
Rei Ki yang melihat bahwa tes kedua akan di hentikan, dia pun langsung menyela pembicaraan dari guru-guru.
" maaf memotong pembicaraan dari para guru, saya merupakan murid yang belum mengikuti tes kedua dan saya harap guru-guru masih bisa membiarkan saya mengikuti tes kedua ", ucap Rei Ki.
guru-guru menjadi kaget dengan kedatangan Rei Ki, dan mereka akhirnya hanya bisa mengizinkan Rei Ki untuk mengikuti tes kedua.
Rei Ki yang sudah mendapat izin dari guru-guru, langsung maju dengan santai hingga langsung menggunakan langka Z.
guru-guru yang melihat menjadi kaget dan langsung berpikir bahwa langka Z yang di pakai Rei Ki sudah sudah sangat sempurna. namun itu menjadi sebuah beban bagi guru-guru karena mereka sudah memiliki murid yang pas.
" maaf, murid Rei kami sudah tidak bisa menerimamu, namun kamu memiliki bakat yang hebat dan pasti akan menjadi suatu hal yang sangat berguna di masa depan ", ucap guru-guru.
Rei Ki yang melihat bahwa ia tidak bisa di terima pun, langsung mengeluarkan teknik kecepatan 'burung terbang' langka melayang yang itu merupakan teknik di atas langka Z.
walaupun langka melayang Rei Ki belum sempurna, namun guru-guru menjadi kagum dengannya serta menjadi pembicaraan soal menerima murid Rei Ki.
guru-guru berbicara hingga beberapa menit. lalu ternyata menurut aturan akademi Ji, tidak bisa menerima dengan murid yang melebihi kapasitas, Karena akademi Ji masih memiliki kekurangan dalam hal, memberikan tempat yang nyaman bagi para murid-murid untuk berkultivasi.
namun sepertinya guru mu akan tetap menerima murid Rei Ki.
" kalian tenang saja, aku pasti akan bertanggung jawab untuk murid Rei Ki. dan untuk bahan kultivasinya nanti saya yang akan memberikannya ", ucap guru mu.
" ta.. tapi, guru mu ketua pasti bakalan marah jika Sampai dia tau ", ucap guru pir.
" tenang nanti aku yang akan bicara langsung dengan ketua ", ucap guru mu.
setelah itu guru mu akhirnya meresmikan untuk menerima murid Rei ki. Rei ki sepertinya terlihat lebih senang sudah di terima.
" baiklah murid-murid yang sudah di terima, kalian akan belajar mulai besok dan untuk murid yang belum di terima tetap berusaha sebaik mungkin ", ucap guru Lei.
keesokan harinya...
Lin yan pagi-pagi langsung pergi ke akademi. setelah sampai di dalamnya, terdapat banyak murid-murid yang ia tidak kenal. mereka semua itu merupakan murid baru tapi hanya saja mereka mengikuti tes kedua yang berbeda. para murid di bagi menurut tingkat kultivasinya.
Lin yan langsung mencari tempat duduk paling belakang dan bersiap-siap untuk memulai pelajaran.
lalu ada seorang pemuda mendekat ke arah Lin yan. pemuda tersebut ialah Rei Ki yang mendapat perhatian di tes kedua kemarin.
Rai Ki langsung duduk di samping kursinya Lin yan. saat itu mereka berdua terlihat sangat canggung serta banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan satu sama lain.
"sepertinya ada sesuatu yang menarik dari Rei Ki....", batin Lin yan.
" ketika tes kedua kemarin Lin yan sepertinya sudah bisa melakukan teknik 'burung terbang' langka melayang, namun kenapa dia tidak menunjukkannya... " batin Rei Ki*.
lalu setelah para murid menunggu beberapa menit, datang seorang guru wanita untuk memberikan materi tentang kultivasi kepada para murid.
kelas pun berlangsung begitu lama hingga terlihat Lin yan sudah agak bosan dan Rei ki sudah tertidur di meja.
ketika kelas berakhir Lin yan langsung keluar dan berjalan menuju rumah.
__ADS_1
Rei ki tiba-tiba bangun dan melihat Lin yan sudah tidak ada lagi di kelas, ia pun langsung berjalan keluar kelas dan melihat Lin yan sedang berjalan pulang sendirian.
Rei ki langsung menyusul dan sambil berteriak memanggil nama Lin yan.
" Lin yan, heyy... tunggu aku ", ucap Rei ki.
Lin yan langsung membalikkan badannya dan melihat Rei Ki sedang berlari menuju ke arahnya.
" ada urusan apa panggil aku ?", ucap Lin yan.
" ... hanya mau panggil aja hehe.. ", ucap Rei Ki.
