
Kulihat pemeriksaan selesai.. panitia keamanan keluar dari barisan maba.. dan mereka menarik maba yang tidak menjalankan tugas keluar barisan, dan mengumpulkannya jadi satu.. punyaku kenapa tidak ada yang periksa.. tau gitu aku ga usah susah-susah memasak mie dan buat telur tadi pagi.. dan aku ga perlu manjat pohon jambu tengah malam untuk mengambil tangkai dan daunnya…
“Yang melakukan kesalahan bawa kemarkas keamanan..”perintah mas raimond..
“Cukup sekian perkenalan pagi ini dari kami panitia keamanan.. ingat sekali lagi.. kami ada dimana-mana dan mengawasi gerak-gerik kalian sampai selesai acara ospek.. jadi jangan macam-macam kalau ga mau berurusan dengan kami.. SELAMAT PAGI..” ucap mas raimond dengan lantang dan pergi meninggalkan lapangan..
Kulihat panitia keamanan sebagian menggiring maba yang bermasalah meninggalkan lapangan kearah markas keamanan.. sebagian lagi berdiri menyebar keseluruh pinggir lapangan sambil mengawasi kami..
“Selamat pagi tole-tole dan nduk nduk..” ucap pembawa acara dengan suara lembutnya.. ya dia seorang wanita cantik yang aku temui pertama kali dikos barbara.. waktu itu dia berpacaran dengan ‘penjaganya’ didepan teras.. manis sekali senyumnya pagi ini..
“Setelah ini kalian istirahat sebentar silahkan membuat lingkaran sesuai kelompoknya masing-masing…. Ayo kanda dan yunda bina damping.. tolong diarahkan kelompoknya masing-masing” ucapnya..
Aku mengambil karung dan berbaur dengan kelompokku.. terlihat mba amel mendatangiku.. dia menggunakan pakaian hitam yang sama dengan mas danis tadi.. oh rupanya semua panitia menggunkan pakaian yang sama ya.. baru nyadar aku..
“Aku dihukum didepan yunda.. aku diangap terlambat padahal aku datang kurang 5 menit dari jadwal yang ditetapkan panitia..”ucapku membela diri
“Jadi menurutmu panitia salah..? aku kasih tau ya ke kamu.. ada dua pasal tentang panitia, pasal pertama panitia tidak pernah salah dan pasal kedua kalau panitia salah kembali kepasal pertama.. paham..” kata mba amel sambil melotot..
“Iya yunda..” jawabku sambil menganggukan kepala..
“Peraturan apa ini.. seenaknya aja dibuat.. bajingan panitia ini..” ucapku dalam hati yang sangat jengkel
“Itu kenapa bibirmu berdarah? Apa karena dipukul mas akbar barusan..?” Tanya mba amel, kalau melihat dari tatapannya, aku yakin dia khawatir denganku..
“Ga pa-pa yunda.. tadi aku terjatuh waktu berangkat kesini, aku kurang hati-hati..” ucapku sambil berbohong kepadanya..
“Kamu itu… cepat bersihkan..” kulihat dia ga puas dengan jawabanku sambil menyerahkan sapu tangannya…
“Ga usah yunda.. aku bisa bersihkan sendiri..”lalu aku bersihkan dengan jempolku..
“Pake ini.. lihat itu masih ada darahnya.. cepat..” dia memaksaku untuk memakai sapu tangannya, dari pada menimbulkan perdebatan dan memancing panitia keamanan datang, akhirnya kuambil dan membersihkan darahku menggunakan sapu tangannya.. lalu kuserahkan kembali..
“Terimakasih dan mohon maaf yunda sapu tangannya kotor..”diambilnya sapu tangannya dan dimasukkan kekantong..
“Sekarang balik kebarisan kelompok…” perintahnya..
Sebelum balik kekelompok.. aku sempat melihat mas danis dan mas akbar diatas gedung lantai dua.. mereka mengawasiku sambil melihat situasi lapangan..
