
Aldo, yuda dan surya lalu mengerubungiku.. dan mendudukanku.. kutepis tangan mereka.. aku lalu membersihkan darah yang ada dimukaku dengan tangan..
“Kenapa kamu ga melawan san..” kata yuda.. aku diam saja tak menjawab..
“San.. awakmu ga po-po ta?” (san kamu gapa-pa kah?) kata surya.. aku tetap diam lalu aku berdiri.. mereka mencoba untuk membantu.. tapi lagi-lagi kutepis tangan mereka.. aku tidak ingin dikasihani oleh teman-temanku… aku lalu berjalan dengan agak sempoyongan menuju kamar mandi..
Didalam kamar mandi kulepas almamaterku dan kemejaku.. aku lalu membasuh mukaku.. dan kubersikan juga hidungku.. perih sekali rasanya ketika air menyentuh luka di bibirku dan di pelipisku.. tapi aku tahan,.. aku lalu membasahi kepalaku yang gundul..
Kulihat almamaterku banyak bercak darah.. aku lalu mencoba membersihkan seadanya.. lalu aku memakai kemejaku dan almamaterku kembali dan keluar dari kamar mandi..
“Kamu keruang kesehatan aja dulu san.. bersihkan lukamu” kata alan.. aku diam dan melewatinya..
“San.. bersihkan dululah lukamu..” kata aldo, aku tetap diam dan mengambil perlengkapanku.. ‘
Aku ambil karung dan memasukan semua perlengkapan ospekku kedalamnya.. lalu aku berjalan meninggalkan teman-temanku yang bingung melihat sikapku.. sebenarnya aku juga ga enak dengan teman-temanku.. kemenangan mereka harusnya dirayakan dengan bahagia.. tapi ini aku mencorengnya dengan kekalahan yang telak karena aku sama sekali tidak melawan.. akhir pertempuran yang antiklimaks bagi sahabatku..
Aku berjalan menuju lapangan tempat kelompokku berkumpul.. aku melewati panitia keamanan yang berjaga disekitar lapangan.. mereka menatapku heran dengan kondisiku.. tapi aku berjalan santai saja seolah tidak ada apa-apa..
“Kamu kenapa pur..?” Tanya mba amel yang melihat kondisiku seperti ini.. aku mengenakan almamater tanpa menggunakan papan nama dan topi kerucut.. ada luka diwajahku yang masih mengeluarkan darah walaupun tidak sebanyak tadi.. almamaterku dan kerah kemajaku banyak bercak darah..
“Ngga apa yunda.. aku jatuh dekat kamar tandi tadi..” jawabku berbohong tanpa menatap wajah cantiknya..
“Jangan bohong bohong kamu ya.. habis berkelahi dengan siapa kamu..? jawab..? tatap wajahku kalau aku bertanya..” kata mba amel yang agak meninggi bahasanya..
“Aku ga pa-pa..” kataku sambil menatap matanya.. tiba-tiba kulihat matanya berkaca-kaca.. mungkin karena aku agak keras menjawabnya..
Kudengar dari arah belakang.. teman-temanku baru datang dan berbaris disampingku..
“Jadi kalian tadi habis berkelahi ya..?” kata mba amel melihat teman-temanku yang baru datang.. dan dia berjalan meninggalkan aku menuju yuda yang agak parah luka lebam diwajahnya..
“Kamu habis berkelahi dengan siapa yud..?” kata mba amel
Belum sempat menjawab tiba-tiba ada tiga orang panitia keamanan datang menghampiri kami..
“Udin.. ini anak tadi yang kubilang.. dia kelihatannya habis berkelahi dengan maba anak mesin yang sudah dibawa keruang keamanan..” kata seorang panitia..
Panitia yang dipanggil udin tadi menghampiriku.. dan mengangkat kerah kemejaku lalu menatap mataku tajam..
“Kamu tadi habis berkelahi sama maba anak mesin ya..?” katanya
“Mas tolong lepasin ade bina damping saya..” kata mba amel dibelakangnya..
“Diam kamu mel.. ini urusan panitia keamanan.. “sahut temannya..
“Tapi dia dikelompokku aku yang bertanggung jawab..” kata mba amel tegas..
“Kalau sudah ada yang berkelahi begini itu urusan panitia keamanan.. bina damping diam.. kamu ga tau peraturannya kah..?” udin berbicara dan menoleh kebelakang dan menatap tajam mba amel.. mba amel pun terdiam..
“Jawab pertanyaanku.. kamu habis berkelahi sama anak maba mesin ya..?” dia mengulangi pertanyaannya..
Aku diam saja dan membalas tatapan matanya.. aku sudah capek dengan keadan ini.. mending aku diam.. kalau aku berbicara bisa tambah panjang urusannya.. jadi lebih baik diam aja..
