
di pagi harinya Lin yan sudah bangun dan langsung pergi makan pagi bersama ibunya.
" pagi.. Bu ", ucap Lin yan.
" pagi Lin yan.. cepat sini duduk, ibu udah siapin makanan kesukaanmu ", ucap Lin Ning.
" iya-iya.. '
Lin yan dan ibunya akhirnya sudah selesai makan dan Lin yan berniat untuk ikut ibunya pergi ke perpustakaan.
" Bu, gimana kalau Lin yan ikut ibu ke perpustakaan aja, kan udah lama Yan gak ke sana ", ucap Lin yan.
" hm.. boleh-boleh, ibu jadi ada yang bantuin bersih-bersih deh ", ucap Lin Ning.
setelah itu Lin yan dan ibunya langsung pergi ke perpustakaan bersama-sama.
sesampainya di sana Lin yan langsung mengerjakan tugas bersih-bersih yang seperti biasa ia lakukan, sedangkan Lin Ning bertugas untuk melihat buku yang baru masuk dan buku yang sudah tua untuk di buat lagi.
setelah beberapa menit, Lin yan akhirnya sudah mengerjakan tugasnya, lalu ia berniat untuk jalan-jalan keliling perpustakaan.
" gimana kalau aku pergi ke gudang aja yaa... udah lama dari terakhir kali aku ke sana ", batin Lin yan.
Lin yan pun berjalan ke gudang di lantai atas, dan setelah sampai ia langsung merasakan rasa rindu yang begitu dalam Karena biar bagaimanapun asal usul ia mendapat kekuatan yang sekarang itu berasal dari gudang tersebut.
Lin yan pun berkeliling sambil melihat-lihat lagi keadaan dalam perpustakaan. hingga ketika Lin yan mau keluar ia sepertinya melihat ada sebuah buku yang membuatnya tertarik.
ketika Lin yan mendekat, ternyata itu merupakan sebuah buku teknik serangan yang berjudul 'api surgawi' yang di dalamnya terdapat 3 jurus yang berbeda-beda yaitu pedang api melingkar, api asap melayang, lotus api surgawi.
namun setiap karakteristik dari teknik tersebut ternyata berbeda-beda, tidak seperti teknik pada umumnya yang dapat berkembang setiap jurusnya.
namun teknik api surgawi ini memiliki tiga jurus yang bisa berkembang secara alami ( tidak terhubung satu sama lainnya ). lebih jelasnya di dalamnya terdapat teknik yang terdiri dari pedang, Tubuh, dan kekuatan elemen api yang di dapat.
ketika Lin yan membaca hal tersebut, ia menjadi kaget serta memiliki kemauan untuk melatih ke tiga teknik tersebut.
ia pun langsung menyimpan buku tersebut ke dalam cincin penyimpanan lalu setelah pergi menjumpai ibunya.
" Bu, Lin yan udah abis bersih-bersih.. boleh gak Lin yan pulang lebih dulu.... ", ucap Lin yan.
" eh.. kok tumben mau pulang lebih dulu.. ", ucap Lin Ning.
" Yan mau latihan Bu, seminggu lagi kan ada ujian kenaikan tingkat ", ucap Lin yan.
" baiklah.. pulang aja lebih dulu dan hati-hati di jalan ya ", ucap Lin Ning.
" siap Bu.."
Lin yan pun langsung meninggalkan perpustakaan dan langsung pergi menuju rumah.
__ADS_1
sesampainya di rumah Lin yan langsung mempersiapkan dirinya untuk melatih teknik api surgawi.
" baiklah aku bakalan melatih teknik yang pertama aja ", batin Lin yan.
Lin yan langsung mengeluarkan pedang yang ia dapat dan terlihat pedang tersebut kelihatan mendominasi sekali.
hal pertama yang Lin yan lakukan untuk mempelajari teknik pedang api melingkar ialah dengan membuat terlebih dahulu energi di dalam dirinya menjadi sebuah elemen api lalu setelah itu di salurkan ke pedang dan dari pedang tersebut Lin yan mengangkat pedang lalu memutarnya melingkar.
namun walaupun Lin yan memiliki bakat pemahaman yang bagus ia tidak dapat mengeluarkan terus elemen apinya dan itu membuat ia sering kelelahan. dan juga teknik pedang api melingkar miliknya masih belum sempurna seutuhnya.
Lin yan terus terus berusaha lagi dan lagi untuk tetap mempelajari teknik pedang api melingkar.
hingga akhirnya dua hari kemudian....
" yess akhirnya teknik pedang api melingkar milikku sudah bisa di bilang sempurna, ini harus di coba dulu sebesar kekuatannya... ", batin Lin yan.
Lin yan pun menstabilkan energi miliknya lalu setelah itu ia mandi dan makan malam bersama ibunya.
" Yan udah selesai belum.. makanan udah siap nih ", ucap Lin Ning.
