Perjalanan Sang Tuan Muda

Perjalanan Sang Tuan Muda
Part 1 - Pertemuan


__ADS_3

"Huh....lelahnya , apa memang aku harus membawa semua barang ini?" Gerutu seorang pemuda sedang memperhatikan koper yang dibawanya yang besarnya minta ampun.


"Huahahaha"


"Astaga dragon , apa itu tadi?"


Pemuda itu terperanjat mendengar suara tawa menggelegar di dalam gedung kosong disamping tempatnya berada,namun ia tampak menhiraukan suara tawa itu dan segera melanjutkan perjalananya.Selangkah kemudian ia mendengar lagi suara yang lebih keras dari sebelumnya


Karena pemuda itu penasaran , ia mendekati gedung tersebut , namun entah kenapa bulu kuduk tengkuknya tiba-tiba berdiri.


"Oh Shit , kenapa aku merinding ya jangan-jangan.....hiiii , ah bodo masuk aja lah udah terlanjur." Entah sebab apa pemuda tersebut tetap teguh pendirian memasuki gedung didepanya.


Ketika pemuda tersebut sudah didepan pintu ia dengan ragu-ragu mengintip dari celah pintu.Terlihat beberapa orang sedang mengelilingi seorang gadis yang sedang disekap,


"Bagaimana rencana selanjutnya bos?"


"Tetap pada rencana sebelumnya , tidak usah terburu buru."


"Bos bagaimana dengan gadis ini , apakah kita harus...." Belum sempat mengakhiri pemikiran kotornya , ia sudah di pukul dengan keras oleh sang bos.


"Kau bodoh hah , jangan merusak rencana kita atau kau akan mati."


"Ba-baik bos"


Terdengar obrolan dari sekelompok orang itu yang entah apa yang mereka sebut 'rencana' itu dan tiba-tiba....


Brraaaak


"Lepaskan gadis itu!!!"


Beberapa menit yang lalu


"Ahh bukan demit yang dibilang tukang cilok tadi ternyata , kayanya sih penculikan..."


Pemuda itu menebak situasi didepanya.


"Tolong ga ya? Tolong....tidak...tolong..." gumam pemuda itu sambil menghitung jarinya dan berhenti pada kata tidak.


"hmmmm...... Firasatku kok harus menolong dia ya , Ah udah ah sekali-kali berbuat kebaikan" Tanpa pikir panjang pemuda itu langsung menggebrak pintu dan meninggalkan koper yang dibawanya tadi.


Brraaaak


-----------


"Lepaskan gadis itu!!!" Teriak Pemuda yang tiba-tiba muncul dengan membusungkan dadanya dan menunjuk pada gadis yang disekap.


Sontak teriakan dari pemuda di pintu masuk membuat kelompok 'penculik' tersebut menoleh ke pemuda tersebut.


"Hei nak,kurang obat ya ? Mau jadi superhero dadakan" Pernyataan boss 'penculik' itu sontak membuat gelak tawa para bawahannya.


"Cepat lepaskan gadis itu atau kupatah kan leher kalian" Teriaknya lagi.

__ADS_1


"Hei nak cepat pergi dari sini, ini bukan urusanmu , jangan sampai aku yang turun tangan"


"Heh... bukan urusanku apanya , ini jelas penculikan , sebagai protagonis disini aku harus menyelamatkan gadis itu" Ujar pemida itu sambil berkacak pinggang.


"Heh , bocah sombong ,cepat tangkap dia biar kurobek mulut kotormu itu" Tanpa aba aba lebih lanjut para bawahanya langsung melaju mengelilingi pemuda itu.


"Jangan panggil aku bocah paman"


Selesai mengucapkan kalimat seperti serial kartun di TV yang agak salah sayangnya ia tidak memakai sepeda , pemuda itu melaju menyerang para penculik dengan kecepatan kilat.


Beberapa Menit Kemudian


Para penculik itu tergeletak dengan keadaan bermacam-macam , ada yang pingsan, kaki patah, dan mengompol karena ketakutan.Memang karena pemuda itu handal dalam beladiri,beberapa penculik itu tidak cukup untuk menjadi samsak tinjunya.


Kemudian Pemuda itu mendekati boss 'penculik' yang susah mematung bermandikan keringat dingin.


"Ka-kamu bagaimana bisa? , Si-siapa kamu sebenarnya?" Tanya boss 'penculik' itu tergagap karena ketakutan.


" Aku adalah Shiva, eh ekhm....salah-salah , aku hanyalah orang yang kebetulan lewat, kurasa kita harus akhiri saja sampai disini aku sudah kehabisan waktu"


Pemuda itu kemudian meninju tepat di kepala sang boss yang masih melongo dengan jawaban pemuda tersebut , membuat ia pingsan seketika.


"Huh dasar orang-orang idiot, mau acara nyulik aja ngga pake senjata " Pemuda itu hanya menghela nafas panjang ,


'entah karena kebodohan mereka atau mereka memang bodoh' pikir pemuda itu.Ia kemudian teringat dengan gadis yang diculik,ia berjalan mendekati gadis yang masih keadaan disekap.


"Sudah nona cantik , sekarang anda aman , tidak usah takut lagi" Ucap pemuda itu menenangkan gadis yang sepertinya sedang menangis , kemudian ia melepas semua ikatan gadis tersebut.


