PERJALANAN LIN YAN

PERJALANAN LIN YAN
ch. 02, mengungkapkan rahasia


__ADS_3

hari semakin gelap, Lin yan dan ibunya akhirnya sudah pulang ke rumah mereka.


rumah Lin yan dan ibunya bisa di bilang cukup besar dan memiliki halaman yang luas.


" Bu, malam ini kita bakalan makan apa ?, ucap Lin yan.


" hm, kita masak ikan aja gimana ?, ucap Lin Ning.


" okeii ibu masak aja dulu, Lin yan mau pergi ke kamar terlebih dahulu ", ucap Lin yan.


Lin Ning mengiyakan perkataan Lin yan sambil menggerakkan kepalanya.


Lin yan langsung berjalan menuju ke kamarnya, dan ketika di jalan Lin yan melihat pintu kamar ibunya yang masi terbuka setelah dan itu tidak seperti kebiasaan ibunya. karena selama ini Lin Ning tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam kamarnya.


Lin yan yang melihat itu pun, mengintip dan masuk dengan pelan-pelan menuju kamar ibunya.


saat Lin yan tiba, ia langsung di perlihatkan oleh berbagai macam foto yang di atur banyak sekali di meja samping tempat tidur.


Karena ras penasaran, Lin yan mendekat dan melihat satu persatu foto-foto yang di atur dengan rapi itu. terlihat di foto itu ibunya sangat cantik dengan pakaian yang kelihatan mewah dan elegan dengan di dampingi oleh seorang perempuan yang bisa di bilang agak sedikit mirip dengan ibunya. dan di samping foto itu ada juga foto ibunya bersama dengan seorang pria yang kelihatan ganteng dan kuat. namun Lin yan merasa tidak nyaman ketika melihat pria itu. untuk foto lainnya juga hanya terdapat foto Lin yan dan ibunya.


setelah beberapa saat, Lin yan akhirnya sudah selesai melihat foto-foto tersebut dan berniat untuk kembali ke kamarnya.


namun ada hal baru lagi yang membuat Lin yan merasa terpanggil yaitu, di atas lemari pakaian ibunya terdapat sebuah cahaya yang berkedip-kedip dengan sendirinya.


Lin yan mendekat dan melihat ternyata ada sebuah cincin yang kelihatan mewah hingga bentuknya menyerupai naga melingkar.


meskipun Lin yan tau itu pasti merupakan cincin yang sering di pakai para cultivator untuk menyimpan semua barang yang di bawahnya, namun Lin yan tidak menyangka bisa menemukannya di rumah mereka.


" heemm... omong-omong cincin ini punya siapa ? ibu ? pasti bukan.... ", batin Lin yan.


tanpa berpikir lama-lama Lin yan langsung mengambil cincin itu dan seketika itu cincin itu langsung berhenti bersinar....


" Lin yan.... ", teriak ibunya.


namun sepertinya Lin yan tidak mendengar panggilan ibunya. karena sibuk melihat cincin tersebut.


karena Lin yan sangat lama membuat ibunya khawatir dan langsung menyusulnya. lalu ibunya kaget melihat pintu kamarnya terbuka hingga dengan cepatnya sampai ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Lin Ning kaget melihat Lin yan yang saat itu berada di kamarnya.


" Yan.. buat apa kamu di kamar ibu ?", ucap Lin Ning.


Lin yan langsung menghampiri ibunya sambil melihat dengan kebingungan.


" Bu... siapa foto-foto yang ada di sana ? lalu siapa pria di samping ibu itu ? dan ini cincin punya siapa ?...", ucap Lin yan yang memberi banyak pertanyaan kepada ibunya.


" hm... nanti ibu jelaskan padamu saat kita abis makan malam, oke ?", ucap Lin Ning.


" baiklah jikalau begitu ", ucap Lin yan pasrah.


setelah itu mereka langsung menuju ke ruang makan dan melahap semua makanan dengan cepat. hingga akhirnya Lin Ning memanggil lin yan untuk duduk di ruang tamu.


" kamu dengar baik-baik yaa, jadi ibu sebenarnya merupakan seorang pemimpin di sebuah sakte wilayah Utara. karena ada suatu hal ibu meninggalkan sakte itu dan menuju ke wilayah selatan ini, dan untuk foto yang kamu lihat yaitu ibu bersama dengan seorang pria itu nanti ibu akan beritahu jika kamu sudah melihatnya dengan langsung pria itu... intinya jangan berpikir aneh-aneh soal pria itu, karena dia sangat berharga untuk kita berdua. ", ucap Lin Ning panjang lebar.