Kelompok kami dibagi dua dan berhadapan.. kami dalam posisi duduk.. aku berhadapan dengan ratih.. seorang cewe berjilbab.. cantik dan manis.. dan dia jurusan industry.. bagai mana aku tau? Aku membaca dari papan nama yang tergantung dilehernya.. oh ini maksudnya disuruh buat papan nama.. kami saling bertatapan.. dan dia tersenyum kepadaku.. ya paling ngga senyuman ratih ini mengobati kekesalanku setelah terkena hajar dari panitia kemanan tadi..
“Oke sekarang yang laki-laki buka topi kerucutnya dulu.. setelah itu silahkan kalian buka karung kalian masing-masing.. mie, telur dan apelnya dikeluarkan..” ucap mba amel..
Kami membuka topi kerucut masing-masing.. aku sempat melihat yuda dan surya di sampingku.. aku baru sadar sekarang.. padahal semalam kami potong gundul bareng ternyata yang kayak pentol korek bukan aku aja tapi teman-temanku juga.. hahaha.. assuuu.. kulihat dibarisan ini tidak ada aldo.. kemana ya manusia satu itu..
“Sandi.. silahkan pimpin berdoa.. setelah itu kalian makan saling suap suapan dengan pasangan kalian masing-masing..”ucap mba amel..
Akupun memimpin berdoa..
“Ya Tuhan terimakasih atas nikmat yang Kau berikan pada kami pagi ini.. walaupun kondisi kami yang laki-laki seperti pentol korek dan yang perempuan seperti ondel-ondel.. kami menikmati dengan iklas dan bersyukur karena masih bisa diberi nikmat sarapan.. semoga setelah sarapan kami tetap diberi kekuatan, keiklasan dan kesabaraann..”
“AMIIINNN..” sahut teman-temanku..
Mereka semua menahan tawa mendengar doaku.. loh.. emang ada yang salah dengan doaku.. aku kan lagi bersyukur kepada Penciptaku.. mba amel pun terihat melotot.. tapi kulihat dia juga menahan tawa sambil melihat sekeliling takut kalau panitia keamanan mendengar doaku.. bisa tambah panjang urusannya..
Akun duduk berhadapan dengan ratih..dan kami saling memandang .. samar-samar terdengar alunan musik dan kamipun bernyanyi lewat tatapan sendu kami
(Suaraku)
Pandangan pertama.. awal aku berjumpa..
pandangan pertama.. awal aku berjumpa..
seolah olah hanya.. impian yang berlalu..
sungguh tak kusangka.. dan rasa tak percaya..
__ADS_1
(Suara ratih..)
cowok setampan dia.. datang menghampiriku..
hampir-hampir aku.. tak sadar di buatnya..
Jeng..jeng..jeng..jeng..
“Asssuuu.. bedebah.. sempat-sempatnya kau bernyanyi anak muda..” kata mahluk itu datang lagi..
“Untung aku nyanyi aja.. kalau aku nari disini.. apa ga tambah gempar dunia khayangan..” jawabku cuek…
“Baajingan kau.. hahahahaha..”
Cuukkk aku menyuapi ratih yang cantik ini dan dia menyuapiku dengan tangan tanpa menggunakan sendok.. ini nih yang aku suka.. coba acara ospeknya gini aja isinya bahagia banget aku..
Aku lihat disampingku yuda dan surya berhadapan.. mereka pasangan yang akan saling menyuapi.. nikmatin tuh suap-suapan sesama pentol korek.. hahaha.. assuuu..
Aku pun memimpin berdoa.. dilanjutkan suap suapan dengan ratih.. secara bergantian.. cuukk.. waktu kusuapin sempat tersentuh bibirnya.. lembut banget cuukkk.. dan waktu dia menyuapiku tangannya pun menyentuh bibirku.. assuuu.. tangannya putih.. bibirnya.. lembut.. seperti agar-agar kelapa muda.. hemmm,…. Tangan sama bibirnya nya aja gitu apalagi dalemannya ya..