Lin yan pun tanpa menjawab langsung pergi ke dapur dan duduk dengan tenang.
terlihat wajah Lin yan terus menerus kelihatan senyum-senyum, hingga akhirnya ibunya menyadarinya.
" Yan.. kamu kelihatan senyum-senyum itu ada apa ya ", ucap Lin Ning.
" ...kamu sedang latihan teknik pedang yaa, masa ibu tidak tau sih ", ucap Lin Ning.
" iya Bu, Lin yan dapat sebuah pedang dari sebuah buku di perpustakaan ", ucap Lin yan.
Lin yan pun dengan terpaksa menceritakan dari mana ia mendapat pedang tersebut tapi ia tidak memberitahu tentang barang-barang yang lainnya.
" dari sebuah buku ? dan buku itu juga dari perpustakaan ! ... kok selama ini aku tidak pernah menyadarinya ", batin Lin Ning yang masi bingung.
" Yan, ibu boleh liat gak pedang apa yang kamu dapat ", ucap Lin Ning.
" baik bu, Yan keluarin dulu ya ", ucap Lin yan.
seketika itu pedang langsung muncul di tangan Lin yan dan terlihat ibunya sangat memperhatikan pedang tersebut.
" hm... pedang yang Yan pegang itu sepertinya agak kelihatan familiar juga yaa ", batin Lin Ning.
" wow... Yan kamu harus jaga baik-baik pedang itu jangan sampai orang lain ambil dan itu pasti akan membuat kamu menjadi rugi ", ucap Lin Ning.
" iya-iya Bu, Yan pasti bakalan jaga baik-baik pedang ini ", ucap Lin yan.
keesokan harinya....
__ADS_1
di pagi harinya Lin yan terlihat sudah bersiap-siap untuk pergi ke hutan untuk melatih teknik pedang api melingkar miliknya dan tak lupa juga ia meminta izin terlebih dahulu kepada ibunya.
" Bu, Yan mau pergi ke hutan sebentar boleh gak ? ", ucap Lin yan.
" ... boleh-boleh, tapi hanya di bagian pinggiran hutan saja yaa ", ucap Lin Ning.
" iya Bu "
setelah itu Lin Yan langsung berjalan pergi menuju hutan dengan tenang tanpa cepat-cepat.
ketika sudah mau sampai di hutan, Lin yan melihat Rei Ki sedang latihan juga di dalam hutan. dan perkembangannya juga sudah mulai meningkat dari terakhir kali ia bertemu.
lalu tanpa basa-basi Lin yan langsung menjahili Rei ki dengan menyerangnya dengan diam-diam menggunakan teknik pedangnya.
Lin yan pun langsung menyerang Rei Ki... tapi syukur Rei Ki langsung menyadari ada sesuatu yang datang menyerangnya dan ia langsung menghalangi serangan Lin yan dengan teknik miliknya.
ketika serang mereka berdua terkena satu sama lain, ternyata Lin yan masih lebih unggul dari Rei Ki dan ia pun langsung terhempas beberapa langka ke belakang.
lalu Rei Ki pun langsung berteriak menyuruh orang tersebut keluar.
" siapa di sana ? ada urusan apa kamu dengan aku ? ", ucap Rei Ki.
" tidak ada urusan apa-apa ", ucap Lin yan sambil bersembunyi di balik pohon.
Rei Ki pun langsung menebak bahwa itu adalah Lin yan yang menyerangnya barusan.
" Yan keluarlah.. aku udah tau itu kamu ", ucap Rei Ki.
" hehe.. gimana... kuat juga kan teknik milikku ", ucap Lin yan.
mereka berdua pun langsung mendekat dan Rei Ki langsung memberikan pujian untuk Lin yan.
" Yan, teknik mu yang barusan itu kuat sekali... dari mana kamu mempelajarinya ? ", ucap Rei Ki.
" aku itu dapat teknik tersebut dari perpustakaan tempat ibuku kerja, yahh lumayan lahh bisa membatu aku dalam hal teknik serangan ", ucap Lin yan.
" ohh.. hebat juga kamu ya ", ucap Rei Ki.
setelah itu Rei Ki memanggil Lin yan untuk latih tanding teknik mereka namun terlihat teknik pedang api melingkar milik Lin yan masih tetap unggul melawan teknik milik Rei Ki.
hingga setelah beberapa jam kemudian Lin yan akhirnya sudah mau pulang dan Rei Ki juga sudang ingin beristirahat di rumah.
" okei... latih tanding kita Sampai di sini aja dulu yahh, nanti kita cari waktu lain untuk latih tanding ulang ", ucap Lin yan.
" iyaa.. aku juga sudah lelah kok, dan saat kita latih tanding ulang aku bakalan tidak kalah lagi sama kamu ", ucap Rei Ki.
mereka pun langsung pergi dan pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1