" lalu Bu, cincin yang ada di kamar ibu itu milik siapa ? ", ucap Lin yan.


" oh cincin itu sebenarnya milik kamu... "


" iya, jadi itu merupakan sebuah cincin penyimpanan barang milik seorang cultivator hebat, dan itu sangat berarti bagi ibu dan juga kau, jadi kamu jaga baik-baik yah cincin itu ", ucap Lin Ning.


namun Lin yan memiliki sesuatu hal baru yang ingin di tanyakan kepada ibunya.


" bu, Lin yan ada sesuatu yang ingin di tanyakan. apakah ibu bisa berkultivasi ?", ucap Lin yan gugup menyinggung perasaan ibunya.


" ibu sebenarnya merupakan seorang cultivator namun menyembunyikan kekuatan ibu untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak di ingin kan. ibu saat ini berada di tahap king tingkat 8 dan itu merupakan tingkatan yang cukup tinggi bagi para cultivator benua utara ", ucap Lin Ning.


" wow... ibu the best. Lin yan tidak menyangka ibu bisa sekuat itu ", ucap Lin yan.


" ibu padahal tidak berniat mengangkat cerita ini, karena basis kultivasi mu terhenti... ", ucap Lin Ning.


" ibu tenang saja Lin yan tidak marah kok, justru sebenarnya Lin yan saat ini sudah bisa berkultivasi seperti para cultivator lainnya dan saat ini Lin yan sudah berada di tahap pengumpulan energi tingkat 4 ", ucap Lin yan.


" apa..? cepat sini kemari mendekat pada ibu ", ucap Lin Ning.


Lin yan mendekat kepada ibunya dan Lin Ning langsung memeriksa energi milik Lin yan yang ternyata memang sudah berada di tahap pengumpulan energi tingkat 4.

__ADS_1


lebih kagetnya lagi kultivasi Lin yan tidak dapat di rasakan oleh cultivator lainnya yang berada di tahap satu sampai tujuh.


" sumpah ini merupakan anugerah yang terindah bagi ibu ", ucap Lin Ning.


" maksud ibu apa ?", ucap Lin yan.


" nanti kamu lihat isi dari cincin penyimpanan barang itu dan berlatihlah dengan baik. untuk membukanya kamu cukup menyalurkan energi sedikit ke dalam cincinnya ", ucap Lin Ning senang.


Lin yan melihat isi cincin tersebut dengan arahan ibunya. dan terlihat di dalam terdapat banyak sekali uang serta beberapa Pill dan juga ada dua senjata tingkat langit menengah serta 2 buku ketrampilan bela diri.


Lin yan yang melihat semua itu menjadi kaget dan langsung melihat ke arah ibunya yang terlihat bahagia.


" Yan kamu tenang saja, itu memang seharusnya milik kamu ", ucap Lin Ning.


" baiklah bu ", ucap Lin yan.


sudah beberapa jam berlalu hingga akhirnya mereka berdua kembali ke kamar masing-masing dan tidur dengan nyenyak.


keesokan harinya, seperti bisa Lin yan dan Lin Ning pergi ke perpustakaan untuk membersihkannya. sepertinya Lin yan cukup senang dan setelah habis bersih-bersih Lin yan langsung pergi ke gudang untuk menyimpan barang yang di dapatnya ke dalam cincin tersebut.


tak terasa waktu berlalu dengan cepat hingga ibunya memanggil Lin yan untuk makan siang.


" Lin yan sini cepat makan ", ucap Lin Ning.


" iya Bu ", ucap Lin yan.


mereka berdua pun makan dengan lahap hingga abis tak tersisa.


lalu Lin Ning berkata sesuatu ke Lin yan.


" Yan bagaimana jika kamu berlatih di akademi Ji saja? ", ucap Lin Ning.


" tidak, Lin yan akan tetap di sini terus membantu ibu menjaga perpustakaan ", ucap Lin yan.


" perkembangan kamu nanti akan melambat dan ibu juga yang akan sedih melihat anaknya tidak berkembang terus ", ucap Lin Ning.


" tapi... baiklah jika mau ibu begitu nanti Lin yan akan pergi ke akademi Ji ", ucap Lin yan.

__ADS_1


__ADS_2