
Ruang Makan
Saat ini seluruh keluarga inti Lin sedang makan malam bersama di ruang makan semuanya hening, sibuk dengan makan malam mereka masing masing sampai terdengar ada langkah kaki memasuki ruang makan tersebut.
" Selamat malam semuanya. Maaf aku datang terlambat " dan orang itu adalah permaisuri dan menyapa semua orang yang ada diruangan tersebut dengan senyuman lebar meski merasakan ada tatapan dingin yang diarahkan padanya.
" tentu, duduklah di sampingku mei mei! " ucap kakak permaisuri memecah keheningan tersebut dan menepuk nepuk kursi kosong disebelahnya.
" terima kasih, baojie " ucap permaisuri tanpa mempedulikan tatapan tajam samua orang dan melangkahkan kakinya dan duduk disamping kakaknya.
" mei mei, makanlah ini! Ini sangat lezat. Oh ya, ini makanlah ini juga itu baik untuk kesehatanmu! Dan ini juga, ini, ini dan ini " kakak permaisuri terus menerus mengambilkan semua makanan dan meletakkan semuanya di piring permaisuri sampai sampai piring itu tidak lagi terligat karena tertutup oleh lauk lauk diatasnya, menyadari hal tersebut kakak permaisuri menjadi tersenyum canggung.
" Baojie! Sudah cukup! Apa kau ingin membuatku gendut dengan memakan ini semua? " permaisuri menjadi sedikit kesal dan menggembungkan pipinya.
" hehe, mei mei maafkan aku! Tapi kau harus makan yang banyak! " ujar kakak permaisuri mencoba menasehati adiknya tersebut.
" Tapi...... " belum selesai permaisuri menyelesaikan kalimatnya tiba tiba saja ada yang menimpali perkataannya.
" benar, apa yang dikatakan kakakmu. Xian Xian makanlah yang banyak kau baru saja sembuh jika kau tidak makan kau bisa sakit " ucap selir pertama weinie mencoba menaseharti permaisuri.
" aku tidak butuh nasehatmu! " permaisuri berkata dengan dingin.
" kakak, apa yang dikatakan ibunda benar. Kakak harus makan yang banyak atau nanti orang orang berfikir kau tidak diberi makan di sini " ucap xia lin menyindir.
" dan aku juga tidak memerlukan nasehat dari orang yang jauh lebih muda dariku! " kata permaisuri menatap dingin ke arah xia lin begitu juga dengannya yang menatap tajam ke arah permaisuri.
" sudah cukup! Kau seharusnya bisa lebih menghormati ibumu dan adikmu! " ujar jendral guan sambil menunjuk kearah permaisuri.
" ibuku sudah mati! Aku tidak memiliki ibu lain selain dirinya! " Â balas permaisuri.
" kau! Dasar anak kurang ajar! " jendral sudah berdiri dari tempatnya berniat memberikan tamparan pada permaisuri namun permaisuri masih duduk santai di kursinya.
" Ayah sudah cukup! Mei mei masih berkabung atas meninggalnya bibi xifai " ucap kakak permaisuri melerai konflik yang semakin memanas ini.
" haih, sudah semuanya diam dan makan makanan masing masing! " ucap jendral guan menghela nafas pelan sebelum kembali ketempat duduknya.
" tidak perlu! Aku sudah kehilangan nafsu makanku. Lan'er ayo pergi dari sini! " ucap permaisuri dan bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
" baik nona " balas lan'er dan menyusul dari belakang.
* Keesokan paginya *
Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, langit yang gelap berubah menjadi terang dan bercahaya penuh kehidupan. Menandakan bahwa fajar telah tiba dan menjadi awal bagi runititas semua orang ( yaelah sok puitis baget 😂 ).
