PERJALANAN SANDI

PERJALANAN SANDI
PUNYA DENDAM APA SIH MEREKA?


__ADS_3

Jam 4 subuh aku bangun.. mempersiapkan segala kebutuhan ospek.. mulai memasak mie dan menggoreng telur.. oh iya dikosku ada dapur yang biasa digunakan teman-teman untuk memasak.. tempatnya didekat ruang tengah dekat tv…aku mengecek lagi peralatan yang aku catat kemarin, apel yang aku beri tangkai dan daun jambu yang aku ambil dari pohon jambu disebrang kos, mie goreng, telur ceplok yang saling menoleh, alat tulis, topi kerucut, papan nama, sepatu, pakaian dan karung sudah lengkap semua.. aku pakai semua perlengkapan dan sisanya aku simpan didalam karung..


Aku berdiri dikaca memandang penampilan diriku yang baru.. dari ujung rambut sampai ujung kaki.. eh bukan ujung rambut, kepalaku kan ku gundul semalam..dari ujung kepala sampai ujung kaki.. cuukk kaya pentol korek.. assuuu.. kupakai topi kerucut lalu aku keluar kamar.. sebelum berangkat aku minum teh kotak.. dan aku membakar sebatang rokok.. aku menikmati perlahan rokokku, di acara ospek maba tidak boleh membawa rokok.. pasti kecut sudah seharian ini.. yang lebih sadis lagi aku ga bisa bawa teh kotak.. soalnya barang-barang yang boleh dibawa hanya yang ada didalam catatan.. biadab sekali..


Jam 4.45 aku keluar dari kos.. suasana masih gelap dan dingin sekali.. didepan kosku aku lihat beberapa anak maba berlari menuju kampus.. tapi aku berjalan santai sambil merokok.. didepan gang ada seseorang berdiri memakai pakaian hitam bertuliskan panita ospek dibelakangnya, tiba-tiba orang itu berbalik.. ternyata orang itu mas danis.. melihatku berjalan santai sambil merokok dari dalam gang, mas danis berlari kearahku..


“Matikan rokokmu sekarang, didepan banyak panitia, sampai depan gang kamu harus berlari kedalam kampus, ikuti semua perintah panitia dan jangan melawan, setiap pelanggaran akan dikenai hukuman yang berat, panitia keamanan yang mengambil alih hukuman…” kata mas danis.. aku lihat samar-samar matanya merah tanda dia mabuk dan tidak tidur semalaman, bau alcohol juga tercium dari mulutnya.. aku melihat sisi lain dari mas danis.. tatapannya tajam dan wajahnya terlihat mengeluarkan aura yang menakutkan..


“Iya mas.. terimakasih infonya..” aku pun mematikan rokokku..


Dia pun berbalik dan menuju jalan didepan gang, sampai depan gang dia berbalik melihat kearah dalam gang dan dia pun berteriak..


“Itu yang didalam gang keluar cepat.. lari.. jangan lelet.. bajingan kamu semua.. anak teknik tapi lamban.. CEPAT LARI KESINI…”


Aku kaget dengan teriakan mas danis.. aku cepat berlari kedepan gang, rupanya dibelakangku banyak juga yang berlari menuju jalan depan kampus.. dan saat aku dan yang di belakangku mau masuk kedalam kampus tiba-tiba kami di teriaki lagi..


“Siapa yang suruh masuk kedalam.. baris disini.. kalian terlambat.. sekarang jam 04.55” mas danis terlihat melotot dan marah..


“Cuukkk kan masih kurang 5 menit lagi.. kok bisa terlambat..”ucapku dalam hati


Kami berbaris didepan mas danis.. mungkin ada sepuluh anak.. sedangkan didepan kampus kulihat berbagai macam hukuman kepada maba.. ada yang berjalan jongkok, push up, yang membawa sepeda motor dituntun, yang bawa sepeda onthel dipanggul, yang membawa mobil didorong dibantu maba lainnya..


