
“Aku balik dulu pur.. mau kekelompokku..” kata lia pamit
“Hati-hati non.. kalau ada yang ganggu dirimu sebut nama abang ganteng ini..” kata surya sambil memukul dadanya..
“Ganteng..? gantengan kunci apa gantengan baju..?” kata lia
“Gantengan hidupmu dimasa depan..” kata surya sambil mangut-manggut..
“Uuaaasssyyiikkkk.. “kata lia sambil tersenyum manis..
“Kalau cuman modal cacing mending kamu mundur aja sur.. cukup kamu mancing dikali aja ..” kata yuda..
“Asssuuu..” kata surya..
“Hahahahahah..” kami berlimapun tertawa bersama.. setelah itu lia pergi bergabung dengan kelompoknya disebelah kami..
Kami berempat pun balik kekelompok kami..
“Empat orang blo’on yang lewat dan seolah-olah jadi power ranger.. hahahaha..” kata seseorang berbicara menyindir kami.. dia sedang berkumpul ber enam dengan temannya..
“Maksudmu apa cok bilangin kami blo’on..” kata surya maju mau menghampiri mereka..
“Sur.. ga usah cari masalah.. kita pergi ajalah..” kataku menenangkan surya.. aku memang ga mau memperpanjang masalah.. aku ga mau lagi berurusan dengan panitia keamanan..
“Maksudmu apa san.. mereka loh yang ngatain kita dulu.. assuuu..” kata surya sambil menatap satu-satu mereka..
“Kamu ga terima.. ayo selesaikan secara jantan.. duel yo..” kata anak itu.. dia pun berdiri bersama teman-temannya.. mereka berdiri didepan kami.. kulihat papan nama mereka.. teknik mesin tertulis jelas jurusan mereka dipapan nama yang tergantung dileher mereka.. cuukkk.. kalau ribut, masalah bisa panjang ini.. bukan aku takut.. tapi sekali lagi aku ga mau berurusan dengan panitia keamanan.. mungkin lain kali aja kalau ada kesempatan..
“Ngga mas.. kita mau balik kekelompok kami.. maaf ya..” kataku sambil berjalan dan coba melewati barisan mereka.. karena kelompok kami ada dibelakang mereka..
Buuukkkk..
Dadaku didorong dengan keras oleh salah satu anak didepan kami yang bernama azis.. aku pun terdorong kebelakang.. aldo langsung menahan punggung belakangku.. sedangkan surya dan yuda mau maju menyerang, langsung kutahan dengan kedua tanganku..
“Jangan jadi pengecut kamu.. kita anak teknik.. selesaikan masalah baru kita bisa pergi..” kata sesorang yang bernama dedi.. badannya gempal.. tinggi hampir sama denganku.. kalau kulihat, dia sepertinya yang paling menonjol diantara teman-temannya..
Tiba-tiba orang yang pertama menghina kami bernama roni loncat dan coba memukul kepalaku.. aku yang sudah melihat gerak-gerik mencurigakan langsung merendahkan kepalaku kearah kiri, menghindar dari serangannya tanpa menggeser tubuhku .. dan tangan kananku menepis lengan tangannya dan reflek mendorong pundaknya dengan tangan kiri hingga jatuh.. cuukkk.. kenapa bisa begini… assuuu..
Ketika dedi akan memukulku..
“Woooiiii.. bajingan..”
Teriak empat orang panitia keamanan mendekati kami.. cuukkk.. masalah besar sudah ini..
“Baris kamu semua.. bajingan ini..”
Kami dibariskan berjejar.. aku hanya pasrah apa yang akan terjadi nanti..
“Bangsat.. mau jadi jagoan kah kamu semua..” teriak panitia keamanan itu..
PLAK..PLAKK..PLAKK..PLAKK
Satu orang berlari dari ujung keujung sampil menampar kami.. panas dan rasa terbakar pipi ini.. lalu panitia dibelakangnya berjalan pelan..
BUUKK..BUKKK..BUKK..BUKK..
Dia berjalan sambil menendang perut kami satu persatu.. teman-teman termundur kebelakang tapi tidak ada yang jatuh.. tendangan manusia satu ini kalah keras dengan tendangan mas danis kemarin lusa…
“Ada apa ini..” tiba-tiba alan datang bersama bowo dan teman-teman lainnya mungkin sekitar 10 orang..
“Ini lan.. mereka mau berkelahi semua..” kata orang yang menampar kami..
