
>Sepenggal kisah tentang Erik
Erik Mahendra Hausel,adalah pemuda berusia 18 Tahun putra ke-2 dari pasangan Alex Theodor Hausel dan Putri Mahendra Alsyah , Ayahnya adalah pemimpin perusahaan Starlight Company yang memiliki cabang di 20 negara membuat kelurga Hausel di segani sekaligus ditakuti oleh banyak orang , ditambah Kakeknya Nicolas Hausel yang memimpin organisasi mafia terbesar didunia bernama The Death Knight yang hampir menguasai 1 benua membuat keluarga Hausel semakin ditakuti.
Sejak kecil, Erik adalah anak yang kurang suka akan hal yang berbau foya-foya , walau harta keluarganya mampu membiayai sebuah negara tidak membuat ia congkak dan suka menghambur hamburkan uang.
Sifatnya yang periang dan rendah hati warisan Ibunya membuat Erik menjadi pria sempurna apalagi dengan paras yang rupawan, tubuh tinggi, dan otak yang melampaui orang biasa.
Kepintarannya tidak bisa diragukan lagi,pada usia 15 tahun ia sudah diberi ujian oleh ayahnya untuk memimpin sementara 3 anak perusahan dan hasilnya sangat memuaskan malah perusahaanya menjadi semakin maju.
Soal urusan bela diri , dia dilatih oleh kakeknya pada usia 6 tahun , segala bentuk bela diri dan senjata diajarkanya pada para cucunya untuk membela diri.
Dan pada suatu hari , saat Erik menginjak usia 17 tahun ia ingin hidup sendiri dengan tidak bergantung dengan keluarganya, awalnya keputuanya tidak disetujui oleh keluarganya tapi ia bersikeras untuk pergi, keluarganya hanya bisa pasrah mengizinkanya pergi, dirinya kemudian berangkat dari Inggris tempat tinggalnya ke Amerika untuk bersekolah dan mencari pengalaman, hingga ia bertemu dengan Luna.
-----------
"Hoaaaam , selamat pagi donaye (dunia)" Ucap Erik menguap sambil merentangkan tanganya , ia kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi karena badannya sudah bau Teri karena belum mandi sesampainya di hotel.
Di saat ia masih keramas , terdengar suara handphonenya berdering , tapi Erik hiraukan dan melanjutkan keramasnya , namun suara dering hp terus berbunyi dan membuatnya sedikit kesal.Erik kemudian mempercepat mandinya hanya untuk mengangkat hp nya yang terus saja berdering.
"Siapa?" Tanya Erik ketus selepas mengangkat telepon.
"Erik , pantaskah kamu bicara seperti itu dengan ibumu sendiri? Huhuhu"Jawab Putri , Ibu dari Erik di seberang telepon dengan suara tangisan dibuat buat.
"Eh i-iya bu maaf , aku kira orang lain pagi buta seperti ini nelpon"
"Huh kamu ini , lain kali kalo seperti itu lagi kukutuk kamu jadi batu."
"Iya iya , oh ya ada apa ibu nelpon"
"Nih , adik kamu kangen"
"Yeee bilang aja kalo ibu yang kangen" Jawab Erik yang sudah tahu sifat ibunya seperti itu dari dulu.
"Emang kenyataanya begitu , video call an aja ya adik mu nih mau lihat wajah kamu."
Kemudian Erik mengalihkan panggilanya ke video call.Terlihat dua wanita di layar yang sangat cantik yaitu ibunya dan adiknya.
"Kakak kamu di mana sekarang? Aku kangen." Tanya adik Erik tiba-tiba.
Adik Erik adalah gadis cantik nan imut bernama Molly , adiknya sekarang berumir 15 tahun. Sifatnya yang manja terhadap keluarganya menjadikan dirinya seperti adik kesayangan Erik.
__ADS_1
"Aku juga kangen sama Molly , aku sekarang sedang ada di hotel. oh ya apa ayah mana." Jawab Erik sambil tersenyum tulus pada keluarganya.
"Ayahmu sedang ada rapat hari ini. Oh ya Erik, soal sekolah kamu tidak perlu mencari karena Ibu sudah mendaftarkanmu ke Sekolah teman Ibu"
"Tapi bu...." Belum sempat Erik melanjutkan kalimatnya Ibu nya sudah menyela perkataanya.
"Tidak ada tapi-tapian atau kamu mau Ibu kutuk lagi" sahut sang ibu langsung mengeluarkan senjata utamanya.
"Ah.... Lagi-lagi dikutuk sekalian aja di santet , yasudah lah ketimbang aku dikutuk jadi batu" Ucap Erik menyerah karena memang ia takut dengan kutukan ibunya.
"Hahahaha" Tawa wanita dilayar hp Erik.
Perbincangan keluarga itupun berlanjut hingga hari siang , Erik juga menanyakan keberadaan kakaknya dan dijawab dengan kakaknya sedang mengemban tugas dari ayahnya.
Saat perbincangan itu berakhir , Erik memilih untuk berjalan-jalan di kota untuk mengenal lingkungan di tempat barunya itu,
Tanpa sadar Erik sudah berjalan ke seluruh kota sampai hari sudah sore.
