
Nayla sakit.
Nayla masih diam saat mobil mereka telah sampai di kediaman Sam.
" ayo turun"
ucap Sam dingin.
Nayla memandangi Sam dan dirinya, Sam yang hanya mengenakan jas yang masih sedikit basah sehingga memperlihatkan tubuh atletisnya.
Dan dia hanya memakai kemeja milik Sam yang terkesan tipis , bagaimana mungkin dia akan berjalan kedalam rumah dengan keadaan seperti itu.
Sam seperti nya mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Nayla, dia lalu membuka pintu mobil dan menggendong Nayla ala bridal style.
Nayla yang malu menutupi wajahnya dengan menarik leher jas yang di pakai oleh Sam.
Semua pelayan yang menyaksikan hanya menundukkan kepalanya, setelah tuan dan nyonya nya masuk mereka mulai berbisik dan tersenyum.
Sam menghempaskan tubuh Nayla dengan kasar di atas tempat tidur.
" dasar wanita penggoda *
ucap Sam dingin.
" aku bukan wanita penggoda dan aku tidak Sudi menggoda pria brengsek seperti mu"
ucap Nayla emosi.
Sam menatap Nayla dia lalu meninggalkan Nayla dan pergi menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Dia ingin mendinginkan hatinya dan menenangkan hasratnya yang selalu bangun saat bersama Nayla.
Nayla kemudian memasuki kamar mandi dan berendam di dalam bathtub dia ingin membersihkan tubuhnya dari sentuhan Sam.
Nayla mulai merasa kepalanya sedikit pusing dan dia mulai merasa kedinginan.
Namun dia tetap berendam sambil menenangkan perasaannya
__ADS_1
Karena dia merasa semakin dingin, akhirnya diapun memutuskan segera naik dan memakai lingerie dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang tebal.
Sementara itu Sam sudah bersiap-siap akan pergi ke apartemen Mery.
Namun saat di meja makan dia tak melihat Nayla dia lalu berkata.
" di mana nyonya"
" tadi saya sudah mengetuk pintu kamar nyonya tapi nyonya tidak menjawab"
ucap sang pelayan.
Sam kemudian menuju ke kamar Nayla dan membuka pintu kamar itu, namun pintunya terkunci.
" ambilkan kunci cadangan "
ucap Sam dingin.
Sang pelayan lalu bergegas mengambil kunci cadangan dan meninggalkan Sam yang masih menunggu di depan pintu kamar Nayla.
Saat Sam membuka pintu kamar itu dia melihat Nayla yang tertidur di tempat tidur dengan wajah yang terlihat pucat
Dia lalu memegang kening Nayla dan sangat panas dia lalu menghubungi dokter pribadinya dan memintanya untuk datang memeriksa Nayla.
Tak berapa lama dokter pun datang bersama seorang perawat.
Setelah memeriksa sang dokter berkata Nayla mengalami demam dan dia harus istirahat.
Pelayan mengantarkan kepergian sang dokter, Sam yang melihat Nayla seperti itu merasa kasihan, diapun mengambil kompres dan mengompres kening Nayla.
Namun saat dia sedang merawat Nayla Mery menelpon.
" hallo sayang ...aku sudah menunggumu "
ucap Mery manja
" sepertinya aku tidak bisa datang karena ada urusan mendesak yang perlu ku atasi "
__ADS_1
ucap Sam berbohong.
" tapi sayang aku sudah cuti hari ini khusus untukmu "
ucap Mery lagi merayu Sam.
Sam menatap Nayla dia lalu berkata.
" maafkan aku tak bisa datang hari ini aku akan membelikan mu hadiah sebagai permohonan maaf dariku "
ucap Sam lembut.
" aku tak butuh hadiah ... aku menginginkanmu sayang"
ucap Mery lagi.
" tapi aku tak bisa meninggalkan urusan ku, ku harap kau mengerti "
ucap Sam lalu menutup ponselnya.
Mery menatap ponselnya dengan kesal dan saat dia akan membuang ponsel itu seseorang menghubunginya dan dia tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya
Dengan senyum yang masih menghias di bibirnya dia mengangkat ponselnya dan berbicara dengan mesra.
Dan tak berapa lama seorang pria datang ke apartemen Mery.
Dan pria itu adalah Frans teman bisnis Sam.
Pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Nayla.
Mery selama ini selingkuh dari Sam, dia sudah lama mempunyai hubungan asmara dengan Frans namun mereka sepakat untuk tidak mempublikasikan nya dengan alasan mereka ingin fokus di karir masing- masing.
Sementara itu di kediaman Sam .
Sam dengan sabar mengurus Nayla yang sedang sakit.
Dia merasa bersalah pada Nayla dan dia ingin menebusnya dengan merawat Nayla
__ADS_1