PERJALANAN SANDI

PERJALANAN SANDI
SEKUAT ITUKAH SANDI PURNAMA IRAWAN?


__ADS_3

* POV RENDI


Kami berempat duduk diruang tengah kos-kosan sambil meminum air kenikmatan.. aku, wawan, bendu dan bung toni.. sebelumnya ada perdebatan sedikit dengan wawan sahabatku, tentang aku yang mengijinkan seorang anak calon mahasiswa baru untuk kos disini.. memang aneh sih aku aja agak bingung dengan keputusan ku menerima sandi (Nama anak itu), untuk kos disini.. padahal banyak mahasiswa lama yang terobsesi ingin kos di pondok merah tempat kami..


Karena suatu kebangaan bisa kos disini.. karena disini tempat berkumpulnya bajingan kampus ditempat kami kuliah…


Sementara sore itu aku lah yang mengijinkan anak baru itu kos disini.. dia yang entah dari mana dan aku tidak tau kemampuanya bagaimana, apakah dia bisa mengimbangi kami.. aku juga tidak tau.. tapi kalau kulihat sorot matanya pada saat masuk kos waktu itu.. ada jiwa bajingan yang terlihat didalamnya.. semoga fellingku tepat..


Kesan pertama.. lumayan.. dia bisa minum dua botol langsung topi miring tanpa tumbang dan pingsan didepan kami..


Kesan kedua anaknya royal.. buktinya dia membeli minuman banyak sekali untuk perkenalan diri kepada kami..


Kesan ketiga dia bisa masuk kekamar kos barbara, berarti dia bisa jadi bajingan ************ juga..


Beberapa hari aku terus mengawasai anak ini, aku belum melihat kekuatan dari anak ini.. dia type anak yang tidak suka mencari masalah.. mungkin karena masih baru..


Hari pertama ospek aku melihat sandi dihajar oleh danis dan akbar.. dia tidak roboh.. seperti teman temannya.. kuat juga fisiknya.. tapi aku belum bisa lihat kekuatan sebenarnya dari sandi karena dia tidak melawan..


Hari kedua ospek aku lihat lagi dia dihajar bobby dan rudi, dia tidak melawan juga.. tapi yang kulihat dia tetap berdiri santai dan tegap..


Sengaja aku berpesan kepada anak-anak kos kalau sandi dihukum sama panitia lain segera ambil alih jangan sampai dia dibawa ke markas keamanan.. bagaimanapun juga sandi satu kos denganku.. bukannya aku mau pilih kasih, tapi ga enak aja kalau ada anggota kosku yang diseret panitia lain apalagi sampai dibawa keruang keamanan.. pasti aku tidak terima.. tapi kalau anak kosku yang ambil alih menghukum sandi atau membawanya ke ruang keamanan aku lebih terima…


Hari ini hari ketiga, aku melihat alan dan segerombolan anak panitia keamanan membawa beberapa orang maba termasuk sandi didalamnya.. yang rata-rata anak mesin dan anak sipil ke gedung belakang .. wah.. kelihatannya ada kejadian menarik nih.. aku lalu mengajak bung toni, wawan dan bendu kelantai dua gedung belakang..


Bener saja dugaanku.. dibelakang ini anak maba dibagi menjadi dua saling berhadapan.. anak maba sipil berempat termasuk sandi dan anak maba mesin berjumlah enam orang..


Duel pertama dimenangkan anak sipil.. begitu juga duel kedua dan ketiga.. untuk yang ketiga ini agak menarik.. itukan aldo adik bendu.. dia menghajar sekali saja lawannya tepat didagunya langsung tumbang lawannya.. hebat juga adeknya bendu ini.. aku menengok bendu.. dia tersenyum bangga sambil menepuk dadanya..


Duel kempat ini yang aku tunggu karena tanak sipil tinggal sandi yang belum berduel.. anak mesin maju ketengah tapi sandi tidak maju di tetap diposisinya sekarang.. sampai anak mesin itu mendatangi dan menghajarnya berkali-kali sampai dia tertidur dia tidak melawan.. ada apa ini.. dia diseret ketengah dengan pasrah… lalu didudukan.. setelah itu dihajar hidungnya sampai rebah kebelakang.. dia pun tidak melawan aku melihat darah mengalir dari pelipis, hidung dan bibirnya.. aneh ini anak.. dan satu tendangan membuat sandi terkapar dan tidak bangun lagi..


