Perjalanan Waktu Permaisuri

Perjalanan Waktu Permaisuri
Ch. 21 Kakak Yang Baik


__ADS_3

Disaat saat permaisuri tengah asyik mengobrol dengan lan'er tiba tiba saja terdengar suara teriakan dari luar.


" Adik! Adik! Kakak diluar keluarlah! " dan ternyata orang tersebut adalah kakak tiri dari permaisuri.


Mendengar itu permaisuri pun menjadi antusias dan berlari untuk membukakan pintu untuk kakaknya itu.


" Baojie ( panggilan akrab permaisuri kepada kakaknya ) "


" Mei Mei ( panggilan akrab kakaknya kepada adik tirinya ) "


" baojie masuklah! " ucap permaisuri dan mempersilahkan baojie untuk masuk ke kediamannya.


" ah, bagaimana kalau kita ke taman saja? Pemandangan sore hari disana sangat bagus " ajak baojie kepada mei mei.


" hmm, boleh. Lan'er aku akan pergi dengan kakak kau tunggu saja aku disini! Aku tidak menerima penolakan! " seolah mengerti apa yang akan dikatakan oleh lan'er sehingga permaisuri berkata demikian sementara lan'er  hanya menghela nafas pelan dan membiarkan kakak beradik itu pergi lagi pula lan'er merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena dengan adanya keberadaan kakak permaisuri.


  Taman


" mei mei apa kau sudah sehat? Benarkah kau sudah sembuh sepenuhnya? Apa kau di perlakukan dengan baik disana? Apakah kaisar mencintaimu dan memperlakukanmu dengam baik? Maaf, maafkan baojie yang tidak bisa menjagamu dengan baik "  setibanya disana permaisuri langsung dihujami dengan berbagai pertanyaan dan rasa bersalah yang besar pada akhir kalimatnya karena gagal melindungi adik perempuannya dengan baik.


" baojie, tenang saja aku diperlakukan dengan baik disana, aku juga sudah sembuh sehingga aku pulang untuk mengunjungi kalian. Baojie, tidak perlu merasa bersalah! Baojie selalu melindungiku dengan baik " ucap permaisuri   yang membuat baojie sedikit merasa lega.


" hmm, kau memang adik yang baik "   ucap baojie sembari membelai lembut rambut permaisuri yang membuatnya merasa terhenyak sementara dikarenakan ia merasakan sentuhan seorang kakak yang hangat dan belaian yang sudah lama tidak ia rasakan. Meskipun Alana adalah anak dari seorang kolongmerat bisa masuk sekolah elit dan mendapatkan segalanya namun satu hal yang tidak ia rasakam adalah kehangatan seorang keluarga, ayah  dan mamanya sibuk bekerja di luar negri sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk anaknya sedangkan Alana adalah anak satu satunya sehingga seringkali ia merasa kesepian. Dan tanpa disadari air mata dari permaiasuri mulai menetes.


 ' andai dia adalah kakakku yang sebenarnya, sayangnya aku hanya sebuah jiwa yang bertranmigrasi ke tubuh ini bagaimanapun aku harus sadar tubuh ini bukan  milikku semua ini juga bukan milikku ' batin permaisuri dalam hati.


" mei mei, apa sakitmu kambuh lagi? " tanya baojie karena melihat adiknya sedang menangis ia khawatir kalau penyakit adiknya kambuh kembali.


" ah, aku tidak apa apa. Aku, aku, aku  hanya merasa senang karena akhirnya aku dapat bertemu dengan kakak lagi, aku hanya khawatir kalau aku tidak akan bertemu kakak lagi " ujar permaisuri dengan menyeka air matanya.

__ADS_1


" Bodoh! Kau ini bicara apa, ha? Baojie akan selalu berada disini, baojie berjanji bahwa baojie akan terus berlatih hingga cukup kuat untuk melindungimu " ucapnya sembari menjitak kening adiknya itu.


" aww " rintih permaisuri karena dijitak oleh kakanya.