" nona bangun hari sudah pa......gi...... " lan'er pergi menuju ruangan permaisuri berniat untuk membangunkan permaisuri namun alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa permaisuri sudah siap dan sedang berada di meja rias, ia tak menyangka kalau permaisuri berinisiatif bangun pagi sendiri padahal ia tau permaisuri sangat susah untuk bangun pagi.
" ah, kebetulan sekali kau disini. Lan'er cepatlah kemari dan bantu aku berhias! Kenapa bengong saja dari tadi? " ucap permaisuri yang mengetahui keberadaan lan'er.
" ah, baik nona " dan kemudian ia berlari menuju tempat permaisuri berada dan mulai menata rambut permaisuri.
" oh ya, nona tumben sekali nona bangun pagi sekali biasanya nona sangat susah sekali bangun pagi " ucap lan'er keharanan.
" hmm, bangun pagi salah, bangun siang juga salah. Kau ini bagaimana sih lan'er? " ucap permaisuri.
" hehe, bukan begitu nona hanya saja tidak biasanya nona bangun pagi " balas lan'er.
 Setelah selesai berdandan permaisuri bersama lan'er menuju makam dari ibu permaisuri.
* Makam *
Permaisuri berjongkok di depan makam tersebut sendirian karena ia menyuruh lan'er untuk menunggunya di luar. Ia kemudian meletakkan bunga yang ia bawa di makam tersebut.
" maaf baru bisa mengunjungimu hari ini ratu, semoga ratu dan permaisuri bahagia di alam sana bersama sama. Maaf, aku telah mengambil alih tubuh ini. Aku yakin semua ini adalah takdir " permaisuri tidak banyak berkata kata di depan makam ibu dari permaisuri namun ia merenung cukup lama sebelum memutuskan untuk kembali karena matahari sudah mau naik ke atas kepala.
 Ia  menemui lan'er yang berada di luar dan kemudian pulang menuju kediamannya. Sepanjang perjalanan permaisuri hanya diam saja dan mulai menyusun rencananya untuk keluar kediaman malam ini, lan'er pun tidak terlalu banyak bertanya karena mungkin permaisuri masih merasa sedih dan tidak ingin diganggu. Namun, saat di perjalanan pulang ia mendengar sesuatu yang cukup menarik dari dayang dayang dan para kasim yang bergosip.
" apa kau tahu bahwa putri xia sebentar lagi akan menikah? " ucap salah satu dayang.
" apa? Aku tidak tau, memangnya dengan siapa putri akan menikah? "
" kudengar dengar sih katanya adalah seorang putra mahkota dari kerajaan\kekaisaran yao "
" wah, benarkah? Beruntung sekali putri, beliau pasti akan menjadi seorang ratu nantinya "
" tentu saja, apalagi aku mendengar bahwa putra mahkota memiliki wajah yang sangat tampan dan sudah mencapai kultivasi tingkat  tinggi. Dan kabarnya akan sampai disini sekitar 2 hari lagi "
__ADS_1
 Begitulah para dayang dayang tersebut bergosip ( engga cuma tetangga doang yang suka gosip, gengs ).
' hmm, menarik ' Â batin permaisuri.
Lalu kembali melangkahkan kakinya.
 Malam hari pun tiba malam yang sangat dinantikan oleh permaisuri, permaisuri segera bersiap siap untuk menyusup keluar kediaman ini.
" Lan'er aku ingin berlatih sampai pagi, kau pastikan jangan sampai ada yang masuk kamarku waulaupun itu kakakku! Mengerti? " ucap permaisuri.
" tapi, bagaimana nanti jika ada yang datang mencari? " tanya lan'er cemas.
" tinggal bilang saja kalau aku sudah istirahat! Â Sudahlah jangan banyak tanya! "
Dengan berat hati lan'er melangkahkan kaki keluar ruangan, sementara permaisuri kegirangan. Dengan segera  ia langsung memakai jubah berwarna serba hitam tidak lupa memakai cadar agar tidak ada yang mengenalinya, dan dirinya pun siap berangkat menuju pasar malam.
 ' yey, pasar malam tunggu aku! '
****
 Hai, selamat datang dan selamat membaca, semoga sukaa sama ceritanya ya😉
 
 
 
 
 
 
 
 
__ADS_1