Akupun meninggalkan ruangan lantai dua gedung ini dengan emosi diikuti teman-temanku.. aku ga mau lihat kondisi sandi yang babak belur karena tidak melawan.. kamu ga punya nyalikah san..? ga mungkinlah.. pasti ada yang kamu sembunyikan dan tidak kamu keluarkan.. aku cuman menggeleng..


Aku masuk kedalam ruang keamanan.. dan alan masuk menghampiriku dan bercerita tentang kejadia duel tadi.. aku diam dan mendengarkannya.. alan mengira aku tidak melihat kejadian itu.. tidak berapa lama aku melihat sandi masuk didalam ruang keamanan.. kelihatannya pelipisnya masih berdarah dan hidungnya merah sedangkan dibibirnya sudah kelihatan bersih dari darah…. kenapa dia sampai dibawa kesini.. harusnya satelah duel dia diamankan.. kurang ajar.. kami kecolongan.. disaat raimond sibuk sebagai coordinator, anggota kosku yang lain disini semua tidak ada yang mengawasi diluar.. tapi ya sudahlah.. aku lihat aja nanti apa yang terjadi..


Siang ini ada mas pandu, mas arief, mas adam.. mereka adalah senior kami dikampus dan dikos-kosan, mereka berjuluk singa tua karena sudah belasan tahun kuliah tapi belum lulus.. mereka adalah bajingan dijamannya.. dan juga ada beberapa angkatan mas pandu yang sudah lulus hadir diruangan ini untuk sekedar berkumpul dan minum bareng..


Didepan ruangan anak-anak maba dikumpulkan, tiba-tiba udin dan dua orang kaki tangannya maju dan meminta ijin kepada kami untuk memberi pelajaran kepada para maba yang bermasalah didepan.. udin dan kedua temannya ini satu angkatan denganku, mereka berambisi ingin menguasai kampus dan sempat membuat ribut dengan menantang serta mengalahkan beberapa bajingan dikampus,.. mereka pernah datang kekosku dan menantang kami semua.. aku yang ingin maju ditahan oleh bung toni.. katanya biar dia yang urus bajingan ini.. bung toni, wawan dan bendu maju menghadapi mereka bertiga.. pertarungan lumayan sengit.. mereka duel satu lawan satu ditengah ruangan yang biasa tempat kami berkumpul dikosan.. bung toni, wawan dan bendu sempat agak kewalahan dengan lawannya masing-masing tapi mereka bisa menjatuhkan dan membuat pingsan udin dan teman-temannya.. mulai saat itu mereka sudah tidak berani lagi membuat ribut dikampus..


Dan hari ini mereka sepertinya ingin menunjukan kekuatannya lagi didepan mahasiswa baru.. mereka menghajar satu persatu mahasiwa baru didepan kami dengan membabi buta.. aku diam memperhatikannya dan menghentikan acara pesta kami..

__ADS_1


Dia menghajar semua maba sampai roboh.. kecuali satu sandi.. walaupun tadi dia sempat duel dibawah dengan anak mesin dan berdarah-darah.. dia tetap berdiri dan tidak roboh… benar-benar gila fisik anak ini.. aku makin penasaran sama dia.. kenapa dia bisa sesabar itu tanpa melawan orang yang sudah menghajarnya.. aku lihat teman-teman sudah mulai emosi melihat sandi dihajar dan tidak melawan.. alan berdiri dan mau maju tapi ditahan oleh mas pandu.. teman-teman yang lain juga ditahan oleh mas arief dan mas adam..


Aku lihat kedepan udin terus menghajar sandi, dia tidak melawan hanya mundur, menghindar dan sedikit melindungi wajahnya dari pukulan udin.. darah mengalir dari pelipis dan mulut sandi..


“Lawan san.. lawan.. masa kamu diam aja dihajar begitu..” ucapku dalam hati..


Setelah memukul sandi, udin mundur dan berteriak agar semua maba membuka pakaiannya.. semua maba mengikuti perintahnya kecuali satu orang.. lagi-lagi sandi yang membuat udin marah.. dia mendekati sandi dan memaksanya membuka pakaian.. sandi tetap diam dan sempet tersenyum mengejek udin.. bajingan memang anak satu ini.. mulutnya berdarah tapi masih sempat tersenyum.. udin memegang kerah baju sandi dan menariknya.. tapi sandi tetap tidak mau membuka pakainnya.. udin pun sampai kehilangan akal, dia marah lagi dan selanjutnya..


