Perjalanan Cinta Dinda

Perjalanan Cinta Dinda
part 3


__ADS_3

"kakek", ucap Leon.


deg ...


betapa terkejutnya kakek Alex melihat Leon ada di Rumah sakit itu, mau menjelaskan tapi masih memikirkan Dinda, sekarang ini Dinda sedang terpuruk dan Deon pun masih berada di ruang icu membuat semuanya panik.


selaras nya orang yang di ruang icu sedang mempertahankan antara hidup dan mati, jika hidup berarti dia masih diberi kesempatan namun, jika dia meninggal berarti allah sudah memilih yang terbaik untuk pihak yang ditinggalkan hanya bisa bersabar, tambah, lapang dada, untuk menerima semuanya.


" sedang apa kamu disini?," tanya kakek.


" justru harusnya Leon yang bertanya kakek sedang apa?" Leon berbalik bertanya.


" sudahlah nanti kakek jelaskan jika kondisi sudah memungkinkan" ucap kakek.


"baiklah ke" ucap Leon.


"pertanyaan kakek belum kamu jawab" ucap kakek.


" aku yang menemani Dinda di sini ke' kebetulan tadi aku sedang berbicara dengan Dinda" jelas Leon.


semuanya kembali terdiam memandang ruang ICU yang masih tertutup rapat dokter yang masih menangani Deon terlihat sibuk dengan banyaknya alat bantu yang di pasang di tubuh Deon.


" *nak bertahan lah demi mama, jangan pergi mama mohon bertahan " batin Dinda.


"Deon kakek tahu kamu anak kuat, bertahanlah demi mama mu, kamu kan tahu semua tentang mama mu, kamu bilang tidak akan pernah menyakiti mama, bertahanlah nak bertahan." batin kakek.


" Deon, om memang tidak mengenal mu tapi kamu harus bertahan hidup demi mama mu, " batin Leon*.


dokter pun terlihat sedang berjalan menuju ke luar ruangan di ikuti satu suster di belakangnya. dokter itu terlihat lelah dengan sedikit menyeka keringat yang membasahi dahi nya.


" dok bagaimana keadaan anak saya " tanya Dinda.


Dinda Langsung menghadang pintu keluar ruang ICU ,Dinda terlihat tegang menunggu jawaban dari dokter tentang kondisi Deon.


"bagaimana keadaan nya dok " tanya Dinda kembali yang tidak sabar menunggu jawaban dokter Arman terlihat dari pin nama yang di gunakan dokter itu.


" kondisi pasien di dalam saat ini menurun, dan jika dalam 3 jam ke depan kondisinya masih sama mungkin akan dinyatakan koma," jelas dokter Arman.


"apa dok Deon akan mengalami koma?" tanya Dinda.


" kemungkinan besar seperti itu Bu, jika dalam 3 jam kondisi pasien terus menurun, yang bisa di lakukan sekarang hanya mendoakan kesembuhan pasien." ucap dokter Arman.


Dinda merosot ke bawah, dan terduduk di lantai dengan keadaan terpuruk dan histeris mendengar kabar jika Deon akan dinyatakan koma, kaki Dinda seakan tidak bisa menopang berat tubuhnya, pandangan nya nampak kabur seketika Dinda kehilangan kesadaran.


"Dinda " ucap Leon refleks.


"Leon Dinda kenapa?" tanya kakek.


" sepertinya Dinda pingsan ke" ujar Leon.


" tolong bantu saya angkat ke ruang IGD" ucap suster.

__ADS_1


Leon langsung mengangkat Dinda dan membawanya ke ruang IGD sesuai arahan suster.


' Din bertahan lah jangan seperti ini kasihan Deon jika kamu seperti ini' batin Leon yang masih menggendong Dinda.


Dinda di baringkan di atas brankar setelah sampai ruang IGD, dokter pun langsung bergegas memeriksa nya , Leon masih setia menunggu diam mematung di depan pintu ruang IGD.


hatinya kalang kabut seakan merasakan hal sama yang sedang di rasakan Dinda. rasa kasihan pada Deon bukan hanya rasa kasihan pada umumnya yang Leon rasakan saat ini.


dokter pun keluar setelah memeriksa keadaan Dinda.


" bagaimana keadaannya dok " tanya Leon saat melihat dokter yang menangani Dinda ke luar ruangan.


" tuan siapanya pasien?" tanya dokter itu.


" saya orang terdekatnya " ucap Leon asal.


" oh baiklah, kondisi pasien tidak apa-apa hanya syok yang berlebih saja dan juga tolong di jaga waktu makannya " jelas dokter.


" baik dok saya akan mengawasi nya, apakah saya boleh masuk ke dalam " ujar Leon.


"silahkan tapi jangan terlalu banyak di ajak bicara dulu biarkan pasien beristirahat, jika begitu saya juga permisi dulu" ucap dokter.


dokter itu pun pergi memeriksa pasien lain. Leon pun masuk ke ruang IGD berniat menemani Dinda.


kondisi Dinda saat ini menggunakan selang infus terbaring lemah dengan ke dua mata yang masih tertutup.


