
"Bunda apaan shi, Galih Bukan Anak kecil Lagi"Dengan Sorot Mata yang tajam Seperti Singa Yang siap Menyantap makanan Yang tersedia Dihadapannya.
Momoy pun sebaliknya Apa yang dikatakan Oleh galih Juga Ia ucapkan Bahwa Dia juga bukan anak kecil lagi,Mama tuti yang mendengar Putrinya berkata hanya Bisa tersenyum dan mengelus kepala Putrinya dengan Sangat lembut.
Tatapan Demi tatapan Bunda sulisa Dapatkan Dari Anaknya Itu,kekesalan Demi kekesalan Menyelimuti isi Kepalanya yang Sedikit Lagi mau meledak Dan menghancurkan Isinya.
Tuan daigo dan istrinya yang melihat kejadian itu Hanya Bisa tersenyum sambil terus melanjutkan Makannya begitu juga dengan tuan pramuta,Terus saja melanjutkan makananya seperti tidak Merasakan Sesuatu.
Disisi lain Bunda sulisa Dan anaknya masih terus bercekcok dan terus mengeluarkan sorot mata yang tajam,Sayatan yang akan mengiris tubuh bagi siapa saja yang mengusiknya.
"Bunda akan tetap Menjodohkan Kamu Sama Dia"Sambil melirik kearah momoy dan tersenyum Paksa,Akibat ulah anak nakalnya itu.
"Bunda apaan shi Bunda gak denger momoy bilang apa tadi dia juga gak suka dijodohkan," Dengan nada sedikit membentak Sambil ikut melirik kearah momoy dengan tatapan Dingin.momoy yang dilirik dengan Galih,sontak Menciut akibat tatapan Mata yang sangat dngin itu.
__ADS_1
"Gak mungkin Momoy Itu mau menolak permintaan Bunda,Iyahkan sayang"Melirik penuh harap kearah Momoy lagi.
"Terserah bunda."Ucap galih sambil menghentakkan Sendok yang sempat dia pegang Dikedua tangannya.ting.
"Kamu bilang terserah bunda kan,Ok bunda tuntut kata terserah Itu,Bunda mau kamu menikah Dan menerima Perjodohan Ini"Ucap Bunda sulisa"Ingat Bunda Udah terus berlanjut usia Dengan ayahmu, Gak selamanya Bunda Menemani Kamu nantinya,Kalau bunda sama ayah tiada siapa yang mau urus kamu kalau bukan Istri kamu kelak".Dengan nada meninggi dan sedikit Menyindir Dan menguncingkan Kedua bibirnya melirik kearah Galih.
"hemm"Balas Galih pasrah.
Tuan daigo Serta tuan Pramuta hanya bisa mengeleng geleng kan kepalanya dan menepuk jidatnya itu,sedangkan,momoy hanya tunduk Dan terus mengenggam kedua tangannya.
"Terimah saja sayang,Bunda yakin ko,galih anak yang baik, walau keadaan bundanya yang memaksa"ucap mama tuti setengah berbisik diteliga anaknya.
yah tuhan,apa ini,aku tidak mungkin mencintai orang yang sama untuk kedua kalinya,bahkan sampe menikah dengannya.
__ADS_1
udah cukup aku terluka dengan ucapannya dulu kalau dia tidak mencintaiku,Tapi apa yang harus aku katakan, batin momoy.
Apa aku terima saja,tapi aku tidak mencintainya lagi, aghh, yah tuhan bagaimana ini
Momoy yang terus melirik kearah orang tuanya itu dan sesekali melirik kearah bunda sulisa.
yah sudah aku terimah saja,Bismillah.
"Hem, bunda"Pangil momoy
Bunda sulisa yang merasa dirinya dipanggil sontak dengan cepat matanya melirik kearah momoy, "Iyah sayang gimana"Balas bunda sulisa Antusias.
"Hem,Momoy mau dijodohkan dengan Galih, hem ah ia anu, maksud momoy,momoy terima Dijodohkan Dengan Galih."
__ADS_1
Bunda sulisa dan mama tuti sontak kaget,dan tiba tiba berubah menjadi sangat Antusias atas jawaban yang dilontarkan Momoy,Tuan daigo Hanya tersenyum menanggapi begitupun Dengan Tuan Pramuta, Yang tidak mau begitu ikut campur urusan pernikahan,Toh,dia sudah nikah wkwk.