Alan mendekati lalu menatap satu persatu.. dan memegang pundakku.. assuuu.. kamu juga mau pukul aku kah kisanak.. kamu lupa kalau kamu pernah aku beliin rokok dari puncak gunung tidar waktu itu.. dia meremas pundakku pelan..
“Kelihatannya ini masalah dua jurusan lan.. jurusanmu dan jurusanku..” kata sesorang
“Iya ndra.. betul juga..” kata alan..
“Kalian semua minggir.. ini urusan anak mesin dan anak sipil..” dia menunjuk empat panitia kemanan yang menghukum kami tadi..
“Jadi gimana ini.. lan..” lanjut orang tadi..
“Kita selesaikan aja dibelakang gedung ndra.. cukup kita aja yang tau jangan sampai panitia bayangan tau akan hal ini.. bisa-bisa selesai kita semua..” kata alan..
“Betul juga.. kita main-main sedikitlah dibelakang..” kata salah seorang panitia mesin..
“Kamu yang berempat anggap aja ga lihat hal ini.. jangan kasih tau siapa-siapa..” kata alan menunujuk empat panitia keamanan tadi dan menyuruhnya pergi..
“Kamu semua bersepuluh ikut kami kebelakang gedung..” kata orang tadi
Bajingan.. apalagi ini.. kenapa kita mau dibuat mainan.. assu sekali orang-orang ini.. kami semua pun mengikuti alan, bowo, indra dan yang lain yang berjalan didepan kami..
“Gimana ini san..?” kata surya berbisik pada kami berempat.. aku diam saja tak menjawab
“Kalau disuruh duel kita selesaikan mereka.. ” kata aldo
“Sepakat..” kata yuda dan surya..
“Gimana kamu san..” kata aldo
“Ngga.. aku ga mau berkelahi..” jawabku
“Terus gimana..?” kata yuda menatapku
“Ya aku ga mau berkelahi titik..” ucapku agak keras sambil menatap tajam yuda.. suaraku tadi rupanya terdengar anak mesin didepanku.. mereka menoleh kearah kami sambil tersenyum menegejek..
__ADS_1
Aldo hanya menggeleng mendenger jawabanku dan melihat ekpresiku yang menatap tajam yuda.. yuda langsung ditarik surya untuk terus berjalan bersama aldo.. aku pun berjalan mengikuti mereka dari belakang..
Setelah sampai digedung belakang kami dipisah kan menjadi dua kelompok dan saling berhadapan..
“Sekarang silahkan pilih lawan masing-masing.. dan jangan main keroyokan.. ” kata mas indra anak mesin..
Kami diam dan saling menatap aja.. mereka berenam dan kami berempat.. aku malas ikut perkelahian ini.. ga ada gunanya.. aku kesini mau kuliah bukan jadi petinju.. kalau mau jadi petinju aku akan berangkat kesalah satu sasana tinju di ibu kota negara bukan kekota ini.. atau aku berlatih dengan ayahku aja disana.. dari pada jauh-jauh keluar kota.. ini adalah salah satu situasi yang sangat menjengkelkan menurutku..
“Wooiii kamu anak mesin kalau ga ada yang maju satu orang.. kubantai sampai mampus semua sekarang juga..” kata mas indra menunjuk maba anak mesin..
Lalu maju anak yang bernama roni.. dia melepaskan topi kerucutnya dan meletakkan papan nama dan tas karungnya.. dia berjalan ketengah dan menatap kami..
“Anak sipil ga ada yang maju..?” kata alan sambil merokok..
Surya pun berjalan ketengah setelah meletakkan peralatan ospeknya.. kali ini dua orang berhadapan ditengah kami…. tangan roni mengepal dan menatap buas surya.. surya merenggangkan tangannya.. dia menyatukan jari kanan dan kirinya lalu membunyikan kebawah.. jancuukkkk.. sangar juga temanku ini..
Kretekk..kretek.. bunyi jari-jari surya yang direnggangkan lalu dia membunyikan kepalanya kekanan dan kekiri.. roni tanpa dikomando langsung menerjang sambil melompat.. dia mengarahkan lututnya kewajah surya.. surya yang masih merenggangkan kepalanya kaget dan ga bisa menghindar..
BUUMMMM…
Lutut roni mengenai wajah surya.. surya tidak bisa menghindar karena kepala belakangnya dipegang roni.. surya terlempar kebelakang.. dan roboh kebelakang.. darah keluar dari hidung surya.. cuukkk.. pasti sakit sekali itu.. nekat bener sih surya ini.. kalau ga mampu mending ga usah maju…
“Wooooo… prok..prok..prok…” tepuk tangan dari anak-anak mesin..
