
setelah sampai didepan pintu,ibu lili segera memanggil momoy untuk masuk kedalam.momoypun bergegas masuk kedalam dan menyuruh hena untuk jangan pulang terlebih dahulu, hena pun menurut dan tetap fokus mengajari anak anak les tambahan.
setelah masuk dan duduk disamping ibu lili,momoy merasakan keanehan pada dirinya begitupun sebaliknya mama tutipun merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan momoy.
Cukup lama berdiam dengan keheningan
ibu lilipun angkat bicara
"moy kamu kenal mereka"sambil menunjuk kearah tuan daigo dan mama tuti
"Tidak bu"
"Apa yang kamu rasakan setelah bertemu mereka"
__ADS_1
"Aku hanya merasakan keanehan,dimana rasa itu seperti sebuah kehangatan yang harus ditumpahkan,seperti satu batin yang harus disatukan, tapi aku tidak tau apa itu bu"
"mereka kedua orang tuamu"sambil menatap momoy penuh keyakinan
"Tidak mungkin bu,aku tidak memiliki orang tua,mungkin yang aku rasakan ini hanya sebuah kerinduan saja"
Mama tuti dan tuan daigo yang mendengar itupun tidak habis pikir,bagai disayat pisau tajam tak menyangka bahwa putri kecil mereka yang kini sudah dewasa yang tumbuh dengan sangat cantik dengan menggunakan hijab yang menghiasi kepalanya dapat berkata seperti itu.
"disaat kamu masih kecil ibu menemukanmu tepat didepan pintu itu"Sambil menunjuk kearah pintu"ibu tidak tau alasan yang begitu pasti moy, tapi mereka adalah orang tuamu,kamu anaknya,ingat kata ibu waktu itu,jangan pernah membenci siapapun apalagi kedua orang tuamu"
"Bu,ibu tau dari kecil aku sangat iri kepada teman temanku mereka bisa berjalan dengan kedua ayah dan ibunya,makan bersama,diantar kesekolah bersama,bahkan tidur juga mereka bersama,aku iri diusia yang masih kecil,yang berusaha tegar,berusaha kuat padahal aku hanya manusia biasa yang lemah"Sambil menangis"Aku selalu merindukan kasih sayang kedua orang tuaku,tapi gak ada satupun dari mereka yang mampu menopang aku berjalan saat aku tak sanggup untuk bangkit, hanya ibu dan juga hena"
"Sayang dengarkan Ibu,ibu tau kamu terluka,Tapi jangan pernah memebenci ataupun dendam sayang,bukankah momoy pernah bilang Kalau aku ketemu mama sama papa aku aku akan memeluk mereka seperti aku memeluk ibu"ucap ibu lili
__ADS_1
Ibu lilipun terus menasehati sambil memeluk momoy dengan erat,yah itulah ibu lili dia sangat mengertu keadaan momoy sekarang.'pasti dia begitu terluka'
Tuan daigo pun berusaha menenangkan istrinya yang sedari tadi hanya mampu meneteskan airmatanya terjun bebas membasahi kedua pipinya.
"Sayang Ini mama"Ucap mama tuti sambil terus menangis tak kuat menahan kesedihan serta kerinduannya pada putri kecil semata wayangnya.
Tak kunjung mendapat jawaban dari Anaknya momoy,Tuan daigo pun angkat bicara'
"Momoy maafkan papa sayang,ini kesalahan papa,bukan kesalahan mama mu,Papa tau papah salah,Papah minta maaf"Sambil meneteskan airmata yang tak bisa ditahannya lagi.
Mama tuti yang melihat suaminya menangis pun hanya bisa saling menenangkan.
"Apa yang bisa aku percaya dari kalian,setelah aku dibuang,dan kalian datang lagi dengan bilang aku adalah anak kalian,apa yang membuktikanya?"Ucap momoy dengan suara yang hampir saja hilang.
__ADS_1