Aku menyupai ratih sambil melirik ke arah yuda dan surya.. ketika menyuapi sengaja tangan kiriku memegang dagunya ratih dan tangan kananku menyuapi dengan perlahan seperti ditivi-tivi.. dan kubuat mataku merem melek seolah-olah ratih mengisap jari telunjukku.. yuda dan surya yang melihat kejadian itu menatap sambil melotot dan ngedumel.. kalau kuterawang lewat ilmu yang diajarkan kijoko pintar.. terlihat dari bibirnya mereka mengucapkan satu kalimat pujangga “asssuuuu…” hahahahaha…
Waktu giliranku disuapi ratih.. aku menerima suapan ratih lalu membuat gerakan memajukan bibirku seolah-olah lagi ngemut putting ratih.. dan kubuat gerakan mengeluarkan lidah ku sedikit seperti menjilat.. yuda dan surya makin emosi.. kulihat yuda jengkel dan menggigit telunjuk surya.. asssu… surya lalu menepes kepala yuda menggunakan tangan kiri.. hahahhaha..
Setelah makan, kami lanjutkan minum segelas aqua yang dibagi panitia.. kami minumnya satu gelas berdua.. ratih minum dulu, setelah itu aku yang menghabiskan minumannya, aku meminum tepat dibekas bibir ratih.. aku merasa seperti mengulum bibirnya.. sekali lagi kulihat yuda dan surya yang memperhatikanku dari tadi.. kuputar seluruh permukaan gelas lalu menjilatnya.. mereka hanya meneguk liur dan melotot.. apa mungkin mereka mau berubah menjadi ranger hitam dan ranger kuning ya? Hahahaha…
“Ayo semua berdiri kita baris lagi.. kita bersiap untuk upacara pembukaan..” perintah mba amel..
Waktu aku berdiri aku menyapa yuda dan surya ..
“Enak ya makannannya hari ini.. special banget rasanya.. seperti ada mainis-manisnya gitu..” ucapku pada mereka dengan tampang tidak berdosa….
“Asssuuuu..” kata mereka berdua kompak..
“Jangan marah ke aku dong.. kan memang sudah ditakdirkan kalau orang ganteng pasangannya cantik.. kalau hom-hom ya pasangannya hom-hom.. hahahahaha” kataku sambil tertawa..
“Assuuu.. ngomongmu aja keracunan.. tapi kenyataannya kamu malah jilatin tanganku pake nafsu gitu..” kata yuda..
“Juancoookk.. bedenggek.. bisa kesurupan aku jilat tanganmu.. assuuu..” kata surya..
“Hahahaha..”kami bertiga tertawa bersama
“Loh aldo kemana..? kok ga kelihatan..?” tanyaku
“Aldo dibawa ke markas keamanan.. tadi topi kerucutnya hilang waktu perjalanan kekampus..”ucap yuda..
“Kasihan juga ya..” ucapku..
Surya hanya mengangguk pelan..
“Itu aldo..” kata surya sambil menunjuk aldo yang berjalan kearah kami..
Kulihat jalannya agak lain, dia agak pincang dan mukanya kusut..
“Kenapa kamu do..? habis sarapan apa disana..?” Tanya yuda..
“Sarapan kaki sapi..” kata aldo
“Wah enak dong.. kita disini aja cuman makan mie sama telor terus makan apel..” kata yuda..
“Enak kepalamu.. kaki sapi itu kakinya panitia keamanan.. waktu aku disuruh skot jump, pas loncat pahaku diinjak dari samping.. aku kehilangan keseimbangan dan aku jatuh..” katanya jengkel..
“Bangsat enak betul panitia keamanan itu ya..” gerutu yuda yang ikut jengkel
“Waktunya kita berubah teman-teman.. pasukan rita repulsa sudah mulai bertingkah..” kata surya sambil melihat kami
__ADS_1
“Woiii pasukan guatel.. jangan bertindak tanpa perintahku ya..” samar-sama suara zordon terdengar dari atas langit..
“Ayyayayaya…” suara alpa menyahut
Aku, yuda dan surya saling berpandangan, kami cuman geleng-geleng aja dengar cerita aldo sahabat yang satu ini.