Udin memukul rahang sandi.. dan kulihat tambah banyak darah mengalir dibibir sandi, lalu udin menyeret kerah baju sandi, dia putar kan kekanan dan kekiri.. gila sandi tetap diam.. dia menantang dan berteriak kewajah sandi.. sampai pada saat udin berkata..


“WOIII ANAK TOLOLL… LAWAN AKU… BISA YA ADA PEREMPUAN YANG LAHIRIN BANCI KAYAK KAMU…. ”


Aku melihat wajah sandi langsung berubah, kelihatannya dia tidak terima dengan perkataan udin yang memakinya dengan membawa nama ibunya.. wajahnya berubah menjadi menakutkan, matanya merah.. giginya mengerat.. tangannya mengepal.. Emosi sudah menguasai dirinya.. dia sempat memejamkan mata.. setelah itu dia membuka matanya dan dia meneteskan air mata.. bangsat.. kenapa dia menangis? Atau jangan-jangan itu ekspresi emosinya yang memuncak..? aku menatap tajam sambil menunggu apa yang terjadi kemudian..


Pada saat udin akan memukul lagi..


“BUUGGGHHHHH…”


Udin roboh kebelakang dan kejang-kejang menyentuh lantai.. dia memegang dadanya sambil berguling-guling.. darah segar keluar dari mulutnya.. gila.. ini gila.. orang yang sempat berkelahi dan merepotkan bung toni dalam duel satu lawan satu, roboh dengan satu tendangan kedada.. padahal bung toni mempunyai pukulan dan tendangan yang cukup mematikan dan udin bisa bertahan.. tapi dengan sandi, satu tendangan saja sudah roboh.. gila.. jiwa bajingannya betul betul keluar dari tubuhnya.. kenapa tidak dari bawah tadi kamu hajar lawanmu san.. aku sempat sempat berpikiran bahwa kamu ga punya nyali.. tapi sekarang.. kamu membuktikan keraguanku tadi..


Dua orang teman udin maju menyerang sandi, satu Uppercut tepat mengenai rahangnya.. roboh, berdarah dan pingsan.. satu lagi ditendang balik diwajahnya, roboh juga dengan hidung yang patah dan berdarah.. kami semua kaget melihat kejadian barusan.. teman-teman kos pondok merah saling pandang, aku tau mereka juga kaget dan heran melihat perubahan sandi yang awalnya santai langsung berubah menjadi sandi yang penuh aura menyeramkan diwajahnya, ternyata sandi bukan anak biasa yang lugu, yang mudah tersenyum dan sopan seperti yang biasa terlihat.


Sandi benar benar emosi.. dia sempat berteriak dan berkata muak dengan dengan acara ospek ini.. dia berjalan hendak keluar ruangan..


“Jangan san, jangan kamu terima tantangan mas pandu.. dia orang gila..” ucapku dalam hati.. teman-teman juga khawatir sandi menerima tantangan mas pandu..


Mas pandu ini orang gila.. fisiknya kuat, tahan pukul dan pukulannya sangat mematikan aku dulu sempat merasakan, sebelum masuk kekosan pondok merah aku sempat berkelahi dengan mas pandu.. aku diundang kekos merah.. dan ditantang duel mas pandu.. karena jiwa mudaku yang masih gampang terbawa emosi, aku terima tantangannya dan berduel satu lawan satu… aku memukul mas pandu dan menendang sekuat tenagaku.. dia tidak roboh dan dia tetap berdiri.. dia membalas satu kali saja pukulan dirahangku.. aku roboh dan pingsan.. aku sempat dirawat satu minggu akibat pukulan itu…


Pernah juga aku mendengar kabar dari pendahuluku, mas pandu pernah dikeroyok kumpulan preman-preman kota ini.. dia dikeryok dua puluh orang.. dia berhasil mengalahkan semua dan membuat musuhnya tersungkur dan terkapar…


Kembali ke sandi.. dia merasa dirimehkan dengan tantangan mas pandu dia menerima tantangannya.. tanpa banyak kata


BUUGGGHHHHH…


Sandi memukul mas pandu dirahang


BUUGGGHHHHH…


Sandi menghajar mas pandu menggunakan lututnya tepat didada

__ADS_1


Mas pandu tetap santai dan berdiri


Tidak berkurang sama sekali ketahanan tubuh mas pandu dari dulu.. dia kuat sekali.. padahal dia sudah lama tidak bertarung..