“Tumbang anak buahmu satu lan..” kata mas indra tersenyum.. sedang alan cuman tersenyum sambil merokok..
“Kamu mundur.. gantian temanmu lagi.. ayo siapa lagi yang maju..” kata mas indra bangga.. kulihat bowo cuman diam aja dari tadi tidak ada komentar.. dia menatapku dengan tatapan datar…
Roni terlihat bangga sambil tersenyum mengejek sambil mengangguk-angguk didepan kami.. dia berbalik dan melangkah ke barisannya..
“Woi bajingan.. kamu kebanyakan **** ya.. kelihatannya lututmu kosong itu.. buktinya aku ga pa2..” kata surya berdiri sambil mengelap darah dari hidungnya.. bangsat.. kuat juga manusia satu ini..
“Wah darah ya.. aku tadi tuh habis ketemu cewe cantik.. nah.. kalau habis ketemu yang cantik, pasti mimisan hidungku.. jadi jangan ge er kau tukang ****.. lututmu ga sekeras yang kau kira..” kata surya sambil tersenyum meremehkan.. aldo dan yuda tersenyum dan menahan tawa mendengar oon satu itu berbicara.. bisa aja dia ngeles.. bajingan.. hahaha..
Roni berbalik dan terkejut melihat surya berdiri tegak dan cuman tersenyum sambil membersihkan darahnya dari hidung.. dia langsung emosi mendengar ocehan surya.. dia langsung berlari sambil meloncat.. dia mengarahkan pukuluan kewajah surya..
BUUUGGGGHHHHH…
Sebuah tendangan kaki kanan surya mengenai tepat dada roni.. matanya melotot menahan sakit dengan posisi dia masih meloncat dan belum menyentuh tanah.. roni lalu terdorong kebelakang.. ketika badannya melayang kebelakang.. surya langsung melompat.. mengarahkahkan tinju kanan dan kirinya kewajah roni.. diakhiri dengan tendangan memakai tumit yang sangat keras..
BUUUMMMMMMM…
Badan roni terhempas kebawah dengan keras.. dia melotot dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.. dia terlentang dan tidak bergerak lagi..
Cuukkk.. sakit itu.. sakiiit.. sakti sekali kau ranger kuning..
Semua panitia mesin yang ada disitu terkejut dan tidak berkedip melihat kejadian itu.. alan cuman tersenyum santai sambil menghisap rokoknya.. tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.. bajingan kau kisanak..
“Bajingan.. bikin malu aja kau ini.. seret dia keruang kesehatan..” kata mas indra marah.. lalu dua orang panitia menggotong roni keruang kesehatan..
“Siapa lagi yang maju..” kata mas indra sambil melihat maba anak mesin..
“Kamu maju san..? Tanya lado padaku
“Ngga aku malas berkelahi..” ucapku sambil menggeleng..
Yuda langsung maju kedepan, sebelum maju dia melakukan tos kepada surya.. mereka melakukan seperti pergantian pemain..wehh nekat juga anak ini kataku.. dia berdiri ketengah lalu bersiap-siap bertarung.. azis langsung menyerang duluan.. mungkin dia mau balas dendam karena temannya terkapar tadi.. dia memukul yuda tanpa henti menggunakan tangan kanan dan kiri.. dan yuda menahan setiap pukulan menggunakan kedua tangannya sambil melindungi kepalanya..azis terus memukul sambil maju kedepan tanpa memberi kesempatan yuda melawan..
Kalau seperti ini bisa kalah juga yuda ini.. seberapa kuat dia bertahan dengan pukulan azis yang membabi buta.. setelah sampai terpojok didinding.. yuda mengangkat kaki kanannya dan menendang perut azis dengan keras..
Buggghhh…
Azis terdorong kebelakang karena tendangan yuda.. tapi dia tidak jatuh.. wuuu.. ngeri juga azis ini.. dia masih bisa berdiri dengan tegap.. lalu azis menyerang lagi.. tapi dengan sigap yuda menghindar dan kali ini yuda mengarahkan pukulannya kearah pipi kanan azis..
Bugghhh..
Pipi kanan azis terkena pukulan..
Bughhhh..
Pelipis kiri azis kena pukulan juga..
Tapi lagi-lagi di tetap berdiri.. lalu azis membalas pukulan yuda.. dia mengarahkan pukulan kearah rahang yuda..
Buggh..