Udin melepaskan tangannya dari kerah kemejaku…
“Bajingan kau ya.. ditanya malah melotot, kamu nantang aku….”
PLAKKK.. PLAKKK..PLAKKK
Aku ditamparnya tiga kali.. teman kelompokku sampai kaget terutama tiga sahabatku yuda, surya dan aldo.. mereka seolah memandangku dengan rasa tidak terima.. tapi aku diam saja… sambil kutatap tajam kematanya.. mba amel yang ada dibelakang nya pun sepertinya tidak terima..
“Kenapa kamu lihat aku seperti itu.. kamu ga terima? Mau berkelahi? Ayo ikut aku kemarkas keamanan..” dia marah sambil menarik kerah bajuku, aku diseret paksa olehnya..
“Bawa juga tiga temannya itu..” perintah udin pada kedua temannya..
Mereka lalu menarik ketiga temanku untuk mengikuti dibelakang udin.. aku ditariknya naik kelantai 3 gedung fakultas industry.. ketika pintu dibuka aku berdiri dipintu melihat sekeliling ruangan ini.. ruangan ini semacam aula yang lumayan luas.. tapi lebih luas aula utama yang dibawah.. aku lihat ada sekitar 30 maba berdiri didepan.. dan ada juga anak mesin yang berkelahi dengan kami berdiri disitu.. mereka cuman memandang kami lalu tunduk kembali.., dan disekitar kanan kiri ruangan, panitia keamanan berdiri mengawasi maba yang ada didepan.. dibagian belakang aku lihat mas rendi dan penghuni kosku yang lain, minus mas raimond karena sibuk dilapangan.. aku lihat alan duduk disebelah mas rendi.. kelihatannya dia habis mengobrol sesuatu.. mungkin tentang kejadian tadi.. mereka melihat kearahku.. aku pun menunduk pura-pura tak melihat meraka..
“Woii.. kamu yang didepan pintu ngapain berdiri disitu..? cepat masuk dan gabung sama temanmu disini..” perintah seorang panitia keamanan.. aku masuk melangkahkan kakiku memasuki ruangan diikuti ketiga temanku.. gila.. akhirnya setelah hari ketiga aku masuk juga ruangan keamanan yang jadi momok bagi maba ini.. aura didalam ruangan ini memang menakutkan.. membuat merinding bagi yang mau terkena hukuman.. btotol-botol bekas minuman berserakan dimana-mana, puntung rokokpun bertebaran..
Aku pun bergabung dengan maba yang lain.. dari tempat aku berdiri aku bisa melihat mas rendi dan yang lain lebih jelas.. diantara teman-teman kos aku lihat ada tiga orang asing yang duduk dengan mereka.. mungkin ini yang namanya tiga singa tua.. pandangannya kearahku tajam.. sama seperti waktu mas rendi menatapku waktu aku pertama kali masuk kekos dulu.. tidak lama berselang, kulihat mas raimond masuk membawa beberapa orang maba yang bermasalah.. mereka disuruh gabung dengan kami.. mas raimond sempat melirikku.. tapi diam saja.. lalu mas raimond bergabung dengan mas rendi.. lengkap sudah penghuni kos pondok merah diruangan ini termasuk aku dan tiga singa tua.. mas rendi membuka botol dan menuangkan kegelas dan memutarkan kesekelilingnya, termasuk panitia lain yang bukan berasal dari kosku..
__ADS_1
Seandainya ini dikos-kosan pasti aku disuruh gabung dan ikut pesta dengan mereka.. tapi kondisi sekarang berbeda, aku berdiri didepan mereka seperti pesakitan saja.. kulihat giliran alan yang mengangkat gelas.. diangkat gelas sambil melihatku.. tapi tatapannya datar
“Ini tadi yang habis berkelahi dengan mereka ya..” kata seorang panitia keamanan yang melihat kami sambil menunjuk ke anak mesin
“Mau jadi preman nih kelihatannya..” sahut seseorang dari arah samping..
Tidak ada reaksi apapun dari teman-teman kosku.. mereka hanya menatapku..
Tidak lama berselang tiga orang panitia keamanan maju didepan kami..
“Izin abang-abang dan izin coordinator keamanan, kami mau memberikan sedikit pelajaran buat para bajingan-bajingan baru ini..” orang yang sedang berbicara ini adalah udin orang yang menyeretku kesini tadi.. tidak ada jawaban dari semua orang.. mereka hanya diam saja.. tiba-tiba..
PLAK..PLAK..PLAK..PLAK..
Mereka bertiga menampar kami semua secara bergantian.. kulihat mas rendi menghentikan minumnya… dia melihat kearah kami yang didepan..
