ruang ICU.
......................
"bagaimana dengan orang itu"
"aman tuan, saya sudah membawanya ke markas dan juga menghapus semua rekaman cctv itu, saya yakini jika Ray tidak akan mendapatkan hasil apapun dari pencarian nya"
" bagus ,,, terus kurung orang itu sampai ada perintah dari Queen " ucap seseorang itu.
orang yang telah menabrak Deon ternyata sudah lebih dulu di amankan dan di kurung di markas yang ntah itu ada dimana.
percuma saja Ray mencarinya jika semua buktinya telah di musnah kan dari tempat asalnya semua jejaknya dihapus dengan mudah tanpa jejak.
......................
setelah lelah berdiri melihat Deon akhirnya Leon memilih menemani Dinda, khawatir jika Dinda bangun dan nekat pergi menemui Deon, namun baru beberapa menit matanya terpejam karena sangat kelelahan.
"Deon,,, bagaimana sekarang kondisinya?" gumam Dinda yang langsung perlahan mencoba turun dari brankar tanpa harus ketahuan Leon.
pelan-pelan perlahan akhirnya Dinda bisa turun, kali ini infusnya dia biarkan menempel di tangan dan tidak berniat melepaskan nya.
kreet...
suara pintu yang dibuka Dinda membuat Leon kaget.dan seketika membuka netra matanya dengan lebar.
"Dinda" ucap Leon yang tidak menemukan Dinda di brankar itu.
Leon melihat kanan kiri dan juga mengetuk pintu kamar mandi namun tidak menemukan Dinda sama sekali.
"aduh gimana ini Dinda kemana" ucap Leon sembari berjalan ke luar untuk mencari Dinda.
"Dinda ,,, oh ternyata dia di dalam, syukurlah" ucap Leon yang telah menemukan Dinda yang terdiam di sisi Deon.
__ADS_1
" Deon bangunlah ini mama ,,, mama yakin kamu pasti mendengarkan suara mama ,,, mama mohon kamu harus bangun ,,, hanya Deon yang mama punya ,,, jangan seperti ini kepada mama Deon." ucap Dinda yang terbata-bata karena Isak tangisan nya yang pecah.
Dinda terus saja mencoba mengajak bicara Deon yang masih koma tidak sadarkan diri. Dinda belum tahu jika Deon mengalami koma.
* bagi seorang ibu anak itu segalanya,
jika anaknya sakit ibu pun akan merasakan nya,
hati seorang ibu akan hancur jika melihat anaknya yang terbaring lemah dengan alat medis yang menempel di tubuh sang anak, ibu akan bersedih hancur bahkan patah hatinya.
"maaf Bu pasien belum boleh di kunjungi terlalu lama " ucap suster yang berjaga di ruang ICU.
"tapi saya ibunya sus "jawab Dinda.
" maaf Bu, tapi ini demi kebaikan anak ibu " ucap suster.
"tapi saya ibunya saya mau disini suster " ucap Dinda kekeh.
Leon mengerut kan kedua alisnya melihat Dinda dan suster yang bersitegang sama - sama tidak mau mengalah.
"ada apa sus , kenapa dengan Dinda? " tanya Leon yang memutuskan untuk masuk ke ruang ICU.
"maaf tuan tolong semuanya keluar demi kesehatan pasien " ucap suster.
"baiklah biar saya yang membujuknya sus" ujar Leon.
"Din keluar dulu yuk, biarkan Deon istirahat , supaya cepat sembuh, kamu juga harus istirahat ,,, jika ku kuat dan istirahat Deon pun akan melakukan yang sama seperti mu " ucap Leon dengan halus.
"tidak ,,, Deon itu anak saya anda tidak ada urusannya dengan keluarga saya" ucap Dinda yang kekeh tidak mau keluar dari ruang ICU.
"bagaimana ini tuan, pasien harus segera istirahat " ucap suster.
Deon membisikkan kata-kata kepada suster itu dan suster nya hanya mengangguk lalu pergi dari sana.
Dinda tidak menganggap ada Leon yang berdiri di belakang nya , Dinda hanya pokus kepada Deon menangis dan berdoa di dalam hati itulah yang sedang Dinda lakukan.
"Dind saya tahu kamu sayang banget kepada Deon, dan merasa sangat sedih melihat Deon seperti ini, tapi kamu juga harus sehat dan pulih dulu, biarkan Deon beristirahat , dan dokter akan sering mengecek kondisi Deon, jangan terlalu khawatir Deon akan baik-baik saja percaya sama saya jika Deon tidak kenapa-kenapa hanya saja sedang beristirahat, kamu pun harus beristirahat" ucap Leon.
Leon mengucapkan kata-katanya yang panjang seakan image dia yang terkenal dengan sikap dingin dan cuek menghilang di hadapan Dinda Leon bersikap manis nan hangat.
''kenapa aku seperti ini kepada orang baru hilang sudah image ku di hadapan Dinda,,, untung tidak ada orang lain" batin Leon.
__ADS_1
Dinda terlihat seperti orang yang kehilangan akal dan arah pikiran nya melayang membayangkan saat-saat bersama dengan Deon.