Sandi yang sudah emosi mencoba memanfaatkan sisa satu kesempatan dengan berlari sambil menendang kepala mas pandu sambil berteriak..


BUUGGGHHHHH…


Mas pandu sempat goyang sedikit.. tapi berdiri tegap lagi dan menatap sambil tersenyum ke sandi.. sandi kaget tiga serangannya tidak membuat mas pandu roboh… belum sempat dia siap dengan serangan mas pandu..


BUUMMMMMM..


Sandi langsung roboh dan pingsan.. mulutnya kembali mengeluarkan darah..


Mas pandu memukul rahang kiri sandi dengan kuat dan tepat..


Kami semua sudah menduga akan begini akhirnya… mas pandu lalu memanggil panitia keamanan untuk membawa sandi dan tiga orang yang dirobohkan sandi ke ruang kesehatan..


Mas pandu memanggilku dan menyuruh mengumpulkan anak kos pondok merah diruang belakang.. kami berjalan keruang belakang dengan perasaan yang masih bertanya-tanya, bagaimana sandi yang tadinya tidak mau melawan saat duel dibawah sekarang malah bisa merobohkan tiga bajingan kampus yang lumayan kuat dengan serangan yang mematikan, dan juga aku bingung bagaimana dengan kondisi sandi sekarang yang roboh dihajar mas pandu.. kami semua anak kos telah berkumpul diruangan belakang.. kecuali sandi yang dibawa keruang kesehatan.. mas pandu kelihatan pucat , aku menduga mungkin pengaruh minuman dan kurang istirahat..


“Sudah berkumpul semua ya..” ucap mas pandu sambil menarik nafas dalam-dalam….


“Iya mas.. sudah berkumpul.. sampean kurang istirahat ya mas.. sampean kelihatan pucat mas..” ucapku kepada mas pandu..


Dia cuman mengangkat tangannya kepadaku tanpa menjawab pertanyaanku, seolah menyuruhku diam..


“Instingmu memang benar tentang sandi.. dia anak yang kuat.. ga salah kamu ijinkan dia jadi bagian keluarga besar kita…..” ucap mas pandu agak gemetar.. tiba-tiba


Uuuweeekkkkk…..


Mas pandu muntah darah… gila.. apa ini pengaruh serangan sandi tadi.. kami mencoba menahan mas pandu tapi dia tetap menyuruh kami untuk diam ditempat…


“Padahal tadi aku main-main saja menantangnya.. tapi mungkin dia terlanjur emosi dengan kejadian sebelumnya.. pukulan dan tendangannya sangat keras.. belum pernah aku mendapat serangan seperti tadi.. sebenarnya aku mau roboh.. tapi aku malu didepan seluruh panitia keamanan.. kalau didepan kalian saja ga pa-pa..”


“Efek serangannya bukan aja pada saat didalam ruangan tadi, tapi pada saat aku berjalan kesini dan duduk disini..” ucapnya pelan.. darah terus mengalir dari mulut mas pandu..


“Rendi tugasmu mengontrol emosi sandi.. sebenarnya kalau dia tidak emosi berlebihan dia tidak mungkin pingsan.. dia pasti kuat menahan pukulanku.. fisik anak itu kuat..”


Mas pandu menarik nafas dalam-dalam.. tiba-tiba mas pandu tersungkur kedepan.. kami semua panik melihat mas pandu pingsan..

__ADS_1


“Adam cepat ambil mobilmu kesini.. kita bawa mas pandu kerumah sakit.. rendi kondisikan senior-senior semua jangan sampe ada balasan ke sandi dan kemasiswa baru.. raimond kamu kondisikan mahasiswa baru.. aku khawatir ada pergerakan dari mereka setelah tau kejadian tadi.. jangan ada yang tau kondisi mas pandu.. biar aku sama adam yang mengurus nya.. nanti kita saling beri kabar.. oke.. sekarang bubar..” kata mas arief…


#Cuukkk sekuat itukah sandi purnama irawan…


__ADS_2