“TUNDUK KALIAN SEMUA.. BAJINGAN.. BARU JADI MAHASISWA SUDAH MEMBUAT MASALAH.. BRENGSEK KALIAN..”
PAKKK..BUGHHH..PAKK..BUGHH..
Dia berlari sambil memukul kami.. di ikuti dua orang temannya..
PAKKK..BUGHHH..PAKK..BUGHH..
Mereka terus memukul kami para maba yang ada didepan dengan secara brutal.. semua maba jatuh tersungkur dan kesakitan termasuk anak mesin dan ketiga sahabatku.. kecuali aku yang tetap berdiri..
Tiba-tiba dia berdiri didepanku
“Kamu mau jadi preman disini ya…”
PAKKK..BUUGHHH..PAAKK..BUGHHH..
Dia memukul wajahku dan menendang dadaku… aku diam tidak melawan…. kulihat teman-teman kosku sudah mulai gelisah dan menatapku dengan tajam.. darah kembali mengalir dari pelipisku..
“Ayo lawan aku”
PAKKK..BUUGHHH..PAAKK..BUGHHH..
“BERDIRI KALIAN SEMUA.. BAJINGAN.. LEMAH SEKALI KALIAN.. GITU MAU JADI ANAK TEKNIK..”
Di berteriak kepada semua maba yang tergeletak.. dan semua anak yang tergeletak bangun dengar perintah udin sambil menahan sakit..
“SEKARANG.. BUKA BAJU KALIAN SEMUA.. ATAU AKU INJAK-INJAK MUKAMU SATU PERSATU.. CEPAT BUKA..”
Aku melihat teman-teman kosku sudah mulai emosi tapi ditahan oleh tiga singa tua.. berbeda dengan mas rendi.. dia diam saja dan menatapku.. kali ini aku tidak tau arti tatapannya karena datar begitu saja..
Akhirnya semua maba yang diruangan ini membuka almamater dan kemeja putihnya.. mereka semua bertelanjang dada.. sedangkan aku tetap berdiri dengan pakaian lengkap dengan bercak darah habis perkelahian tadi.. dia tidak terima dengan sikapku..
BUGHHH.. dia memukulku sekali lagi dirahangku.. aku tetap berdiri tegap, hanya sempat oleng sedikit tadi.. perlahan kurasakan ada darah mengalir lagi dibibirku..
“Kenapa kamu ga buka pakaianmu..” tanyanya sambil menatap mataku..
“Hem,….”aku cuman tersenyum kecil sambil membalas tatapannya..
“Kenapa kamu senyum.. bajingan kamu.. buka pakaianmu sekarang.. BUUKKKAAAAA” dia berteriak diwajahku.. bau alcohol dimulutnya keluar seolah mengejekku..
Aku tetap diam dan tetap menatap matanya..
“Mau kusobek-sobek pakaianmu..” dia menarik kerah almamaterku sehingga wajahnya dekat sekali dengan wajahku..
“Kamu bener-bener nantang aku ya..” dia menarik kearah almamaterku dengan keras dan menyeretku..
“Ayo lawan aku.. lawan..”
Aku diam saja…
“WOIII ANAK TOLOLL… LAWAN AKU… BISA YA ADA PEREMPUAN YANG LAHIRIN BANCI KAYAK KAMU…. ” dia berteriak dimukaku..
Jancookk.. Bangsaattt.. dia boleh memakiku.. dia boleh menghajarku.. dia boleh menginjak-injak aku.. aku akan tetap sabar.. tapi jangan bawa ibuku.. Assuuu.. adrenalinku yang tadinya perlahan naik, akhirnya cepat disambar emosiku lalu terbakar.. bangsat.. aku paling benci kalau ibuku dihina.. aku mengeratkan gigiku.. mengepalkan tanganku.. kutatap matanya penuh dengan kemarahan.. mataku berkaca-kaca.. kututup perlahan mataku..
__ADS_1
“Maaf bu.. aku melanggar janjijku.. aku sudah ga kuat lagi.. boleh mereka menghajarku.. tapi aku ga terima ibu dihina..” lalu kubuka mataku.. perlahan menetes air mataku mengingat wajah ibu..
Kulihat dia akan memukulku..
BUUGGGHHHHH…
Dia roboh kebelakang dan kepala bagian belakangnya membentur lantai dengan keras.. dia kejang-kejang sambil memegang dadanya.. perlahan dari mulutnya keluar darah.. dia terkapar sambil berguling kekanan dan kekiri.. matanya melotot menahan sakit.. setelah aku menendang dadanya memakai tumitku dengan sekuat tenaga…
Kutatap satu persatu orang diruangan ini.. merekasemua kaget melihat apa yang barusan mereka lihat dan mungkin mereka kaget juga melihat ekspresiku sekarang ini.. termasuk tiga teman kelompoku, anak mesin yang berkelahi denganku dan teman-teman kosku..