" ha ha ha, sudah jangan menangis lagi! Kau ini sangat cengeng sekali " ejek nya pada permaisuri.


" hng, aku tidak cengeng yah " balas permaisuri merasa tak terima di ejek.


 Mereka pun melepas rindu dengan berbincang bincang sampai matahari hampir tenggelam dan langit sudah mulai gelap, menyadari itu mereka pun berpamitan dan pulang ke kediaman masing masing.


* kediaman permaiasuri *


" lan'er aku ingin melakukan sesuatu kuharap kau menjaga pintu gerbang agar tidak ada  orang yang datang kemari " ucap permaiauri.


" nona, ingin melakukan apa? " tanya lan'er.


" o oke " balas lan'er dengan mengikuti gerakan tangan permaisuri tadi.


 Lan'er pun meninggalkan ruangan itu yang kini hanya tersisa  permaisuri, permaisuri berniat untuk mencoba melakukan latihan dasar qi murni dan mencoba merasakkan elemen apa yang ia miliki.


 Pertama tama permaisuri duduk dengan posisi bersila dan kemudian memejamkan matanya kemudia mencoba langkah langkah yang ada pada buku yang ia pelajari sebelumnya namun ia menyadari bahwa ada seauatu yang aneh dalam tubuhnya, ketika ia menyerap energi qi yang berasal dari alam kemudian mengalirkannya  kepada satu titik dalam tubuhnya perlahan lahan energi yang diserap tiba tiba menghilang begitu saja. Permaisuri mencoba mengulanginya beberapa kali namun hasilnya sama karena merasa aneh ia memeriksa tubuhnya sendiri.


" astaga, ternyata tubuh ini sudah diracuni dari kecil. Meskipun ini buka racun mematikan atau yang dapat  membunuh orang  namun racun ini membuat seseorang yang meminumnya tidak dapat mempelajari ilmu bela diri. Mangkanya tadi pas gw coba beberapa kali tetep gak bisa, ternyata tubuh ini sudah diracuni dan aku terlambat untuk menyadari ini. Ck, aku terlalu ceroboh sampai tidak menyadari hal ini " gerutu permaiasuri merasa kesal dengan dirinya karena terlambat menyadari hal ini tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali bukan?.


" hmm, aku pernah membaca cara menawarkan racun ini namun aku yakin bahan bahan yang aku cari tidak ada disini, kalau begitu besok aku harus menyelinap keluar dari sini. Hmm, hitung hitung aku travelling aku juga sudah cukup bosan disini. Aku penasaran bagaimana pasar disini dan di jaman modern ( tentu saja dia hanya melihat gambar pasar di google, tidak mungkin dia pernah ke pasar ). Haah, andai saja disini ada kamera aku ingin nge vlog siapa tau jadi trending kan " pikir permaisuri sembari merencanakan rencana nya untuk pergi menyelinap besok setelah mengunjungi makam ibu permaisuri.


" nona, sudah waktunya makan malam " teriak lan'er dari luar.


" akan hamba ambilkan makanan dulu untuk nona " ucap lan'er lagi.

__ADS_1


" ah, tidak perlu! Ayo, kita ke ruang makan! Aku akan makan bersama disana " ucap permaisuri sambil melangkahkan kakinya menuju lan'er yang berada di luar ruangan.


" eh, tidak biasanya nona mau untuk makan malam bersama biasanya nona akan selalu makan di kamar nona " tanya lan'er saat di perjalanan menuju ke ruang makan utama.


" tidak apa apa, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya makan berasama mereka " balas permaisuri tersenyum tipis dan kembali melanjutkan perjalanannya.


****


 Hai, guys makasih ya yang udah mau mampir baca jangan lupa untuk ikutin ceritanha terus.


Dan pastinya Like setiap episode yang aku buat ya, juga kasih Vote ke author supaya authof tambah semangat lagi deh nulisnya.


  See you next episode, Bye😊


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2