" Dinda, saya tahu kamu sedih, kamu syok mendengar kabar Deon saat ini tapi tidak seharusnya kamu melupakan waktu makan mu, lihatlah sekarang kamu seperti ini" ucap Leon.


"aku dimana?" tanya Dinda yang langsung melihat Leon.


"kamu sudah sadar, sekarang ada di ruang IGD tadi kamu pingsan" ucap Leon.


"Deon bagaimana dengan kondisi Deon" ucap Dinda yang berusaha bangun dan melepaskan infus di tangannya.


"tenang kamu tenangkan dirimu dulu, kamu baru aja siuman kondisi kamu belum fit" ucap Leon yang mencegah Dinda bangun.


"saya tidak akan bisa tenang jika belum mengetahui keadaan Deon " ucap Dinda yang kekeh hendak bangun.


"dokter ,,, suster ,,, sus ,,, dok,,, " teriak Leon yang masih memegangi Dinda supaya tidak turun dari brankar.


dokter dan suster langsung datang dan menyuntikan obat penenang Kepada Dinda. setidaknya Dinda tidak memberontak dan ber istirahat hingga kondisi nya memungkinkan untuk pergi dari ruang IGD.


......................


kakek Alex masih menunggu Deon di depan ruang ICU , bukannya tidak ada yang bisa di suruh untuk menunggu tapi kakek Alex hanya memastikan jika Deon baik - baik saja.


' Deon cepatlah sadar jangan seperti itu terus kasihan mama mu yang sekarang berada di ruang IGD , 'batin kakek.


' apakah kamu tidak sayang mama mu,


kamu pernah bilang kepada kakek jika kamu ingin tahu siapa ayah mu,

__ADS_1


jika kamu bangun sekarang kakek janji cepat atau lambat kakek akan beri tahu kamu siapa ayahmu,


kakek tahu kamu anak kuat ,


kakek percaya jika kamu akan kembali sehat,


ingat semua orang yang ingin kamu balas,


semua yang telah menghina mama mu,


< katanya jika Deon besar nanti Deon tidak akan membuat mama sedih >,


sekarang saja jika kamu tidak segera sadar mama mu sedih Deon,


kakek do'akan kamu segera sembuh,' batin kakek Alex.


dokter kembali masuk ke ruangan Deon dan memeriksa setiap perkembangan yang Deon alami, apakah menemukan kemajuan atau masih tetap sama, setengah jam sekali dokter selalu memeriksa nya.


"dok bagaimana keadaan Deon?" tanya kakek.


kakek Alex selalu bertanya setiap dokter keluar dari ruang ICU , ingin mengetahui kondisi cucunya yang selalu di nomor satukan oleh kakek Alex.


" kondisinya masih sama tuan, belum mengalami perubahan," terang dokter Arman.


"lakukan yang terbaik untuk cucu saya, dokter tahu sendiri siapa saya" ucap kakek Alex.


" kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien tuan,"ucap dokter.


kakek Alex kembali terdiam dan memandangi Deon yang masih terbujur lemah di ruang ICU, memperjuangkan antara hidup dan mati. Kakek Alex sangat tahu kinerja dokter Arman sepenuhnya kakek Alex menyerahkan perawatan kepada Deon agar di tangani oleh dokter Arman, dokter yang telah terpercaya.


Dinda telah di pindahkan ke ruang rawat biasa dan kembali tertidur setelah mendapatkan suntikan obat penenang , kakek Alex juga sempat menjelaskan kondisi Dinda Kepada dokter yang menangani Dinda untuk lebih jelas apa saja yang pernah di alami Dinda.


" kakek ,,, kakek pulang saja dulu biarkan Leon yang menemani Dinda dan juga Deon disini. " ucap Leon.


" tidak kakek akan menemani Deon disini, " ujar kakek.


" tapi ke kakek juga perlu istirahat, nanti Leon akan menelepon kakek jika ada perkembangan terhadap Deon." ucap Leon.


" benar kamu akan mengabari kakek jika ada sesuatu, hal sekecil apapun jika itu menyangkut Deon segera hubungi kakek" ucap kakek.


"benar ke, kakek pulang saja dulu"


" baiklah" ucap kakek.


kakek Alex pun pulang kini hanya ada Leon si dana yang menemani Dinda karena Deon sudah di titipkan kepada dokter Arman da juga suster yang berjaga 'selain Leon Dinda atau kakek Alex jangan pernah memberi tahu keadaan Deon Kepada siapapun' perintah kakek Kepada dokter Arman.


Leon kembali menemani Dinda di ruangannya.dinda masih tertidur mungkin karena efek kecapean juga disisi yang di berikan kepada Dinda belum habis di tubuhnya


" Dinda istirahat lah, jangan memikirkan dulu apapun pokus untuk kesembuhan mu, Deon baik-baik saja saya yakin akan hal itu " ucap Leon.


"ya ampun aku lupa jika tadi Ray menelpon akan mengabarkan siapa yang menabrak Deon, aku harus menghubungi nya" ucap Leon yang bergegas keluar ruangan untuk menghubungi Ray.

__ADS_1


__ADS_2