
Malam hari pun telah tiba, dengan segera permaisuri mengganti pakaiannya dengan jubah dan tidak lupa menutupi wajahnya dengan cadar, juga menyuruh lan'er agar berjaga jaga.
' Aku harus secepatnya menemukan tanaman obat itu agar tubuh ini terbebas dari racun, selain racun ini membuat sang pemilik tubuhnya tidak dapat mempelajari ilmu bela diri tapi juga membuat umur semakin pendek. secara tidak langsung racun ini akan mematikanmu perlahan lahan '
Permaisuri dengan lincah lompat ke atap dan melompati atap lain demi atap dan berjalan tanpa rintangan sejauh ini. saat telah sampai di gerbang utama yaitu gerbang yang bisa dipakai untuk keluar masuk kedalam mansion, terdapat 5 prajurit yang sedang berjaga namun tidak sepenuhnya bisa dikatakan berjaga karena sudah larut malam sehingga prajurit prajurit itu menguap mengantuk.
dengan perlahan permaisuri melewati prajurit itu tanpa kesulitan yang berarti dikarenakan hari yang sudah larut malam dan gelap sehingga permaisuri dapat keluar mansion dengan mudah.
Tak melupakan tujuan awal sang permaisuri pun bergegas pergi ke pasar malam terdekat.
' wahh, aku tidak menyangka akan ada pasar malam sebagus ini '
Alana a.k.a permaisuri berjalan melusuri jalanan pasar tersebut yang entah mengapa sangat ramai hari ini ada banyak penjual dan pedangang yang saling tawar menawar juga pedagang yang menawarkan barang dagangan mereka, tidak luput pula ada makanan yang mengeluarkan aroma wangi di sepanjang perjalanan yang membuat iman alana sedikit tergoyah untuk mencicipi makanan tersebut namun ia tahu tujuan awalnya jauh lebih penting sehingga dengan sangat kuat ia menahan gejolak peeutnya di bawah sana.
' aku memang suka makan tapi aku tidak rakus!! aku akan mengajak jiejie ( baojie ) nanti kesini untuk mentraktirku makanan. ohh, dimana aku harus mencari barang yang kucari? ' pikirnya bingung namun tetap melangkahkan kakinya kedepan.
' Eh '
mata elang alana menemukan ada sesuatu yang menarik, ia melihat di depan sana ada seorang kakek tua yang sedang ketiduran menunggu pembeli.
kakek tua itu menjual berbagai macam barang ronsokan namun yang menjadi perhatian alana adalah sebuah kotak yang sudah sangat usang, ia merasa tertarik karna merasakan ada suatu barang berharga didalam kotak itu sehingga ia memutuskan untuk berjalan mendekati kakek tua itu.
saat sudah sampai di depan kakek itu alana semakin penasaran dengan kotak usang itu karna seperti ada energi kuat yang menarij dirinya. alana terus memandangi kotak itu dan mencoba menyentuhnya namun sebelum tangannya sampai ada sebuah tangan lainnya.
" Plakk "
tangannya tertipis oleh sebuah tangan berkeriput yang menghentikan tangan.
__ADS_1
" anak muda apa kau ingin mencuri barang ini? dimana sopan sangun anak muda jaman sekarang? " ucap kakek tua itu sambil memandang tajam mata alana.
alana masih terkejut akan hal itu ditambah sang kakek terus menatapnya intens, sontak saja orang orang yang berada di sekitarnya mulai berbisik dan dalam sekejap alana kini menjadi pusat perhatian.
" ahh, maaf aku hanya penasaran saja terhadap isi dari kotak itu. aku tidak bermaksut untuk mencurinya " ucap alana.
meskipun mendengar hal itu sang kakek tetap tidak menurunkan kewaspadaannya hal itu membuat alana semakin yakin bahwa isi dari kotak itu sangat berharga.
" aku benar benar tidak bermaksud untuk mencurinya, kakek salah paham denganku " ucapnya lagi.
" sepertinya kau tidak memang tidak ada niat buruk. lalu ada perlu apa kau datang kesini anak muda? " tanya kakek itu tanpa basa basi.
melihat sepertinya gadis dan kakek itu hanya kesalahpahaman orang orang pun membubarkan diri mereka masing masing.
" aku tertarik dengan benda ini! aku akan membelinya, kakek sebutkan saja harganya "
" anak muda kau langsung pada intinya saja ya, tapi maaf aku tidak menjual barang ini jadi sebaiknya kau pergi saja " balas kakek itu.
" aku sudah bilang kalau aku tidak menjualnya!! sebaiknya kau pergi saja!! "
ucap kakek itu sambil melambaikan tangannya menyuruh alana untuk pergi.
" Hei, kakek tua apa kau bercanda? jika kau tidak ingin menjualnya mengapa kau pajang disini? " protes alana namun tidak dihiraukan oleh sang kakek.
karna merasa kesal sekaligus penasaran alana langsung mengambil kotak itu.
kakek itu pun kaget dan akan mengambil barang itu namun mata sepuhnya itu menemukan sesuatu yang tidak asing melekat pada tangan alana.
__ADS_1
" anak muda dari mana kau mendapatkan gelang itu? " tanya kakek itu pada alana.
yah, barang itu adalah sebuah gelang yang di pakai alana pada saat mengunjungi kamar milik mendiang ibunya pada saat itu ia menemukan sebuah gelang yang terdapat sebuah simbol kuno yang alana pun tidak tahu apa itu artinya.
" ahh, gelang ini aku menukan ini di kamar mendiang ibuku. apa ada yang salah denagan gelang ini? "
" bisa kau pinjamkan sebentar gelangmu? "
tanya kakek itu tanpa menjawab pertanyaan alana sebelumnya.
meski sedikit kebingungan terhadap itu alana pun tetap menyerahkan gelang itu pada kakek di hadapannya ini tanpa rasa curiga sama sekali, kakek itu pun menerima itu dengan hati hati dan memeriksanya sebelum ia merasa sangat terkejut.
" tidak mungkin!! kau adalah....... "
" kalau begitu kau memang adalah orang yang aku cari " ucap kakek itu seraya memberikan kembali gelang itu dan memberikan kotak sebelumnya.
" jaga kedua barang ini baik baik!! kau harus bisa membalaskan dendam kami "
" apa maksut membalaskan dendam? "
tanya alana.
" Trang....Trang..... "
perhatian alana terpecahkan saat ia mendengar ada sebuah suara pertempuran, ia menoleh ke arah sumber suara tersebut dan saat menoleh ke arah kakek tadi kakek tersebut telah menghilang.
" eh, kemana kakek tadi? " tanya alana kebingungan dan menoleh ke arah sekitar namun kakek tersebut benar benar menghilang seolah di telan bumi.
__ADS_1
" Trang......Trang...... "
terdengar kembali suara sebuah peetempuran pedang yang sepertinya sangat dahsyat karena merasa penasaran ia pun mengikuti arah suara tersebut.