"Huaaaaa" teriak gadis tersebut dan tiba tiba saja memeluk pemuda yang ada didepanya.


"Ehmm"


Daheman pemuda itu menyadarkan gadis yang sedang memeluknya, secara spontan gadis itu melepas pelukanya dan wajahnya seketika merah karena malu.


"Ehh...ma-maaf a-aku ngga sengaja tadi dan terimakasih sudah menolongku juga.."ucapnya tergagap.


"Hahaha, nona cantik tidak perlu sungkan. Sesama manusia juga harus menolong"


Kemudian terjadi kecanggungan beberapa saat karena si pemuda yang entah mau bilang apa dan si gadis yang masih merasa malu.


'uhh sial , aku tidak terbiasa berhadapan dengan seorang gadis yang belum kukenal' Pikir si pemuda .


"Emm nona, kamu tau orang orang ini?"


"......"


"Nona....nona..!" Teriak si pemuda agak keras sambil melambaikan tanganya membangunkan gadis didepanya yang tidak kunjung merespon.


"Eh...i-iya?"


"Akhirnya sadar juga , nona kamu tau orang orang ini?" Tanya pemuda itu , memang ia penasaran dengan motif apa yang penculik ini lakukan dengan hanya menculik tanpa membawa senjata api.

__ADS_1


"Aku tidak tahu , mungkin musuh dari keluargaku" Jawab gadis itu , memang ia sempat mendengar percakapan dari beberapa penculik tadi seperti membicarakan atasan mereka yang kemungkinan ia dengar adalah musuh keluarganya


"Hmmm , masuk akal juga , oh ya ngomong-ngomong siapa namamu ?"


"N-namaku Luna , kalau ka-kamu?"entah kerasukan apa gadis itu , sehingga malu-malu untuk bertanya.


"Ah iya Namaku....." (Wiu wiu wiu) belum sempat menyelesaikan kalimatnya terdengar suara sirine mobil polisi mendekat.


"Ah sepertinya nona sudah punya jemputan , aku harus pergi. Jaga dirimu baik - baik nona Luna" Selesai berkata pemuda itu langsung melesat mengambil barang barangnya dan pergi dengan kecepatan tinggi.Beban yang dipikulnya seperti tidak ada beratnya.


"Hei kamu belum memberitahu namamu!!"teriak Luna.


"Erik!" Teriak pemuda itu yang sudah agak menjauh dan menghilang karena gelapnya malam.


'Erik ya , semoga kita bisa bertemu lagi'batin Luna berharap.


-----------


"Nak, Kamu tidak apa apakan? Mana yang luka? Apa mereka kurang ajar padamu tadi?" Tanya wanita paruh baya cemas memeriksa seluruh tubuh Luna , karena saking cemasnya dirinya melupakan orang orang yang tergeletak dimana-mana.


"Aku tidak apa Ma, Mama tenang saja , Mama lihat sendiri kan aku tidak apa, jadi tenang ya." Ucap Luna menenangkan wanita paruh baya didepanya yang ternyata adalah Mamanya.


Beberapa saat yang lalu setelah Erik keluar dari gedung itu , tiba tiba dari arah pintu , masuk banyak sekali orang yang merupakan kepolisian dan 2 orang tua yang bukan dari kepolisian yang ternyata orang tua dari Luna.


Saat mereka menemukan keberadaan putri mereka , dengan segera mereka berlari memeluk putri mereka.


"Syukurlah kamu tidak apa , oh ya siapa yang menyelamatkanmu nak?" Tanya seorang pria pria yang bersebelahan dengan mamanya yaitu adalah papanya sendiri.


"Umm, aku tidak tahu siapa dia tapi yang kutahu namanya adalah Erik"


"Bagaimana kejadiannya sampai dia bisa mengalahkan semua orang ini"


"Begini pa , pada awalnya....."


"Sssttt sudah sudah, lanjutkan nanti dirumah yang terpenting sekarang Luna istirahat dulu." Sela Mama Luna yang masih cemas akan keadaan putrinya.


"Baik ma" Luna hanya bisa pasrah dengan permintaan mamanya yang masih cemas.


Kemudian mereka berjalan keluar dari gedung tersebut membiarkan pihak berwajib menangani para penculik itu.


'Hmm , siapa pemuda Erik itu, lain kali kalau bertemu akan kujitak kepalanya karena pergi begitu saja.' batin Papa Luna.


>Di tempat Erik


"Haciiiiih"


"Apa aku kedinginan?" Tanya Erik mengusap hidungnya sambil celinguan kekanan kiri


"Sebaiknya aku cari hotel atau penginapan terlebih dahulu dan segera istirahat." Ucapnya sambil menelisik setiap bangunan didepanya untuk mencari penginapan.


"Ah disana" ia kemudian melihat hotel kecil-kecilan dan segera memesan satu kamar dan beristirahat.

__ADS_1


*********


*Aku ucapin terimasih yang sudah mau membaca cerita ini , Mohon maaf bila ada kesalahan kata (TYPO) atau cerita yang kurang menarik karena memang ini adalah karya pertama saya, dan sampai jumpa di cerita selanjutnya , see ya😊)*


__ADS_2