Perjalanan Waktu Permaisuri

Perjalanan Waktu Permaisuri
Penyambutan


__ADS_3

" ohh, aku juga ikut? kenapa aku harus ikut? "


tanya permaisuri pada sosok laki laki dihadapannya yang tak lain adalah kakaknya.


" huh, tentu saja kau harus ikut serta mei mei. bagaimana pun kamu harus ikut memberi salam sebagai bagian dari keluarga ini juga identitas mu sebagai permaisuri dari yang mulia "


ia menghela nafas pelan sebelum menjelaskannya pada adik yang ia sayangi.


' cih, sejak kapan aku dianggap kelurga '


batin permaisuri dalam hati.


" baiklah kakak kembali dulu. kau sebaiknya bersiap siap sekarang karna kemungkinan rombongan akan tiba sebentar lagi "


ucapnya mengingatkan sekali lagi sebelum melangkah pergi.


" iya aku tahu! dasar bawel! "


teriak permaisuri dari belakang, mendengar pernyataan itu kakaknya hanya tertawa merasa gemas.


***


" Xia, apa kau sudah selesai berdandan? "


tanya ibu xia, ibu tiri dari permaisuri.


" ahh, ibu bantu aku menata rambutku! aku ingin tampil sempurna dihadapan calon suamiku nanti "


xia berkata dengan malu malu.


" astaga, anak ibu ini rupanya sudah dewasa "


Ia tersenyum lembut kearah anaknya lalu menghampirinya untuk membantu anak gadisnya tersebut.


Tidak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


" permisi nyonya, nona. hamba disuruh tuan untuk memanggil nyonya dan nona untuk pergi keruang utama "


ucap pelayan itu.


" baik, kami akan segera kesana. kau bisa pergi! "


Ruang Utama


" Apa semuanya sudah disiapkan dengan baik? Aku tidak ingin adda kesalahan sedikit pun dalam hal ini! "


Tegas jendral guan.


" semuanya sudah berjalan sesuai rencana tuan "


" Bagus "


Tidak lama setelah itu yang lain pun segera berkumpul keruang utama termasuk permaisuri yang datang paling akhir.


" Salam yang mulia "

__ADS_1


semua membungkuk memberi hormat dengan bahasa formal.


" bangunlah! Xia kemari disamping ayah! "


ucapnya tersenyum lembut kearah anak perempuan yang sebentar lagi dilepasnya.


Xia menghampiri ayahnya dengan antusias, ia berlari dan memeluk ayahnya.


" Anak pintar! kuharap kau bisa menjadi kebanggaan keluarga kita. ingat untuk bersikap baik dan anggun didepan pangeran nanti! "


" baik, ayah xia mengerti "


Ditengah itu permaisuri hanya menatap sinis 2 orang dihadapannya itu.


Tak lama kemudian seseorang memberi laporan bahwa rombongan pangeran sudah dekat.


" Mari ke gerbang utama sekarang! "


***


Terlihat dari kejauhan sebuah rombongan memdekat ke arah mansion jendral, sementara permaisuri menatap intens rombongan berkuda itu.


Seorang laki laki tampan dan gagah terlihat turun dari kereta kudanya dengan penuh wibawa pergi menghampiri tempat dimana permaisuri berada.


" Salam pangeran selamat datang di kediaman jendral "


ucap semua orang tak terkecuali permaiasuri yang juga ikut membungkuk. sementara jendral guan pergi menghampiri pangeran tersebut.


" Aku senang kalian datang dalam keadaan selamat. maafkan kami semalam yang telat menyadari bahwa kalian mengalami penyerangan di wilayah kami "


" ahh, itu sebenarnya bukan masalah besar paman! "


ia tersenyum ramah lalu memperhatikan sekitarnya. matanya kemudian terpaku pada sesuatu.


' gawat kenapa dia terus menatap kearahku? apa dia mengenaliku? itu tidak mungkin karan aku memakai cadar saat itu '


Yah, orang tersebut adalah permaisuri yang sedang diatatap oleh pangeran tersebut.


Dugaan permaisuri benar rombongan pangeran tersebut adalah orang yang sama yang ditolongnya semalam.


" Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya? wajah mu terasa tidak asing bagiku "


pangeran itu memasang wajah ramah dan menghampiri permaisuri.


" Apa? t-tentu saja tidak! mungkin pangeran hanya merasa wajahku mirip dengan seseorang "


jawab permaisuri gugup.


" ohh, maafkan aku "


' Aneh, aku seperti pernah melihatnya. matanya terasa tidak asing bagiku '


batin pangeran dalam hati.


sementara permaisuri hanya menanggapinya dengan tersenyum canggung.

__ADS_1


Mereka berdua tidak menyadari kalau ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan tajam.


' Sial, kenapa selalu dia yang mendapat perhatian? '


orang itu tidak lain adalah xia calon istri dari pangeran tersebut.


" Ekhm, bukankah tidak baik bicara berdiri begini? mari kita bicara didalam, kami sudah menyiapkan jamuan terbaik untuk menyambut kedatangan kalian "


ucap jendral guan dan menuntun semuanya menuju ruang makan.


Ruang Makan


" Sebelumnya perkenalkan ini adalah anak kami Xia. Xia beri salam pada pangeran "


" Baik, ayah. Salam pangeran nama hamba xia calon istri dari pangeran kelak "


ucap xia dengan tidak tahu malunya memperkenalkan dirinya sendiri sebagai calon istrinya.


Kemudian mereka mengobrol dengan sekedar basa basi, membahas pernikahan ataupub hal politik kerajaan dan itu membuat permaisuri merasa bosan.


" maaf, semuanya hari ini aku kurang enak badan jadi aku ingin meminta izin untuk kembali keruanganku dan beristirahat "


ucap permaisuri tiba tiba dan ingin melangkah pergi.


" tunggu! seharusnya kau menjaga sopan santunmu didepan semua orang apalagi ada pangeran disini! "


tegur jendral guan dan permaisuri hanya menatapnya malas.


" tidak apa apa paman! mungkin dia kelelahan "


ucap pangeran menghentikan jendral yang sepertinya ingin memarahi permaisuri lagi.


Mendengar pernyataan itu permaisuri hanya melenggang pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. melihat itu xia semakin geram dan ingin membunuh permaisuri.


* Kamar Permaisuri *


Permaisuri kembali kekamarnya dan mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggunya. ia kemudian mengambil sebuah kotak usang dan membukanya perlahan.


" sebenarnya selain bosan aku ingin cepat cepat kembali adalah untuk kotak ini. aku penasaran sebenarnya apa isi dari kotak ini "


Permaisuri membuka perlahan kotak itu, tak lama kemudian sebuah cahaya menyilaukan keluar dari kotak itu sampai membuat permaisuri menutup matanya karna silau yang dibuat kotak itu.


Sementara di tempat lain........


***


Tiba tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya dan melihat sekeliling.


" Aku merasakannya benda itu ada disekitarku. bahkan benda ini sedikit bereaksi "


ucap seseorang.


" Berarti benda yang kucari selama ini ada disekitarku. aku harus wasapda dan segera menemukannya. Hahahah bagaimanapun benda itu ditakdirkan untukku. Tidak seorang pun yang bisa mengambilnya!!! "


Bersambung....

__ADS_1


Selamat Membaca🤗


__ADS_2