Ia kemudian mencari kedai makan untuk mengisi perutnya yang sudah mulai keroncongan karena cacing didalamnya meminta untuk diisi. Memang di hotel tempat ia menginap sekarang tidak ada layanan seperti restoran.
Erik kemudian menemukan sebuah kedai sederhana dan segera memesan menu yang ada disana , ketika ia sedang santai menikmati pesananya , datang orang mengacau di kedai tersebut.
"Merilyn , cepat serahkan jatah kami atau ku obrak abrik kedai ini bersama denganmu." Teriak orang berwajah garang.
"Halah sudah beruntung dirimu di sudah diberi waktu sampai sekarang , ayo bos kita beri wanita ini pelajaran"Ujar pria ceking disamping pria berwajah sangar.
Disaat mereka mau mengobrak abrik tempat itu , sebuah mangkok melayang menghantam pria berwajah garang.
"Kurang ajar , siapa yang melempar ini huh?" Teriak pri berwajah garang marah.
"Kalian semua sudah mengganggu waktu makanku , sekarang terimalah akibatnya"
Teriak Erik geram karena nafsu makannya sudah hilang karena kedua orang didepanya.
Kemudian ia melesat maju meninju perut kedua orang itu , kedua orang itu langsung muntah dan tersungkur lemas. Erik segera meraih kedua orang itu dan menekan kepala keduanya ke mangkok yang masih ada setengahnya.
"Kalian minta jatahkan , nih makan itu semua." Kata Erik terus menekan keduanya.
Setelah puas menganiaya keduanya , Erik kemudian melepas keduanya dan berkata.
"Sekarang pergi dari sini dan jangan kembali lagi atau kupatahkan leher kalian" Ancam Erik kepada keduanya.
__ADS_1
Dua orang itu langsung lari terbirit-birit tidak beranj menoleh , Erik segera berjalan menghampiri wanita pemilik kedai.
"Bibi tidak apakan ? Anda kenal orang orang itu ?"
"Bibi tidak apa , mereka hanyalah preman disekitar sini dan ngomong ngomong siapa tuan muda ini?"
"Namaku Erik bi , maaf ya kedainya jadi berantakan"
"Tidak apa-apa " kemudian Bibi Merilyn meghambil sesuatu dari saku bajunya.
"Ini nak sebagai tanda terimakasih" ucap Bibi Merilyn sambil memberikan uang.
"Ah tidak usah bi , lagian aku juga kesal dengan mereka jadi bibi jangan memberikan itu" Ucap Erik menolak pemberian dari Bibi Merylin.
"Ah baiklah , tapi adakah yang bisa bibi ini bantu"
"Aku sebenarnya sedang mencari tempat tinggal sewaan di sekitar sini apakah bibi tau ?" Tanya Erik , sebenarnya ia tidak bisa tinggal lama di hotel tempat tinggalnya yang sekarang.
"Ah kebetulan bibi punya tempat tinggal untuk disewa , ayo kita lihat dulu"
"Tapi , kedai bibi....."
"Tidak usah khawatir lagi pula aku sudah mau tutup"
Kemudian mereka mendatangi tempat tinggal milik Bibi Merilyn, sesampainya di tempat tinggal sewaan itu , Erik heran kenapa hanya ada satu rumah saja.
"Bibi , ini..... kenapa hanya ada satu rumah?" Tanya Erik heran.
"Oh , rumah ini sebenarnya milik suamiku , tapi kami memilih pindah untuk memudahkan suamiku bekerja , ayo Erik kita masuk lihat lihat dulu."
Merekapun masuk kedalam rumah itu , Erik pun berkeliling didalam rumah untuk mengenal tempat ini , ya memang rumah itu cukup besar, memiliki dua lantai , lantai satu terdiri dari ruang tamu , ruang makan , toilet , dan lain lain , sedangkan di lantai atas hanya terdiri dari kamar , balkon dan kamar mandi. Ia juga sempat melihat kolam renang di belakang rumah.'Kenapa Bibi Merilyn membuka kedai sederhana itu padahal mempunyai rumah sebagus ini.' batinnya.Erik pun menyudahi melihat lihat dan segera menghampiri Bibi Merilyn.
"Bagaimana Erik , apakah kamu tertarik?" Tanya Bibi Merilyn.
"Mmmm ya, rumah ini cukup nyaman untuk ditinggali, tapi saya masih ada pertanyaan, kenapa bibi memiliki kedai sederhana tettapi memiliki rumah sebagus ini."
"Aku membuka kedai itu hanya untuk mengisi waktu senggang, aku sudah bilangkan kalau ini milik suamiku."
" Baiklah besok saya akan pindah kesini"
Merekapun keluar dari rumah itu dan berpamitan untuk kembali ke rumah masing masing , atau lebih tepatnya hotel sementara bagi Erik.
__ADS_1
----------
*Terimakasih yang sudah nyempetin membaca Karya ini yang tidak seberapa, Jangan Lupa like dan Rate bintang 5 jika kalian suka. Jika ada kritik atau saran kalian bisa komen dibawah dan jangan lipa votenya ya π.see ya*