
beberapa hari kemudian...
ujian kenaikan tingkat akhirnya telah tiba, dan Lin yan sudah berlatih dengan keras untuk memberikan hasil yang terbaik sehingga pada kemarin hari ia telah meningkatkan kultivasinya menjadi tahap pengumpulan energi tingkat 6.
" Bu hari ini, akademi Ji akan mengadakan ujian kenaikan tingkat, Lin yan harap ibu berdoa yaa kepada Yan agar bisa memberikan hasil yang baik pada saat ujian nanti ", ucap Lin yan.
" Yan tenang aja ibu pasti akan selalu berdoa kepadamu semoga bisa berhasil saat ujian kenaikan tingkat.. dan ibu harap juga Lin yan akan melakukannya dengan baik ", ucap Lin Ning.
" ibu tenang aja, Lin Yan pasti akan melakukannya dengan sangat-sangat baik he..he..he.. ", ucap Lin yan.
setelah itu Lin yan dan ibunya langsung pergi makan pagi bersama hingga akhirnya Lin yan sudah mau pergi ke akademi.
ketika di perjalanan menuju akademi Ji seperti biasa Lin Yan pasti bakalan bertepatan dengan Rei Ki hingga akhirnya mereka berdua pun pergi bersama-sama menuju akademi.
" Lin yan, hari kamu kelihatan seperti bersemangat sekali... dan juga tingkat kultivasimu telah meningkat dari sebelumnya, sungguh perkembangan yang hebat dan luar-luar melebihi biasa, he..he..he.. ", ucap Rei Ki.
" bikin rasa mual dengar pujian darimu.. "
akhirnya mereka berdua telah tiba dan ketika mereka berdua masuk terlihat bahwa akademi hari ini sangat ramai dengan para murid yang banyak.
para murid yang datang pun di persilahkan untuk mendaftarkan diri serta mengambil sebut tanda pengenal.
setelah menunggu beberapa lama, akhirnya ada seseorang yang berdiri di depan panggung dan memberi beberapa kata pembukaan ujian kenaikan tingkat.
" selamat pagi, hari ini akademi Ji akan mengadakan ujian kenaikan tingkat dan di harapkan kepada seluruh murid akan melaksanakannya dengan baik serta tidak ada keributan saat pelaksanaan kegiatan tersebut.. saya nyatakan bahwa ujian kenaikan tingkat akademi Ji hari ini dimulai....", ucap seorang pria tua, yang ternyata adalah ketua dari akademi Ji.
para murid pun memberi tepuk tangan dengan sangat meriah serta memiliki semangat yang membara.
ujian kenaikan tingkat kali ini akan di lalui oleh beberapa tes yang pertama, tingkat kultivasi, kedua pengendalian energi dan ketiga pertarungan.
__ADS_1
di depan para murid dan guru-guru terdapat tiga buah batu yang cukup besar yang akan memberi tahu mereka tingkat kultivasi dari para murid sehingga para murid di suruh berbaris tiga memanjang ke belakang.
satu persatu sudah maju dengan memberi tahu para guru-guru nama serta tingkat kultivasinya.
pada ujian kali ini di adakan tes kultivasi karena supaya para murid ketika sudah berada di tes pertarungan akan melawan dengan tingkat kultivasi yang sama.
para murid pun sudah selesai mengikuti tes pertama hingga tercatat bahwa akademi Ji memiliki murid di tingkat empat, lima, enam dan tujuh.
setelah itu para murid langsung menuju ke tes kedua dengan berada di sebuah ruangan yang sesuai dengan tingkat kultivasi milik mereka.
saat ini Lin yan berada di ruangan yang tingkat kultivasi sama dengannya yaitu tingkat enam.
lalu ada seseorang masuk dan menyuruh mereka yang berada di ruangan tersebut di perintahkan untuk mengambil sebuah bola kaca yang berada di depan lalu kembali ke tempat duduk masing-masing.
bola kaca tersebut merupakan inti dari tes kedua yang di mana para murid akan menyalurkan energi mereka kedalam bola kaca tersebut hingga menjadi padat serta terkendali. intinya yang akan lulus tes kedua ini harus mengendalikan energi mereka di dalam bola tersebut dan jangan sampai pecah.
satu persatu sudah memecahkan bola kaca mereka hingga akhirnya tersisa empat belas murid dari tingkat enam yang dua di antaranya Lin yan dan Rei Ki.
lalu setelah itu mereka yang lolos dari tes kedua langsung di kumpulkan ke empat arena yang berbeda sesuai dengan tingkat kultivasi.