Yuda sempat oleng.. tapi dia berdiri lagi dan menyerang azis lagi.. jual beli pukulan terjadi didepan kami.. suaranya sungguh menyakitkan telinga.. kulihat mereka berdua sudah sama-sama mengeluarkan darah.. keadaan sangat imbang..mereka berdua jatuh bangun dan kembali saring serang.. tidak ada yang menghentikan sampai satu orang tumbang.. sampai pada saat satu pukulan yuda mengarah pada rahang azis dengan sangat keras…
BUUUMMMMMM…
Azis oleng kesamping… belum sempat azis berdiri satu huk kiri yang jadi kekuatan yuda menghantam rahang kanan azis..
BUUUMMMM….
Azis pun roboh dengan bersimbah darah…
“Bangsaattt..” teriak mas indra dengan berbarengan jatuhnya azis… yuda berdiri lalu mengatur nafasnya.. sambil membersihkan darah yang mengalir dari mulutnya.. dan yuda pun berbalik kearah kami..
Yuda berjalan kearah kami sambil memegang pipinya yang agak bengkak..
“Lama sekali kau anak muda.. kurangkah ilmu yang aku turunkan..” kata surya sambil tersenyum..
“Lama sekali kau anak muda.. kurangkah ilmu yang aku turunkan..” kata surya sambil tersenyum..
“Dia terlalu tangguh guru.. tidak seperti yang aku bayangkan.. mohon bimbingannya guru..” kata yuda sambil mengepalkan kedua tangannya kedepan dan agak membungkuk.. seolah-olah memberi hormat ke surya..
__ADS_1
“Hahaha.. asuu..” mereka pun bersalaman..
“Siapa lagi anak mesin yang maju.. jangan bikin malu lagi ya..” kata mas indra yang sudah agak emosi.. dua adek tingkatnya sudah tumbang dihadapannya..
Satu orang maju.. namanya akmal.. dia berjalan ketengah dan berdiri menanti lawannya.. dia lalu melakukan pemanasan bergaya seperti seorang petinju.. dia meloncat tinggi lalu kekanan dan kekiri.. tangannya mengepal kedepan membuat gerakan jab kanan dan jab kiri…. wajahnya sangat bengis.. terlihat ada beberapa bekas luka diwajahnya.. kelihatannya anak ini sering tawuran..
“Hajar dia mal..”
“Selesaikan dia..”
“Buat di tobat mal..”
Teman-temannya menyemangatinya.. dan akmal semakin membuat gerakan yang seperti menakuti lawannya.. kepalanya bergoyang kekanan dan kekiri lalu menunduk dan membuat gerakan seperti melakukan hook kanan dan hook kiri..
“San mau maju..? kata aldo lagi..
Aku cuman menggeleng tanpa melihat aldo.. aldo pun melangkah kedepan.. disambut tos kanan kiri oleh yuda dan surya yang ada didepan kami.. aldo berjalan santai sambil menatap akmal.. akmal tetap melakukan gerakan-gerakan tadi.. sedangkan aldo terlihat santai saja..
Aku melihat keatas gedung lantai dua, nampak empat serangkai kos pondok merah melihat dan menikmati pertarungan dari tadi, mas rendi, bung toni, mas wawan dan mas bendu..
Kembali ketengah arena.. mereka berhadapan dan saling menatap.. nafas akmal naik turun seperti menahan emosi.. dia lalu maju kedepan dan mengarahkan pukulannya kekepala aldo
BUUMMMMMM…
Akmal tegeletak menggelepar kelantai setelah satu uppercut aldo mengenai pas didagunya.. haa… selesai.. iya selesai.. ternyata akmal cuman menang pemanasan aja.. aldo berdiri sambil merentangkan tangan kesamping dan mendongakkan kepala keatas.. cuukkk kuat sangat pukulan temanku ini..
“Bajingan kamu ngeledek kami..” kata mas indra dan anak mesin berdiri mau mendatangi aldo..
“Diam aja ditempat ndra.. ga usah ikut campur.. kalau cuman kamu sama teman-temanmu ini cukup aku sendiri aja yang bantai..” kata alan santai sambil duduk dan menghisap rokoknya..
Aldo pun berbalik dan jalan santai sambil menggaruk kepala..
“Wuuuu.. gila kau anak muda.. mantap kali uppercutmu.. hahahaha..” kata surya.. aldo cuman tersenyum lalu mendekatiku..
“Sekarang mau ga mau giliranmu san..” kata aldo sambil melirikku dari samping.. aku tetap diam dan tidak maju..
