
Great Star University adalah salah satu universitas papan atas di Amerika , memiliki fasilitas yang memadai dan terbilang cukup mewah menjadikan universitas ini sebagai incaran bagi para mahasiswa Amerika bahkan seluruh dunia . Tetapi , untuk masuk di univeristas ini haruslah memenuhi syarat , ya singkatnya kalau tidak pintar pasti harus kaya atau dari keluarga berpengaruh.
______________
"Hah besar sekali , ternyata benar yang dikatakan penjual cilok tadi." Gumam Erik kagum saat melihat universitas yang ia tuju.
Pagi itu , setelah Erik bangun dari tidurnya. Ia langsung mendapatkan telepon dari ibunya yang bertujuan untuk meminta Erik mendaftar ke sekolah di Great Star University , Erik hanya bisa pasrah dan segera berangkat apalagi dengan ancaman kutukan dari ibunya , dia tidak mau menjadi Erik Kundang.
"Seingatku , ibu meminta ku untuk menemui kepala sekolah terlebih dahulu" lalu ia berpikir sejenak , bagaimana ia bisa menemukan ruang kepala sekolah apalagi dengan luas sekolahan ini hampir seluas istana , 'apakah aku harus menanyakannya kepada penjual cilok didepan tadi' pikirnya.
"Huh merepotkan saja" Gerutu Erik , ia kemudian langsung mencari keberadaan ruangan kepala sekolah yang entah ada dimana.
..........5 Menit...........
.........10 Menit...........
.........20 Menit..........
Sampai setengah jam Erik belum juga menemukan ruangan yang ia cari , ia menyerah dan kemudian kembali ke tempat semula.
"Sebenarnya dimana ruangan kepala sekolah" Gerutunya sambil menjambak rambutnya sendiri karena frustasi.
Ditengah frustasinya , ia merasakan ada tepukan tangan di bahunya , ia kemudian menoleh dengan muka marah.
"Oh my god .... Huft , nak cari apa sampai fustasi seperti itu?" Kaget seorang satpam yang menepuk bahu Erik kemudian bertanya.
"Kepala Sekolah."Jawab Erik masih dengan muka marah.
__ADS_1
"Ehhh.... Bukanya ruang kepala sekolah ada didepanmu" Ujar satpam itu sambil menunjuk ke arah depan.
"KENAPA TIDAK BILANG DARI TADI!!!"
____________
Brrraaaaak
Terdengar gebrakan pintu di ruangan kepala sekolah , sontak membuat orang yang menempati tempat itu terperanjat kaget saat ia sedang mengurus berkas-berkas. Erik tidak mempedulikan keterkagetan kepala sekolah kemudian duduk di depan kepala sekolah.
"Hei, bisakah kamu lebih sopan sedikit ketika masuk di tempat orang?" Ucap kepala sekolah sedikit berteriak.
"Huh salahkan Tante sendiri tidak meletakkan papan "KEPALA SEKOLAH".Aku sampai setengah jam mencari tempat ini."Gerutu Erik sambil menekankan kalimat berhuruf kapital.
"Hahaha emm itu.... Tempat ini baru dipindah jadi tidak sempat untuk memasang itu , tapi tak kusangka kamu masih mengenali tantemu yang cantik ini" Ucap Kepala sekolah sambil tersenyum canggung , Tante Diana dan Erik sudah kenal sejak Erik masih kecil jadi ia tidak terlalu terkejut dengan orang yang ada dihadapanya.
Ucapan Diana tadi memang benar adanya , ia memang cantik bahkan hampir menyamai ibu Erik, Tapi yang namanya Erik yang keras kepala tidak mau mengakui kecantikan dari teman ibunya ini yang sudah ia anggap sebagai tantenya sendiri.
"Hahaha , kau bisa saja Erik , mana bisa aku dibandingkan dengan keluargamu. Oh ya ibumu bilang tadi , katanya kamu meninggalkan rumah dan mau mendaftar kesini , apakah benar begitu?" Tanya Diana penasaran dengan pernyataan asli dari Erik.
"Yaah , tadinya sih aku tidak mau untuk sekolah disini tapi ibu yang suruh , apa boleh buat." Jawab Erik sambil menghela nafas panjang membayangkan ancaman-ancaman ibunya.
"Hahaha kalian memang keluraga yang unik , sebenarnya aku bingung harus menempatkanmu dimana ? Kau itu terlalu kelewat pintarnya , tapi ayo ikut aku ke kelas yang sudah aku siapkan." Ajak Diana.
"Hahah , Tante terlalu memuji."ujar Erik sambil menggaruk tengkukjya yang memang sedang gatal.
Oh ya , Great Star University ini tidak seperti universitas biasanya , mahasiwa/ mahasiswi disini ditempatkan pada satu kelas seperti sekolah menengah , dan diberi pelajaran tentang semua fakultas yang ada , namun para mahasiswa diberi keuntungan yaitu bisa meninggalkan kelas yang menurut mereka kurang disukai atau bukan bakat mereka dan setiap mahasiswa diberi 1 atau 2 fakultas yang wajib diikuti yang mereka sukai atau memang dari bakat mereka.
__ADS_1
Sesampainya Erik di kelas , ia cukup terkesan dengan kelas ini. Fasilitas di kelas ini sangat lengkap namun masih dengan gaya kampus seperti biasa namun juga seperti memiliki kemewahan tersendiri. 'memang pantas disebut universitas papan atas' pikirnya.
"Ehm , perhatian semuanya" ucap Diana membuyarkan keramaian di kelas itu.
"Perkenalkan ini murid baru bernama Erik , dia akan bersama kalian disini." Diana mengenalkan Erik keseluruh kelas.
" Nah Erik akan kuperkenalkan murid murid disini"
"Ini Tim dan btw dia cowok loh" sambil menunjuk seorang dengan rambut panjang seperti wanita.
"Ini Pipin." Sambil menunjuk seorang yang botak polos seperti Saita-ehm.
"Ini Loli" Sambil menunjuk seorang berwajah manis berambut pink yang tersenyum kearahnya.
"Apa ada manusia normal dikelas ini?" Batin Erik.
"Ini Steve Roger , itu Tony Stark ,Ini Sakura , itu Sasuke , Ini Thor ..........(dan seterusnya)"
"..........."
"Dan yang terakhir adalah Evelyn , ketua kelas kita." Diana menunjuk seorang wanita yang agak dingin namun masih bisa tersenyum kearahnya.
"Baiklah sekarang kamu boleh duduk dan untuk kalian saya akan menggantikan sementara wali kelas ini yang akan baru datang beberapa hari lagi." Kata Diana mengakhiri perkenalan Erik dan melanjutkan ke bagian pembelajaran.
Kedatangan Erikpun di sambut dengan hangat oleh seluruh kelas yang aneh tersebut , setelah pelajaran selesai , Erik diminta untuk menemui Diana untuk mengambil seragam karena sekolah itu mempunyai sistem layaknya sekolah menengah.
____________
__ADS_1
*Terimakasih yang sudah nyempetin untuk baca karyaku yang tidak seberapa ini. Jangan Lupa Like π dan rate bintang 5 jika kalian suka, dan juga komen dibawah jika ada kesalahan kata maupun cerita, dan jangan lupa juga votenya π, see ya*