" astaga kirain ada sesuatu yang pengen di omongin ", ucap Lin yan sambil berjalan kembali.
" Lin yan... tes kedua yang kemarin itu kamu sudah bisa menguasai langka melayang kan ? ", ucap Rei Ki tiba-tiba.
Lin yan menjadi kaget bahwa Rei Ki bisa tau bahwa ia sudah bisa menguasai langka melayang.
" ...... '
Lin yan hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Rei Ki.
" oke-oke gue nggak bakalan bilang pada siapa-siapa... ", ucap Rei ki.
" ..... baiklah terserah kamu aja ", ucap Lin yan.
mereka melanjutkan perjalanan hingga Lin yan sudah sampai di depan rumahnya.
" iyaa sampai jumpa besok ", ucap Rei Ki.
Lin yan langsung masuk ke rumah dan di tunggu oleh ibunya.
" Yan baru pulang yaa ", ucap Lin Ning.
" iya Bu, baru saja sampai ", ucap Lin yan.
" kalau begitu cepat mandi dan setelah itu kita makan bersama ", ucap Lin Ning.
" iya Bu ", ucap Lin yan.
Lin yan langsung pergi mandi dan setelah itu kembali makan bersama ibunya.
keesokan harinya....
" Bu Yan pergi dulu ya ", ucap lin Yan.
" iyaa, hati-hati di jalan ", ucap Lin Ning.
Lin yan pun langsung pergi ke sekolah, dan setelah sesampainya di sekolah terlihat Rei Ki sudah sampai dan duduk dengan tenang di kursi paling belakang.
__ADS_1
Lin yan langsung berjalan dan mendekat sambil memberi salam " pagi... " Rei Ki pun membalasnya dengan " pagi... ". lalu setelah itu mereka duduk dengan tenang.
setelah menunggu beberapa menit, ada seorang guru masuk dan memberikan pelajaran tentang teknik serangan.
Lin yan pun mendengar dengan seksama penjelasan dari guru tersebut karena ia belum mempelajari teknik serangan sama sekali, tapi Rei Ki hanya terus melihat ke arah Lin yan yang sangat fokus.
" apa ada sesuatu di wajahku yaa ", ucap lin Yan tiba-tiba yang membuat Rei ki tersadar.
" tidak ada.... hanya saja pelajaran hari ini juga begitu membosankan ", ucap Rei ki.
" baiklah terserah kamu aja", ucap Lin yan.
....
pelajaran hari ini pun selesai Lin yan dan Rei ki, berjalan pulang bersama-sama. ketika di perjalanan Rei menanyakan sesuatu kepadanya.
" Lin yan... aku tebak kamu belum punya teknik serangan kan? ", ucap Rei Ki.
" hm... belum punya, emangnya kamu punya yaa ", ucap Lin yan.
" yahh iyalah.... aku punya, mau lihat nggak ", ucap Rei Ki.
" bisa juga, ke rumah aku aja ", ucap Lin yan.
" baiklah ke rumah kamu aja ", ucap Rei Ki.
mereka pun bersama-sama pergi ke rumah Lin yan. sesampainya di rumah mereka langsung pergi ke arah halaman rumah.
" baiklah aku tunjukin teknik pertamanya aku ", ucap Rei Ki.
Rei Ki langsung menggerakkan tangannya dan berkata 'ular petir', seketika itu muncul dua ekor ular dari tangan Rei Ki dan langsung mengarah ke salah satu batang pohon hingga menjadi hancur.
Lin yan yang melihat pun menjadi kaget dan memberikan rasa kagum kepada Rei Ki.
" wow... kelihatan kalau aku jadi pohon pasti sudah kesetrum dan juga terlempar jauh ", ucap Lin yan.
" tidak juga, itu hanya bagian awal dari teknik 'beast petir' milik aku ", ucap Rei Ki.
" kamu mau gak belajar teknik ini ?" ucap Rei Ki.
" hm.. bisa juga tapi sepertinya jangan sekarang dulu, aku mau mempelajari teknik serang pertama aku itu berasal dari elemen api", ucap Lin yan.
" elemen api... bisa juga kamu pasti bisa dapat teknik yang bagus ", ucap Rei Ki.
setelah itu mereka istirahat hingga hari semakin gelap Rei sudah bersiap untuk pulang.
" Yan aku pulang dulu yaa", ucap Rei Ki.
" baiklah, sampai jumpa Minggu depan yaa ", ucap Lin yan.
__ADS_1
" iyaa, dah... ", ucap Rei Ki.
ternyata sekolah Lin yan memberikan libur ke semua muridnya selama seminggu untuk mempersiapkan ujian kenaikan tingkat.