Perjalanan Sang Tuan Muda

Perjalanan Sang Tuan Muda
Part 3 - Luna Agnesia Alister


__ADS_3

>Sepenggal kisah tentang Luna


Luna Agnesia Alister , gadis cantik dengan sifat manja , periang , dan suka menolong ini membuat Luna menjadi gadis idaman para pria , apalagi dengan statusnya sebagai Nona Muda keluarga Alister.


Keluarga Alister adalah keluarga terpandang di Inggris sama dengan keluarga Hausel , tetapi karena Ayahnya memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan kekuasaan keluarga membuat ia harus menetap di Amerika.


Sekarang ini Luna berusia 16 tahun , namun ia tidak bisa mengingat lagi kejadian sebelum ia berusia 7 tahun karena kecelakaan pada kepalanya pada usia 7 tahun dan tidak bisa sembuh sekarang ini.


Suatu hari ia sedang berlibur di kota sebelah kota asalnya tetapi karena kurangnya pengawasan dan Luna yang kurang waspada ia diculik oleh anak buah musuh keluarganya sehingga bertemu Erik.


----------


Saat Luna dan orang tuanya sudah sampai di rumah , Luna langsung menceritakan tentang penyelamatan Erik kepada dirinya karena desakan dari ayahnya, Luna bercerita mulai dari awal Erik menghajar para penculik sampai ia ditemukan oleh kedua orang tuanya, dirinya juga menceritakan tentang percakapan penculik-penculik yang membicarakan atasan mereka.


Pelipis Andrew berkedut ketika mendengar atasan para penculik itu bernama Holand paman dari Ibu Luna yaitu Sandra, Sandra hanya bisa menenangkan suaminya yang seakan mau meledak namun didalam hatinya ia juga marah.berani beraninya dia menculik anaku,pikir Sandra.


"Dasar Holand sialan , seandainya dia tidak memiliki bantuan dari anggota kerajaan sudah kuhabisi dia dari dulu."


" Kenapa Papa marah mendengar nama Paman Holand?" Tanya Luna ditengah-tengah ceritanya , ia heran kenapa papanya bisa sampai semarah itu.


"Luna ...... Mungkin kamu sudah harus tahu tentang ini..." Andrew memberi jeda untuk menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Kamu tahukan kita berasal dari keluarga terpandang di Inggris , bisa dibilang perselisihan di keluarga kita sangatlah kacau , Holand Paman dari ibumu adalah orang yang sangat berambisi untuk menguasai warisan keluarga Alister , tetapi kakekmu memberikan 50% harta keluarga Alister untuk ibumu , sebab inilah Holand ingin sekali membuat ibumu celaka bahkan tidak segan membunuhnya tanpa sepengetahuan kakekmu , dan juga inilah yang menyebabkan kita berada disini untuk meminimalisir gangguan dari Holand , tapi beberapa hari yang lalu Holand menemukan keberadaan kita dan inilah yang terjadi." Andrew bercerita panjang lebar , dan Sandra hanya memanggut membenarkan


Luna nampak terkejut dengan pernyataan dari ayahnya , setau dia keluarga kaya raya dan terpandang memiliki kehidupan yang lancar dan bahagia seperti di novel yang pernah ia baca.


Luna bimbang sesaat memikirkan sesuatu , setelah memikirkanya matang matang ia bertanya kepada papanya.


"Emmm pa ma apa Paman Holand ini sudah melihat wajahku sebelumnya?"


"Kenapa kamu tiba-tiba betanya seperti itu , emm setahuku tidak pernah , mungkin hanya para penculik tadi dan juga data dirimu disana juga sudah disembunyikan rapat-rapat." Ucap Sandra heran namun masih menjawab pertanyaan Luna.


"Ah baiklah , sudah kuputuskan , aku akan pergi dari rumah ini smentara waktu."


"APA?" Teriak kedua orang tua Luna terkejut dengan perkataannya.


"Tapi , Luna....."


"Sudahlah ma , karena ini keputusan Luna sendiri , kita hanya bisa membiarkanya sementara kita mencari cara untuk mengurus si Holand itu."


"Baiklah , tapi Luna harus berhati hati disana dan selalu memberi kabar" Ujar Sandra menyerah dengan bujuk rayu Andrew.


"Iya ma , mama kan tahu aku ini wanita kuat" Ucap Luna sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Hahaha sudah-sudah , mungkin disana Luna akan mendapat jodohnya" Ujar Andrew.


"Ahh papa ini ada ada aja"


"Oh ya Papa masih penasaran dengan pemuda yang menyelamatkan kamu." Ucap papa Andrew yang masih penasaran dengan Erik.


"Maksud papa Erik , mmm..... Aku juga belum melihat wajahnya sebelum kejadian itu."


"Kenapa membicarakan wajahnya , jangan-jangan kamu suka sama dia ya?" Sandra tiba tiba menanyai putrinya.


"Mamaaaa"Teriak Luna dengan wajah memerah.


"Hahaha" Tawa kedua orang tua Luna saat melihat wajah putrinya menjadi merah.


Perbincangan tersebut berlanjut sampai malam hari , kemudian Luna kembali ke kamarnya utuk beristirahat karena esok hari ia harus pergi dari rumah ini.


Keesokan harinya , benar saja Luna sudah bersiap pergi dari rumahnya , saat ingin melangkah keluar gerbang ia menoleh ke belakang , ia melihat kedua orang tuanya melambai menahan tangis, dengan berat hati ia melangkah kelur dari rumah yang selama ini ia tinggali ini dan kedua orang tuanya. Kabar mengenai hilangnya putri dari Andrew dan Sandra pun menyebar luas keesokan harinya.


--------


(Maaf kalau part ini hanya sedikit karena hanya pengenalan tokoh saja)

__ADS_1


*Terimakasih yang sudah nyempetin untuk baca karyaku yang tidak seberapa ini. Jangan Lupa Like πŸ‘ dan rate bintang 5 jika kalian suka, dan juga komen dibawah jika ada kesalahan kata maupun cerita, dan jangan lupa juga votenya 😊, see ya*


__ADS_2