Perjuangan Momoy

Perjuangan Momoy
DIJODOHKAN


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu,Dirgo pun akhirnya mendarat disalah satu bandara ternama.


Mengingat akan rencana Yang dibuatnya,Membuat Dirgo harus mengenakan Outfit Serba tertutup agar Tidak Ada satu orang pun yang Tau Bahwa Dirgo tlah kembali.


•••


Sementara itu Di Kediaman Pramuta


"Galih,ayah ada janji makan malam bersama Tuan Daigo,dan kamu harus ikut ayah"Ucap Ayah Pramuta


"galih malas Yah, Galih ngantuk"Sambil berpura pura menguap agar kelihatan seperti orang yang sedang mengantuk dan menguncek pelan mata sebelah kanannya.


"Jangan berbohong sama Ayah,Kamu itu anak Ayah, Ayah gak pernah mengajar kamu berbohong seperti ini"


"Baik lah baiklah,Ayah menang sekarang"Memasang wajah sedih seperti habis dipukul Orang saja.


"Mukamu jelek seperti itu"Tawa ayah

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama,Akhirnya,Tiba saatnya Acara makan malam Disebuah Cafe Yang Indah,Dikelilingin pohon rimbun nan hijau,Serta Dibaluti Lampu berbintang disekelilingnya.


Tuan Daigo beserta keluarga menuju kesalah satu Meja Yang sudah Dipesan sebelumnya,Meja khusus yang sudah tersaji Diatasnya berbagai hidangan Pembuka, Pokok, serta penutup, Sudah Tersusun dengan sangat rapi.


15 mrnit kemudian


Keluarga Pramuta memasuki Cafe dan menuju Tempat Dimana Teman Rekannya Itu Duduk, Setelah cukup Lama mencari Akhirnya Bertemulah Tuan Pramuta dengan Tuan Daigo yang disambut dengan Senyuman Lebar olehnya, Begitupun Dengan mama tuti Dan juga Momoy.


Duduk Melingkar dan saling duduk berdekatan mrngelilingi hidangan Diatas Meja.


Momoy yang masih canggung berusaha untuk Beradaptasi pada Waktu yang sekarang,Senyum yang tak Luntur serta tatapan Mata Yang begitu Indah membuat Siapa Saja terpesona,Terutama Galih Yang secara kebetulan Duduk bersampingan Dengannya.


"Silahkan dinikmati hidangannya Sobat"Ucap Tuan Daigo sambil melirik Kearah Tuan Pramuta


"Terimah kasih kembali"Balas Tuan pramuta"Apakah ini putrimu,Lihatlah Dia begitu Sangat cantik"Sambil tersenyum Kearah Momoy.


"Iya dia sangat cantik seperti Istriku ini"

__ADS_1


"Istriku juga cantik Tuan Daigo yang terhormat"


"Iya iyah wanita kita Cantik"Tersenyum sambil tertawa kearah Pramuta Dan dibalas Tawa Oleh Kedua Istri Nya.


Perbincangan Demi Perbincangan Terus Berlanjut, Momoy yang canggung Kini Sudah Tidak Lagi,Dia sudah Lebih Mengenal Keluarga Galih,Bunda sulisa dan Juga Tuan Pramuta.


Bunda sulisa yang duduk Disebelah galih terus tersenyum kearah momoy dan Mama tuti,Merasa Jarak yang jauh,Terpaksa Galih Harus pindah kursi,bunda sulisa Duduk Ditempat Galih Dan Galih Duduk Ditempat bunda Sulisa.


Galih Menatap Bundanya penuh kekesalan sedangkan, Bunda sulisa yang merasa Anaknya itu sedang kesal padanya hanya Terus tersenyum.


"Sayang,Kamu cantik"Ucap bunda sulisa kepada momoy


"Terimah kasih"Balas momoy dengan senyuman yang terus terpancar Diwajahnya"


"Wah lihat ni jeng anakmu Sangat cantik seperti Dirimu,Wah aku jadi tidak sabar memiliki menantu seperti dirinya"Berkata sambil Melirik galih yang masih melanjutkan makannya.


"Iyah jeng Kalau mereka berjodoh,aku sangat bahagiah sekali"Sambil memegang pundak Putrinya.

__ADS_1


"Gimana kalau kita menjodohkan Mereka"Ucap Bunda Sulisa antusias


Galih yang mendengar Kata Di jodohkan Tersendak Kaget,Untung bukan tulang ikan, kwkwk.Begitupun Dengan Momoy,Menatap Tak percaya Dengan Yang Diucapkan Barusan Oleh bunda Sulisa.


__ADS_2