Acara hari pertama diisi upacara pembukaan, materi oleh pihak rektorat, terus nyanyi-nyanyi.., terus istirahat dan melakukan ibadah.. kepalaku pusing siang ini, bukan karena efek pukulan dari panitia keamanan, tapi karena aku ga minum teh.. mau gila aku rasanya..
“Pur.. sini sebentar..” mba amel memanggilku..
“Kenapa yunda..”jawabku..
“Ikut aku sebentar kebelakang…” aku mengikuti mba amel kebelakang..
Tiba-tiba mba amel mengeluarkan sesutau yang membuat aku bahagia sekali..
Mba amel mengeluarkan 2 teh kotak..
“Terimakasih yunda.. terima kasih…”
“Terimakasih Tuhan.. Kau telah aku mengutus seorang malaikat yang cantik disini..” aku mengambilnya satu dan meminum air kehidupanku ini..
Mba amel tersenyum mendengarnya dan kulihat dia seperti aneh melihat ekspresiku meminum teh kotak pemberiannya…
Aku menikmati setetes demi setes cairan teh ini yang masuk kedalam tenggorokan dan dialirkan keseluruh pori-pori tubuhku.. aku menikmati sambil merem melek dan mendesah..
“Kok kamu kayak ngemut ***** gitu sih ekspresimu minum teh…” kata mba amel..
“Yunda mau diemut kah nenennya..?” ucapku reflek.. langsung kututup mulutku yang lancang ini.. cuuukkkk keceplosan.. kutampar pelan bibirku..
“Apaaaa…..?” kata mba amel melotot..
“Ngga yunda.. maaf.. aku terlalu menikmati minum teh sampe ga sadar ngomong apa.. maaf ya yunda.. maaf sekali..” ucapku sambil tertunduk.. cuukkk kenapa aku keceplosan..
“Kurang ajar.. memang betul-betul mesum tingkat tinggi kamu pur… wuuuu..” kata mba amel sambil menempeleng pelan pipiku.. bukan menempeleng sih yang aku rasakan.. tapi seperti membelai mesra.
“Maaf yunda.. maaf.. dari tadi pikiranku tegang terus..” kataku mencoba membela diri
“Hemm.. ya udah.. oh ya.. ga usah panggil yunda kalau berdua..”
“Kalau teh kotak aku bisa kasih, tapi kalau rokok minta keamanan sana..”ucap mba amel..
“Cari mati aku mba kalau minta rokok kekeamanan.. dapat teh kotak aja aku dah bersyukur banget..”
“Nih satu kotak lagi habisin..”
“Loh bukannya buat mba yang satu?”
“Aku itu gampang.. kamu aja minum..”
“Terimakasih mba cantik.. terimakasih..” ucapku menggombal sambil meminum satu teh kotak lagi… untung dikampus.. kalau diluar langsung kupeluk sama kusosor bibirmu mba.. heeeemmm… gemes aku..
“Kalau dah habis.. cepat balik kebarisan ya.. aku duluan.. ga enak kalau ada yang lihat..” ucap mba amel, langsung pergi meninggalkan ku sendiri..
Aku melihat mba amel berjalan dari belakang.. bokongnya lenggak-lenggok seperti penari yang mengundang kami untuk datang dan menyawer.
“Terimakasih sekali lagi mba..” ucapku..
Diapun berbalik dan menolehku
“Ini ga gratis.. nanti aku tagih gantinya..” ucapnya sambil mengerlingkan mata sebelah kiri.. dan langsung pergi..
Kegiatan hari ini dilanjut dengan materi.. terus nyanyi-nyanyi.. terus diplonco.. terus materi lagi.. begitu terus sampe harga dolar Indonesia bisa mencapai harga dua ribu rupiah lagi.. capek dan menguras energy.. belum lagi pas materi ada yang mengantuk biasanya dipanggil keamanan dan diseret kelapangan terus dikasih hukuman..
Acara hari ini sampai jam 9 malam, kami dikasih tugas lagi untuk dilaksanakan besok pagi.. dan besok kami disuruh datang jam 5 pagi lagi..
__ADS_1
#Cuukkk.. hari ini kesabaranku benar-benar diuji…