“Woiii.. kamu sekarang sama aku.. “ teriak dedi sambil maju dan berdiri ditengah.. dia menunjukku.. tapi aku tetap diam ditempatku dan tidak bergerak sama sekali.. aldo, surya dan yuda menatapku seolah olah menyuruhku untuk maju..
“Kalau kamu ga maju aku yang akan menyeretmu kemari..” kata dedi.. lagi-lagi aku tidak menanggapi omongannya.. alan hanya melirikku sambil merokok..
“Bajingan ini.. kuhitung sampai tiga kalau ga maju aku yang maju..” katanya..
“Satuu…”
“Dua..”
“Tiga..”
Dedi langsung berlari kearahku sambil melayangkan pukulannya kerahang kananku.. aku mencoba mengelak.. rupanya itu gerakan tipuannya.. dia lalu melayangkan pukulannya kerahang kiriku dengan telak.. aku oleng ke kanan.. tapi aku sempat menahan tubuhku dengan menggunakan kaki kananku..
Cuuk sakit sekali pukulannya.. belum juga aku tarik nafas tendangan kaki kiri dedi mendarat mulus dipelipis kananku.. aku pun oleng kekiri… aku roboh kebelakang tapi tertahan oleh dinding dibelakangku..
Dedi mendatangiku dan memukulku secara brutal.. aku hanya melindungi kepalaku yang mulai berdarah dipelipis.. lututnya pun naik keperutku..
Bugggghh..
Assuuu.. sakit sekali perutku.. aku tertunduk menahan sakit sambil memegang perutku.. kesempatan itu digunakan untuk menendang kepalaku..
Buuugghhhh
Aku pun roboh kesamping.. dan aku tergelatak dilantai.. aku merasa darah tambah mengalir deras dari pelipisku.. dan darah menutup mataku.. sehingga membuat buram pandanganku…
Dedi menarik jas almamaterku.. lalu menyeretku ketengah…
“Wooiiii… berhenti.. ini sudah kelewatan..” kata aldo berteriak..
“Dia ga melawan.. menang sudah kamu.. ngapain kamu seret dia..” kata yudi dengan emosi..
“Lepas woi.. bajingan..” teriak surya..
“Biasa aja kalian.. kalian bertiga diam aja disana.. seperti kami melihat pertarungan kalian tadi ..” kata mas indra..
Ketiga sahabatku terdiam.. aku juga tidak mendengar suara alan..
Setelah sampai ditengah aku didudukankan.. lalu dedi memegang kepalaku dan memukul tepat dihidungku..
Buuhhggggggg..
Aku roboh kebelakang dengan darah yang mengalir dari hidungku.. aku pun berbalik dan tengkurap memegang hidungku yang sangat sakit sekali.. mungkin patah sudah hidungku ini.. aku lalu mencoba berdiri.. aku berlutut dan kedua tanganku menahan tubuhku.. posisiku seperti orang yang merangkak..
“Lemah sekali kau jadi anak teknik.. ga pantas kau disini..” kata dedi..
Dalam posisi merangkak seperti ini aku bisa melihat dari darah yang keluar dari pelipis, hidung dan mulutku menetes kelantai.. ini sudah kelewatan.. aku yang tidak melawan dari tadi.. masih juga dihajar..
Bajingan.. perlahan emosiku mulai naik.. tanganku mengepal.. nafasku naik dan turun.. lalu aku memejamkan mata..
“Nak.. janji sama ibu ya.. jangan berkelahi lagi.. kamu ga pengen buat ibu menangis dan bersedih sampai masuk rumah sakit seperti kemarin kan.. hikss..hikkss…” ibuku memelukku sambil menangis dan membelai kepala belakangku.. aku hanya terdiam sambil memeluk ibuku.. tatapan dan pikiranku kosong.. aku ga kuat mendengar ibuku menangis seperti ini dipelukanku..
“Waktu berkunjung telah selesai.. silahkan tahanan kembali ke sel masing-masing..” suara pengumuman terdengar dari petugas jaga..
Aku yang mengingat janjiku kepada ibuku langsung lemas dan mencoba duduk bersimpuh dikedua kakiku.. tiba-tiba..
BUUGGGHHHHH
Sebuah tendangan tepat dipelipis kananku yang membuat aku roboh.. aku terdiam dan tidak bergerak..
__ADS_1
Dedi lalu pergi meninggalkan ku disambut tepuk tangan oleh teman-temannya..
#*** aku teringat janjiku kepada ibuku