PERJALANAN LIN YAN

PERJALANAN LIN YAN
ch. 01, tubuh naga Phoenix


__ADS_3

di sisi lain wilayah Utara khususnya di dalam sakte teratai salju.


" bagaimana, apa kakakku sudah di temukan ?", tanya seorang wanita muda yang cantik.


" maaf yang mulia, kami sudah mencari kemana mana namun tetap sulit untuk di temukan "ucap salah satu bawahan.


" apa jangan-jangan kakak sudah di tangkap oleh sakte es pelangi ya?", ucap lin Nana dalam hati.


" bagaimana pun juga kalian harus tetap mencarinya sampai dapat ", perintah yang mulia, Lin Nana.


" baik yang mulia ", ucap para bawahan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keesokan harinya di kota Ji ...


" baik yan, hari ini jangan lupa untuk bersih-bersih yaa ", ucap Lin Ning.


" ibu tenang aja, perpustakaan kota pasti akan selalu bersih ", ucap Lin yan.


Lin yan dan ibunya akhirnya telah tiba di perpustakaan, dan mereka langsung mengerjakan pekerjaan bersih-bersih, tidak terasa waktu sudah berlalu cukup lama hingga hampir siang.


" Yan, ibu mau pergi beli makanan siang kita dulu ya... kamu jaga perpustakaan baik-baik ", ucap Lin Ning.


" iyaa ibu pergi saja ", ucap Lin yan.


Lin Ning langsung pergi dan meninggalkan Lin yan sendiri di perpustakaan, seketika itu Lin yan mengingat bawah kemarin ia mendapat sesuatu di gudang, tanpa basa-basi ia langsung pergi ke gudang lagi dan melihat bahwa barang kemarin masih ada.

__ADS_1


Lin yan langsung memegang sebuah batu kuno, dan merasa bahwa ada energi yang besar masuk ke matanya hingga membuat mata Lin yan yang aslinya hanya warna biru menjadi ke biru terang.


lalu ada sebuah kalimat yang melayang tepat di depan mata Lin yan yang berkata :


"setiap makhluk hidup pasti mempunyai kelebihan dan kecepatan"


lalu seketika itu langsung menghilang tanpa jejak. Lin yan merasa tidak terjadi apa-apa dan ia kembali melihat barang lainnya.


Lin yan langsung mengambil sebuah pedang yang cukup ringan untuk di pegang, dan pada saat itu aura pedang tersebut menembus ke langit dengan sebuah cahaya berwarna biru ke emasan.


namun fenomena itu hanya berlangsung selama 5 detik dan membuat para pemimpin kota serta cultivator bingung untuk mencari asal aura tersebut.


ketika 5 detik telah berlalu, Pedang yang semula di pegang oleh Lin yan tiba-tiba masuk ke dalam tangan nya sambil membentuk pola pedang.


Lin yan juga mencoba untuk memegang seekor bayi rubah yang sedang tidur dan pada saat itu rubah tersebut seketika bangun dan mendekat ke arah Lin yan sambil membuka lebar matanya dan menyentuh dahi Lin yan, hingga dahinya langsung memiliki sebuah pola bulan dan rubah tersebut juga masuk ke pikiran Lin yan untuk istirahat.


Lin yan yang masih mencerna dengan apa yang terjadi kepadanya, ia hanya mencoba membiasakan diri dengan keadaan barunya.


Lin yan meskipun sudah tau isi buku itu, namun ia masih tetap terlihat kaget melihat betapa hebat-hebat pelatihan tubuh yang tertulis di buku tersebut.


hingga ada sebuah pelatihan tubuh yang cukup menarik perhatiannya yaitu Tubuh Naga Phoenix.


meskipun Lin yan tau bahwa naga dan Phoenix merupakan hewan beast yang telah hidup di ribuan tahun yang lalu, yang membuat ia kaget bahwa hewan-hewan tersebut bisa di buat sebagai pelatihan tubuh dan itu pasti akan menjadi hebat.


tanpa banyak pikiran lagi Lin yan langsung melihat dan mengikuti apa yang tertulis di buku itu, namun untuk melatih tubuh naga Phoenix harus menghilangkan kultivasi awalnya dan membangun pondasi baru.


karena Lin yan saat ini masih berada di tahap pengumpulan energi tingkat 2, ia dengan beraninya langsung menghilangkan kultivasinya sehingga Lin yan saat ini seperti orang yang sama sekali tidak berguna.

__ADS_1


namun Lin yan tidak khawatir dan langsung mengikuti instruksi dalam buku itu yang harus melalui beberapa tahap untuk mencapai pondasi yang kokoh dalam pelatihan tubuh naga Phoenix.


***


tahap pertama untuk membangun pondasi tubuh naga Phoenix adalah menyerap energi alam ke satu titik pusat tubuh hingga pada batasnya, lalu setelah itu menyebarkannya ke seluruh tubuh hingga merata.


tahap kedua, Lin yan harus membentuk energi alam menjadi pelapis tubuh bagian luar dan membuatnya hingga menjadi tipis dan kuat.


tahap ketiga, merupakan tahap akhir untuk membangun pondasi tubuh naga Phoenix dan untuk melakukannya adalah dengan bantuan batu spiritual yaitu sebuah batu yang memiliki energi alam yang melimpah serta mempunyai energi elemen yang langka.


***


dengan bakat yang di miliki Lin yan, ia mampu melakukannya dengan sangat cepat. 1 jam kemudian akhirnya Lin yan sudah bisa mencapai tahap kedua dari tubuh naga Phoenix.


" andai saja aku memiliki batu spiritual, pasti sudah bisa mencapai pondasi yang kuat dari tubuh naga Phoenix.... ", batin Lin yan.


setelah Lin yan mencapai tahap kedua dari tubuh naga Phoenix, ia akhirnya berhenti sejenak dan pergi melihat apakah ibunya sudah kembali atau belum.


sesampainya di lantai dasar Lin yan melihat ibunya baru saja kembali dari membeli makanan siang untuk mereka berdua.


" Bu, kok lama sekali kembalinya ?", ucap Lin yan.


" maaf ibu agak telat, karena ibu dapat informasi bahwa akan ada sebuah pertandingan antar pemuda kota di kekaisaran Long 6 bulan lagi, dan setiap kota akan di adakan seleksi untuk melanjutkannya di kota pusat kekaisaran Long... ", seru Lin Ning dengan sedikit semangat.


" ibu ada-ada saja, Lin yan pikir informasi apaan ", ucap Lin yan.


" Yan ka... kamu.... "

__ADS_1


" sudah-sudah mana makanan yang ibu beli Lin yan sudah lapar ", ucap Lin yan memotong suara ibunya.


Lin Ning langsung mengeluarkan makanan yang ia beli, dan mereka pun langsung menyantapnya dengan lahap.


__ADS_2