PERNIKAHAN ANAK KONGLOMERAT

PERNIKAHAN ANAK KONGLOMERAT
Keluarga Galyan


__ADS_3

Dentingan sendok dengan piring paling mendominasi di ruang makan VIP saat ini. Tiap orang yang duduk fokus dengan hidangannya. Namun, sekalinya seorang pria paruh baya dengan brewok tipis yang sudah beruban itu mengatakan sepatah kata, selesai sudah acara makan siang keluarga ini.


"Tanggal berapa sekarang?" Tanya Gien—Si pria paruh baya itu—mulutnya sudah terbuka dan sekalinya bicara pasti ujungnya akan mengarah ke hal yang tidak Zura inginkan.


"4, Pah," jawab Parta—Ayah dari Zura, pria itu melirik putrinya yang tidak memperlihatkan reaksi apapun. Putri cantiknya itu pintar menyembunyikan ekspresinya.


Tentu saja, Parta sebagai Ayah dari Zura paham dengan keadaan putrinya saat ini. Tentang putrinya yang tidak suka dipaksa, putrinya yang tidak suka sea food, putrinya yang paling tidak mau diurusi masalah pribadinya terlalu dalam.


"Tanggal 4 Maret," ucapnya memperjelas, Gien mengelap bibirnya dengan kain kecil yang tersedia di samping piringnya yang sekarang sudah tidak lagi tersisa isinya. Gien melihat tiap wajah anggota keluarganya. Dari putranya—Parta Galyan, keponakannya—Olin Galyan—omnya Zura, dan terakhir, Azura Suji Galyan—cucu perempuan satu-satu.


"Olin, minggu depan bukankah ada pertemuan dengan Deluxer Group?" Tanya Gien kepada pria yang tidak lain adalah Omnya Zura—yang duduk di samping kanan Azura.


Piring bekas makan mereka sudah dibawa oleh pelayan dan yang tersisa hanya 4 anggota keluarga Galyan.


Olin mengangguk setelah ia memposisikan duduknya dengan benar dan tegap. Well, ini memang acara keluarga. Tapi, keluarga ini adalah Galyan, pertemuan keluarga apapun tetap berkelakuan formal.


Azura diam dengan posisi yang sama, sambil mendengarkan. Karena ia belum tahu apapun tentang Galyan yang akan ada pertemuan dengan Tiritan—marga pemilik Deluxer Group. Apa sekarang kedua keluarga ini akan bersaing dengan sehat? Karena setahu Zura dua keluarga ini memiliki masalalu yang buruk tentang kerja sama antar bisnisnya.


"Pah. Kita bicarakan hal ini setelah Zura pergi saja," ucap Parta.


Hal ini membuat Zura menatap Ayahnya dengan alis mengkerut, ia menaikkan alisnya bermaksud bertanya kenapa kepada Ayahnya.


"Kenapa?" Namun pertanyaan itu sudah diwakilkan oleh Gien.


Sebelum Parta membuka suaranya untuk menjawab, Gien melanjutkan, "Zura, kau besok ikut ke pertemuan jamuan Galritan."


"Galritan?" Tanya Zura.

__ADS_1


Bahkan sekarang mereka sudah menggabungkan dua marga itu menjadi satu.


"Pada intinya. Kita dengan Deluxer Group tidak lagi ada masalah. Berita yang beredar diluar hanya opini publik yang dibesar-besarkan," ujar Gien.


Namun sungguh, tentang masalah kedua keluarga itu Zura tidak ingin ikut campur. Menurut Zura permasalahan itu hanya urusan orang tua, karena memang seperti itu kenyataannya. Buktinya, ia malah berteman baik dengan salah satu putra Tiritan.


Ponsel Zura mendapat notifikasi pesan dari sahabatnya.


Sabian ****Ege🔞


Hei cantik. Kelasmu dimulai pukul 2 hari ini.


^^^Azura^^^


^^^Kau baik sekali, Ayan. ^^^


^^^Kenapa repot-repot, aku sudah tahu..^^^


Sabian ****Ege🔞


^^^Azura^^^


^^^Oh ya?!! Merepotkan! ^^^


Sabian ****Ege🔞


Justru aku yang harus bilang begitu! Kau selalu memanfaatkan aku!

__ADS_1


^^^Azura^^^


^^^Hihihi^^^


^^^Kalau begitu sebagai tugas pertama.^^^


^^^Jemput aku sekarang di Malaga Resto! ^^^


Sabian ****Ege🔞


Oho!


Apakah jamuannya menarik, cantik????


^^^Azura^^^


^^^Kau sudah tahu apa yang kumaksud.^^^


Sabian ****Ege🔞


Ok! Aku akan meluncur 😘


^^^Azura^^^


^^^Cepatlah! Bahkan sekarang topiknya menjurus ke hal yang aku benci!!!!^^^


"Iya, bisa begitu. Azura akan lulus tahun ini bukan? Kau sudah menjalankan tugas akhirmu, Zura?" Tanya Gien.

__ADS_1


Azura yang sudah kembali menyembunyikan ponselnya di bawah meja, menatap kakeknya itu dengan senyum kecil. Ugh! Azura benci topik ini!


"Iya, kakek. Zura tinggal menyelesaikan esainya."


__ADS_2