“Kalian belum apa-apa sudah terlambat.. gitu mau jadi anak teknik.. bajingan kamu semua.. taruh karung kalian disamping kalian masing-masing..” mas danis lalu berjalan pelan kearah kami sambil menatap garang..


PLAK..PLAK..PLAK..


Kami ditampar satu persatu.. iya ditampar.. panas rasanya pipiku.. tapi aku tetap berdiri dengan santai.. sedangkan disebelahku terdengar agak gemetaran..


“Ada yang tidak terima.. ayo maju kedepan.. kita duel satu-lawan satu..” ucap mas danis.. kami semua berdiri mematung tidak ada yang bergerak..


BUHG..BUGH..BUGH..


Mas danis menendang kami satu persatu.. semua roboh.. tinggal aku saja yang berdiri.. aku sempat agak menunduk memegang perutku karena sakit.. tapi berdiri lagi..sedangkan yang lain tertidur sambil memegang perutnya.. kenapa mas danis main fisik ke aku juga ya? kuat sekali lagi tendangannya.. Aku kan teman kosnya.. apa dia ada dendam sama aku..? atau ga suka sama aku selama dikosan..? tapi ya sudahlah.. semua yang dianggap terlambat kena hukuman masa aku tidak.. sekarang tinggal aku sendirian dan berdiri dengan tegak.. sedang yang lain tertidur sambil memegang perutnya..

__ADS_1


BUGHH…


Tiba-tiba ada satu panitia yang berlari kearahku dan memukul wajahku.. aku sempat limbung kebelakang.. tapi aku menahan tubuhku memakai kaki kanan.. jadi posisiku seperti memasang kuda-kuda.. lalu aku kembali berdiri tegap.. topi kerucutku jatuh ketanah..


Kulihat mas mas danis marah besar matanya melotot seperti mau keluar.. tangan nya mengepal sampi bibirnya bergetar..


“Bangsat kamu.. beraninya kamu mengambil alih maba yang aku hukum..” sambil melayangkan sebuah pukulan..


BUMMMMPPP..


Orang yang memukulku tumbang dengan satu pukulan telak dirahangnya.. dia pun tergeletak.. pingsan.. mas danis pun memerintahkan panitia bagian kesehatan untuk mengangkat panitia yang pingsan ini.. kami yang melihat kaget.. ngeri juga pukulan mas danis ini..


“Kamu semua yang tertidur cepat bangun dan berbaris lagi atau kuinjak lehermu satu persatu..” perintah mas danis sambil emosi.. mereka pun berdiri sambil memegang perutnya.. mereka semua berbaris kembali disampingku.. aku merasakan ada yang asin ditepi bibirku.. bangsat.. ini darah.. orang tadi memukulku sampai berdarah… bajingan…


“Sekarang kalian jalan jongkok masuk kedalam kampus.. ikuti petunjuk panitia didepan.. nanti kalian akan di arahkan kemana.. pakai perlengkapan kalian lagi.. cepat…!!!” perintah mas danis langsung berjalan didepan meninggalkan kami… dan aku mengambil topi kerucutku lalu memakainya kembali..


Cuukkk.. ini hari pertama ospek dan aku belum masuk sampai kedalam kampus, sudah mendapatkan sebuah tamparan, tendangan diperut dan pukulan diwajah.. apalagi didalam, dapat hukuman apa lagi kami.. gila ini mau kuliah apa mau jadi tahanan.. bajingan..


Aku berjalan jongkok bergabung dengan seratusan orang yang dibilang terlambat oleh panitia.. padahal tadi kami semua yakin kurang 5 menit waktu yang ditentukan panitia.. kami berjalan jongkok kearah lapangan..


“Itu yang terlambat… berdiri dan gabung dengan teman-temannya dilapangan.. CEPATT LARI…” teriak mas raimond lewat speaker dari tengah lapangan..


