Perjalanan Waktu Permaisuri

Perjalanan Waktu Permaisuri
Pangeran


__ADS_3

" Trang.....Trang.....Trang.... "


semakin lama semakin sering terdengar bunyo benturan pedang yang saling berdenting membuat alana semakin penasaran dan yakin bahwa sedang ada pertempuran yang cukup besar sedang terjadi disini.


" ahh, lupakan saja tentang kakek tadi! aku lebih penasaran apa yang terjadi disana, sepertinya sedang ada pertempuran tapi siapa orang yang berani membuat keributan disini "


fikir alana tak lama kemudian ia pun menyimpan kotak pemberian kakek tadi dengan hati hati di dalam jubahnya dan berlari menuju ke tempat terjadinya pertempuran tersebut.


Saat sudah berada dekat ia pun bisa melihat jelas bahwa ada sekelompok orang berbaju serba hitam dan menutupi wajah mereka dengan topeng sedang bertarung dengan sekelompok rombongan orang berbaju mewah yang mengendarai kereta kuda, terlihat para rakyat biasa mulai menjauhi arena tersebut dan berlari berhamburan karena ketakutan.


" hmm, siapa mereka? kenapa mereka membuat keributan besar di wilayah jendral? " gumam alana.


" ohh, ternyata hanya segini kemampuan seorang pangeran yang di bangga banggakan itu! Cih, ternyata sangat lemah! "


seru pria berbadan kekar yang berada pada sekolompok baju hitam meremehkan lawan di depannya tersebut.


memang diantara yang lainnya mereka berdualah yang paling mencolok, terdapat seorang pria yang saling bertarung dengan kemampuan lihai pedang mereka masing masing.


yang satunya adalah pria berjubah hitam yang menutupi seluruh wajahnya dengan topeng dan yang satunya lagi adalah seorang pria muda yang tampan dan penuh wibawa.


" yang kau lihat belum seberapa! Aku memang tidak ingin membuang buang tenagaku untuk menghadapi seokor semut sepertimu " balas pria tersebut tak kalah sarkas.


" Kau! Baiklah kau lihat kemampuanku yang sesungguhnya! "


ucap pria bertopeng tersebut dan menambah kecepatan serangnya membuat pria muda tersebut sedikit kewalahan untuk sementara dan tidak lama kemudian ia juga menambah kecepatan serangnya menjadi seimbang.


" hmm, menarik "


ucap alana yang sedang memperhatikan pertarungan tersebut.


Kedua pria itu terus bertarung dan tidak ada tanda tanda salah satunya akan kalah, mereka terlalu fokus sampai tidak memperhatikan kondisi sekitar mereka yang mulai rusak karna perbuatan mereka.


tanpa pria muda itu sadari ada seseorang yang berada di belakangnya untuk menyerangnya dari belakang saat ia tengah fokus bertarung dengan lawan di depannya.


" heh, bermain curang dengan menyerang dari belakang! itu namanya sampah! "

__ADS_1


alana lah yang paling pertama menyadarinya meskipun ia tidak tahu siapa pria muda tampan itu namun hati keadilannya tidak ingin orang berbaju hitam menang karna curang.


" aku tidak akan membiarkannya, meskipun aku tidak kenal siapa lelaki muda itu namun hati nurani ku tidak bisa tinggal diam melihat kecurangan ada di depanku! "


ucap alana sebelum menarik cambuk dari jubahnya dan bergerak maju untuk menyerang orang yang berniat menyerang secara diam diam tersebut.


" CTAR.... "


cambuk itu suksea mengenai punghung lawannya yang membuat orang itu langsung tergelak mati seketika di tanah.


aksinya tersebut mengejutkan semua orang yang ada disitu termasuk 2 orang pria yang tengah bertarung pun mengalihkan perhatian mereka kepada alana.


" ahh, aku tidak suka menjadi pusat perhatian! tapi kenapa aku yang selalu menjadi pusat perhatian, hihi "


gumam kecilnya dibalik cadarnya.


" wahh, dia seperti bidadari meski memakai cadar tapi dia sangat cantik dan berwibawa "


" apakah dia seprang dewi yang diutua tuhan untuk menyelamatkan kami "


begitulah komentar para rombongan kereta kuda.


***


Pangeran Pov


hari ini aku datang berkunjung untuk melamar seorang gadis namun saat di tengah perjalanan tiba tiba saja rombongan kami diserang oleh seseorang.


aku kewalahan menghadapi lawanku sebenarnya bukan hal sulit jika aku sedang dalam kondisi prima tapi karna telah melakukan perjalanan panjang selama beberapa hari kondisiku bisa dibilang tidak cukup prima untuk menghadapi serangan riba tiba ini.


saat aku tengah terlalu fokus dengan lawan yang kuhadapi, aku tidak memperhatikan lingkungan di sekitarku membuat celah untuk lawan menyerangku.


aku ceroboh dan tidak menyadari bahwa ada lawan yang diam diam ingin menyerangku dari belakang, hal yang tak terduga adalah kemunculan seorang wanita bercadar yang memukul orang tersebut dengan cambuknya.


" siapa wanita ini? "

__ADS_1


tanyaku dalam hati, aku terpana melihat dirinya dari atas sampai bawah.


aku terhipnotis dengan apa yang kulihat, meski memakai cadar namun aku yakin dia sangat cantik seperti bidadari hanya dari auranya saja.


Pov End


***


" mundur!! kedatangan kita telah diketahui oleh kerajaan!! "


pria bertopeng itu pun menyuruh pasukannya untuk mundur karena mengetahui bahwa sebentar lagi pasukan jendral pasti akan datang.


" aku juga harus pergi, aku tidak ingin kakek tua itu tahu bahwa aku kabur dari kediaman "


saat ingin melompat ke atap untuk pergi, tiba tiba saja laki laki muda yang di tolongnya tadi menghentikan dirinya.


" tunggu sebentar nona! "


seru pria itu. alana pun membalikkan badannya dan menatap pria di depannya.


" ahh, aku hanya ingin berterima kasih atas bantuanmu kalau bukan karena aku mungkin sudahh.... emm bolehkah aku mengetahui nama nona " tanya pria itu.


" Namaku? itu tidak penting! maaf aku harus pergi sekarang! "


ucap alana dan kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut. tidak lama kemudian pasukan jendral pun telah sampai.


" Salam hormat pangeran! hamba diutus langsung oleh jendral untuk memeriksa keadaan pangeran, maafkan hamba yang datang terlambat " ucap seorang ketua dari pasukan jendral yang dipimpinnya.


" tidak apa apa, bisakah paman membantuku mengobati yang terluka? "


" sudah kewajiban hamba pangeran "


balas ketua tersebut.


" siapa wanita itu? "

__ADS_1


tanya pangeran dalam hati.


__ADS_2