Pernikahan Manis Dengan Bos Bundaku Ditemani Sikembar

Pernikahan Manis Dengan Bos Bundaku Ditemani Sikembar
Azwa Bukan Gadis Lemah


__ADS_3

..."Jangan pernah hanya diam saat ada yang hendak melakukan perbuatan berlebihan terhadapmu, sama saja kamu tidak mau mempertahankan kehormatanmu."...


*****


Jantung Azwa mulai berdetak tak beraturan, kursi yang sedang ia duduki kini sudah semakin bergeser ke dinding.


"Ah! sial! kenapa dia malah mendekat?" batinnya merasa cemas.


Zen hanya tersenyum miring saat melihat wajah pucat Azwa yang tak berani lagi menatap ke arah matanya.


Tangannya kini sudah terulur dan memegang dagu Azwa lalu menyuruhnya untuk menatap matanya dalam.


"Azwa, tatap mata aku." pintanya.


Azwa hanya menggeleng lemah, ia benar - benar tak sanggup mewujudkan apa yang dia pinta karena saat ia melihat ke arah matanya bayang - bayang saat Zen sedang berciuman dengan pacarnya terus berputar di kepalanya.


"Kenapa? kenapa kamu tak mewujudkan permintaanku hah? padahal aku tidak meminta lebih darimu," geramnya yang mulai mencengkram dagu Azwa kuat.


Azwa hanya bisa menahan rasa sakit dan tetap enggan menatap matanya.


"Azwa, harusnya kau bersyukur. Selama kita berpacaran aku tidak pernah meminta sesuatu darimu, termasuk sekedar Kiss." peringatnya.


"Padahal aku sangat menginginkannya, tak salah kan kalau aku sebagai pacarmu yang memintanya? dan aku selalu menahan dariku karena aku tau kamu pasti akan menolaknya."


"Asal kamu tau, aku juga masih pria normal yang tak bisa menahan diriku sendiri. Jadi aku mencari pelampiasan pada gadis lain, karena apa? karena aku tidak mau merusak mu, aku takut kamu nanti malah membenciku." ungkapnya.


Mendengarkan apa yang di katakan oleh Zen bukannya mengerti emosi Azwa mulai memuncak, ia langsung menepis dengan kasar tangan Zen yang mencengkram dagunya.


"Kau tau? itulah yang membuat aku tidak suka denganmu Zen, kamu tidak bisa menahan dirimu sendiri dari perbuatan yang tak seharusnya kau lakukan sebelum ikatan suci terjalin." ucapnya.


"Ingat! jika kamu memang betul - betul cinta sama aku, sayang sama aku kamu pasti akan mencoba menahan diri dari hal yang mampu membuat hatiku sakit." sedihnya yang mulai berkaca - kaca.


"Belum menikah saja sikapmu sudah begini dalam mengambil keputusan, apa nanti ketika kita sudah resmi bersama kau akan mencari pemuas nafsumu saat aku memiliki kekurangan yang tak bisa untuk kau ungkapkan?" tanyanya tak habis pikir.


Zen terdiam, ia jadi tersadar saat mendengar apa yang Azwa katakan.

__ADS_1


"Azwa," ucapnya akhirnya.


"Aku minta maaf, aku tidak sampai berpikir sejauh itu." sambungnya.


"Huh! baru sekarang kamu sadar? jika aku hanya diam saja dan bersikap lemah sejak tadi, aku yakin kamu pasti akan terus memojokkan ku ke dinding." responnya sambil tersenyum miring.


"Lalu aku harus apa agar kamu berkenan memaafkanku Azwa?" tanyanya bingung.


"Tapi aku tidak yakin kamu akan menerima permintaanku ini," remehnya.


"Katakan, aku tidak mungkin tidak mampu untuk mewujudkan apa pun yang kamu inginkan." yakinnya.


"Wah! percaya diri sekali kamu ya, oke kalau kamu merasa mampu." ucap Azwa yang langsung bangkit dari tempat duduk nya.


Tangannya ia lipat di bawah dada tanpa mau melepaskan tatapan tajamnya dari Zen.


"Aku cuma minta satu hal kok sama kamu, gak banyak - banyak." sambungnya serius.


"Apa itu?" tanyanya gugup.


"Apa?" ucapnya tak percaya.


"Aku tak ingin mendengar bantahan apa pun, setelah kamu berkata bahwa kamu akan mewujudkan apa pun yang aku inginkan. Ingat! apa pun," responnya penuh nada penekanan.


"Tapi-" ucapannya terpotong.


"Jika kau memang pria yang bisa di pengang ucapannya, maka buktikanlah dan jangan membantah setelah terlanjur PD dengan apa yang kau katakan sebelumnya." geram Azwa.


Kring... Kring... Kring...


Suara Bel tanda jam Istirahat pun berbunyi, Azwa jadi dapat bernapas lega karena ia sekarang sudah mempunyai alasan baru untuk menghindar.


"Hmmm... Aku yakin kau juga mendengarnya kan? jadi lebih baik kamu segera keluar dari kelasku sekarang juga mumpung masih sepi, sebelum kamu di tuduh ingin berbuat yang tidak - tidak terdapat ku." ucapnya yang kini sudah bersandar di dinding sambil melihat kuku jarinya sendiri.


Zen hanya mampu mengumpat kasar di dalam hati, ia benar - benar sudah kalah saing secara lisan dengan Azwa.

__ADS_1


Dulu ia pikir Azwa adalah gadis pendiam yang sangat lemah, ternyata itu jauh dari kata tersebut sebab ia hanya melihat dari penampilannya saja.


Tak berselang lama setelah Zen keluar dari kelasnya barulah teman - teman Azwa yang baru saja jajan di kantin masuk ke kelas sambil memakan camilan mereka masing - masing.


"Eh Azwa, kamu udah di sini aja. Dari tadi apa kamu tidak ikutan main bersama kami?" tanya salah satu dari mereka.


"Hehe enggak," ucapnya sambil menyengir kuda.


"Lho, kenapa? nanti kalau ketahuan pak Ilham bisa habis kamu," cemas temannya.


"Aman itu ma," responnya yang kembali menulis.


"Kamu ini Azwa, benar - benar gak ada rasa takutnya sama sekali sama pak Ilham." ucap temannya.


"Ya kan aku punya alasan," jawabnya santai.


"Apa coba?" tanya mereka penasaran sambil mengangkat satu alisnya.


"Alasannya ya karena semua alat untuk olahraga sudah habis di ambil oleh teman kita yang lain," jelasnya.


"Ya ampun Azwa... Padahal kan ada juga itu apa namanya permainan karet atau pun Volly juga basket. Kita bisa bagi tim tadi, sempat kekurangan satu orang. Untung ada yang mau masuk," resah salah satu dari mereka.


"Benarkah? maaf aku gak tau, lain kali aku akan bertanya dulu deh sama kalian." respon yang kembali menatap ke arah bukunya.


"Yaudah terserah kamu aja Azwa," ucap temannya yang mulai berjalan ke arah meja belajarnya.


"Hehe kalau terserah aku maunya sih gak usah ikutan jam olahraga, mending duduk manis di dalam kelas aja." batinnya.


Beberapa teman yang lain hanya bisa menghembuskan napas pelan, lalu ikut pergi menyusul ke kursi mereka masing - masing.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2