Lin yan yang sudah lolos dari tes kedua pun merasa senang dan bangga terhadap dirinya sendiri serta ia berharap akan mengakhiri ujian kali ini dengan lancar dan berhasil.
ujian tes ketiga pun di mulai dan para murid sudah di undi untuk pertandingan pertama.
di arena tiga merupakan tempat Lin yan serta para murid yang kultivasinya sama untuk bertanding.
pertandingan pertama untuk arena tiga ialah Lin yan vs kol mou yang merupakan seorang anak dari klan kol yang terkenal di kota Ji.
" baiklah pertandingan antara Lin yan melawan kol mou di mulai... ", ucap seorang guru.
__ADS_1
kol mou yang merupakan anak yang sombong pun meremehkan Lin yan dengan banyak sekali omongan.
" ... okei.. aku bakalan beri kamu kesempatan menyerang dua kali, dan jika kamu gagal membuat saya mundur.. aku bakalan... ", ucap kol mol yang terpotong karena Lin yan sudah menyerangnya terlebih dahulu.
Lin yan pun langsung menggunakan tinjunya untuk menyerang kol mou dan ternyata tinju Lin yan tidak seefektif ia kira karena itu hanya sebuah pukulan biasa tanpa teknik dan hanya mengandalkan fisik tubuh naga Phoenix miliknya.
tapi yang sebenarnya kol mou memiliki sebuah teknik pertahanan yang membuat dirinya menjadi kuat dan tak tergoyahkan.
teknik itu sendiri sudah sangat terkenal di seluruh kota Ji karena klan mou bisa di kenal banyak orang juga karena teknik pertahanan itu.
" hm, he..he.. kamu masih memiliki satu kesempatan untuk menyerang saya, bagaimana sudah mau menyerah apa belum ", ucap kol mou, sombong.
" maaf sebelumnya, tapi sekarang saatnya kamu untuk menyerah ", ucap Lin yan.
Lin yan pun mengeluarkan pedang miliknya yang membuat seluruh arena bergetar serta orang-orang menjadi tertarik.
tapi para guru-guru serta ketua akademi melihat hal tersebut hanya menganggap biasa karena mereka pikir itu hanya sebuah senjata yang baru di buat sehingga mengandung beberapa energi baru di dalamnya dan itu sudah biasa bagi mereka.
Lin yan pun langsung menebas pedang miliknya itu ke arah kol mou tanpa menggunakan teknik.
kol mou pun langsung menggunakan teknik pertahanan keluarga mereka dan berniat untuk menahan serangan dari Lin yan. tapi ternyata sebuah tebasan dari pedang Lin yan itu mengandung aura membunuh yang cukup besar tapi hanya bisa di rasakan kepada musuh yang akan di serang, jadi orang lain tidak menyadari jika ada aura membunuh dari pedang tersebut.
kol mou pun dengan kagetnya menjadi takut seketika dan langsung membuang air kecil di celana.
para orang-orang pun menjadi kaget serta bertanya-tanya kenapa kol mou langsung menjadi takut, karena yang mereka lihat itu hanya sebuah tebasan biasa dari pedang milik Lin yan.
Lin yan pun melanjutkan dengan beberapa tebasan lagi sehingga kol mou sudah tidak tahan dan langsung meminta menyerah kepada guru.
hingga akhirnya pertandingan pertama telah berakhir dengan Lin yan yang memenangkannya.
__ADS_1