“Kalian disini bukan untuk bersenang-senang.. kalian disini datang untuk mengenal kehidupan kampus seperti apa.. ikuti perintah panitia dan laksanakan.. kalau sampai ada yang berbuat kesalahan apapun bentuknya, kalian akan berhadapan dengan saya dan anggota kemanan lainnya.. PAHAM..!!!!” teriak mas raimond.. aku melihat aura mas raimond beda seperti biasa dikos.. disini mereka terlihat garang dan tidak ada senyuman, dia terlihat gagah memegang mikrofon..


“PAHAM KANDA..” teriak maba.. oh iya untuk panggilan kepanitia kami diwajibkan memanggil kanda untuk yang cowo dan yunda untuk yang cewe.. sedang kami dipanggil tole untuk yang cowo dan nduk untuk yang cewe..


“panitia keamanan masuk semua kelapangan cek semua perlengkapan tole dan nduk.. kalau ada yang dibawa selain yang ditugaskan seret kedepan.. kalau ada yang kurang tugasnya seret juga kedepan.. selesaikan kalau ada yang melawan..” perintah mas raimond selaku koordinator keamanan..


Anggota keamanan pun masuk kedalam lapangan memeriksa perlengkapan kami sambil berteriak..


“WOOOIII TUNDUK KALIAN SEMUAA.. BAJINGAN KAMU SEMUA..”


“BUKA PERLENGKAPANNYA MASING MASING”

__ADS_1


“APA KAMU LIHAT-LIHAT PANITIA NANTANG YA..”


BUGGGGHHHHH


Satu maba jatuh akibat dihajar panitia karena dianggap menantang.. terdengar semua panitia keamanan berteriak kepada kami.. sambil menunduk aku sempat melirik kedepan.. kulihat ada bebarapa maba tumbang akibat pukulan dan tendangan panitia keamanan.. bau alcohol tersebar dari mulut panitia keamanan.. mata mereka merah semua.. aku lihat semua panitia keamanan menyebar dan memeriksa perlengkapan para maba.. aku lihat ada bowo disana..


“Wahh.. bowo jadi panitia keamanan.. bajingan juga berarti dia…” ucapku dalam hati.. dia melihatku tapi cuman berjalan melewatiku.. dia kearah lia dikelompok sebelah dan memeriksa kelengkapaannya..


“Sempat-sempatnya kamu pacaran wo.. assu..” ucapku dalam hati..


“Ngapain kamu bersihkan celana..?” Tanya seorang panitia mengagetkanku kepadaku..


“Ngga pa-pa kanda.. cuman ada pasirnya sedikit..” jawabku..


“Ambil karungmu maju kedepan..” perintahnya..


“Aku salah apa kanda.. perlengkapanku lengkap.. kenapa aku disuruh maju..?” jawabku kesal..


“Kamu nantang panitia ya..?” tanyanya sambil mengangkat kerah depan pakaianku menggunakan dua tangannya, posturnya lumayan tinggi jadi aku terangkat.. dia menatatapku tajam.. aku ga mau kalah kutatap matanya dengan tajam dan gigi yang menggeretak.. kami saling berpandangan..


“Bangsat nih orang..” ucapku dalam hati.. tanganku terkepal.. kalau bukan karena janjiku pada ibuku sudah kuhajar rahangnya..


“Turunkan dia.. biar aku urus berandalan satu ini…”kulihat mas akbar dibelakang orang ini.. dia langsung menurunkanku dan meninggalkan aku..


BUGGGHHHH…


Tiba-tiba mas akbar memukul perutku kencang sekali..


“Cuukkk.. sakitnya perutku…” aku bergumam pelan sambil tertunduk memegang perutku, aku yakin mas akbar dengar aku bergumam.. bajingan.. belum terisi makanan sudah dua kali terkena hajaran diperut pagi ini..


Dia lalu mengangkat kerahku dan menatap mataku tajam


“Kalau kamu sekali lagi berurusan dengan panitia keamanan.. kubantai kamu..” kata mas akbar sambil melotot kepadaku.. lalu dia menurunkan tangannya, berbalik dan meninggalkan aku.. dua orang kosku sudah yang memukulku pagi ini..

__ADS_1


#*** punya dendam apa mereka sih.. assuuu..


__ADS_2