Hari ini aku mencapai titik emosi yang terlalu tinggi.. nafasku berat dan aku melihat sekelilingku dengan tajam.. aku sudah terlalu bersabar dengan tingkah orang-orang ini.. aku dihajar hari pertama, hari kedua dan hari ini aku dihajar habis-habisan oleh dedi anak mesin.. sekarang diruangan ini udin dan dua temannya, mereka memukulku seperti binatang.. aku juga tetap sabar.. tapi dia terlalu kurang ajar sampai memakiku dengan membawa-bawa ibuku.. itu yang membuatku takuasa menahan gejolak emosi..
Kulihat dua temannya ingin menyerangku..
Aku menunduk menghindari pukulan salah satu temannya.. aku mendapat celah untuk memukulnya..
BUUMMMMMM..
Uppercut ku tepat mengenai rahangnya.. diapun tumbang sambil menyemburkan darah dari mulutnya…dia roboh dan pingsan
Satu lagi temannya menerjangku dari depan.. aku menghindar kesamping..dan dia sekarang berada dibelakangku.. aku cepat berbalik.. dan
BUUMMMMMM..
Tendangan balikku tepat diwajahnya.. hidungnya patah dan mengeluarkan banyak darah.. diapun roboh juga..
Aku berteriak meluapkan emosi..
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGGHHHHHHHHHHH”
Semua orang terdiam.. tidak ada suara..
“Aku ga pernah cari masalah, aku sudah terlalu sabar dengan semua ini.. tapi dia telah menghina ibuku.. kalau ada yang membelanya.. siapapun orangnya.. dia akan aku lawan.. persetan dengan semua acara ini…” dan aku pun berjalan menuju pintu keluar sambil membersihkan darah yang menetes dikening dan bibirku..
PROOKK..PROOKK..PROOOKK..
Aku berbalik.. dan kulihat salah satu singa tua berdiri sambil bertepuk tangan…
“Mantap sekali semangatmu.. tapi kamu tidak boleh keluar dari ruangan ini..” ucapnya santai..
“Aku ga perduli denganmu atau dengan yang lain.. kalau ada yang menghalangi.. ku selesaikan sekarang juga..” ucapku penuh dengan emosi..
“Wahhh.. hebat sekali kamu..” ucapnya sambil tersenyum santai dan menatapku tajam..
“Oke gini aja.. ga usah buang waktu.. ayo kita adu pukul.. kamu pukul saya tiga kali duluan..terserah pukulan atau tendangan.. kalau salah satu seranganmu membuat aku roboh.. silahkan berbuat semaumu.. tapi kalau aku belum roboh.. aku akan memukulmu satu kali saja.. bagaimana” ucapnya santai..
Bangsat.. dia ngeremehin aku.. tanpa basa basi lagi aku berlari menuju orang itu dan..
BUUGGGHHHHH…
Aku pukul tepat dirahangnya.. dia tidak bergerak sama sekali, dia menerima pukulanku, dan dia tetap berdiri santai, tidak roboh.. hanya sempat goyang sedikit.. bangsat.. aku mundur perlahan, kutatap orang itu dengaan emosi.. lalu aku bersiap lagi dan langsung meloncat kearahnya..kuarahkan lututku kedadanya..
BUUGGGHHHHH…
Dia mundur beberapa langkah.. tapi tetap dengan posisi berdiri dan lagi lagi tidak roboh..
Gila kuat sekali singa tua satu ini, tidak ada tanda-tanda mau roboh.. aku masih mempunyai satu kesempatan lagi.. aku harus memanfaatkannya.. aku mundur lagi.. lalu dengan kuda-kuda yang kuat aku berlari kearahnya dan aku tendang dia tepat dikepala.. sambil berteriak…
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRGGGGHHHHHHHHHHH”
BUUGGGHHHHH…
Dia hanya oleng sedikit.. tapi sekali lagi dia tidak roboh..
Assuuu.. luar biasa manusia satu ini.. baru kali ini aku lihat ada orang yang bertahan dan tetap berdiri setelah menerima tiga seranganku.. biasanya semua lawanku akan roboh dengan satu seranganku saja… ini tiga kali.. gilaaaa… tiga kali dan dia tetap kokoh berdiri.. tiba-tiba sebelum hilang kaget dan kekaguman ku pada orang ini…
BUUMMMMMM.. Gelapppp
#*** aku gak bisa nahan gejolak emosi ku kali ini
__ADS_1