
Kepergian Nayla.
Hanya tiga jam Sam memejamkan matanya, dia lalu bangun dan menuju ke kamar mandi.
Dia harus ke Prancis hari ini namun dia tidak mungkin membawa Nayla karena sudah pasti Nayla tidak akan mampu untuk berjalan akibat perbuatan nya.
Sam akan pergi namun dia akan pulang secepatnya agar Nayla merasa tidak sendirian.
Setelah selesai mandi dan berpakaian dia menghampiri Nayla yang masih memejamkan matanya walaupun Sam tahu Nayla sudah bangun namun Nayla tidak ingin melihat wajah Sam.
Sam mengecup kening Nayla kemudian pergi meninggalkan Nayla.
Sebenarnya nayla merasa senang Sam pergi, dia akan aman selama Sam tidak di rumah namun dia berpikir lagi bahwa status dia adalah istri Sam dan memang sudah tugasnya melayani Sam namun bukan seperti ini yang dia inginkan.
Dengan susah payah dia bangun dan berjalan dengan tertatih sambil memegang dinding kamar nya , walaupun rasa sakit dia rasakan di daerah sensitif nya namun dia terus melangkah.
Saat sampai di kamar mandi dia melihat keadaannya sangat mengenaskan, tubuhnya yang penuh kismark dan rambut nya yang acak-acakan membuat dia seperti korban perkosaan.
Dia meneteskan air mata nya dan membasuh tubuhnya di bawah shower yang terus hidup membasahi tubuhnya.
Setelah satu jam akhirnya dia selesai dan merasa tubuhnya sedikit segar namun masih terasa sakit pada bagian sensitif nya.
Dia duduk di sofa saat pelayan mengganti sprei dengan yang baru.
Nayla berusaha untuk acuh saat salah satu pelayan melihat ada darah di sprei yang di ganti.
" . nyonya sarapan dimana "
tanya salah satu pelayan.
" tidak ....aku tidak lapar .... aku hanya ingin istirahat ..pergilah "
ucap Nayla
Kedua pelayan itu pergi meninggalkan Nayla yang kembali menuju tempat tidur.
Keesokan harinya dia merasa lebih segar dan akan menuju ke meja makan untuk sarapan.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan dia menuju ke taman tempat yang paling dia sukai.
Namun saat dia akan menuju pintu seseorang masuk dengan memanggil nama Sam.
" Sam ...sayang "
Ternyata Mery datang dengan membawa sebuah surat.
" dia tak ada"
ucap Nayla ketus.
Mery menatap ke arah Nayla.
" selamat pagi nyonya Fernandez, aku membawa berita bahagia untuk Sam "
ucap Mery sambil menyerahkan surat yang dia bawa.
Nayla mengambil surat itu dan membacanya, alangkah terkejutnya dia saat dia melihat Mery positif hamil.
" sepertinya posisi nyonya Fernandez akan menjadi milikku sebentar lagi "
Nayla berusaha untuk tegar walaupun hatinya saat ini terasa sakit namun dia tak ingin menunjukkannya di depan Mery.
Mery pergi setelah mengetahui Sam tidak ada, dia heran Sam tidak pernah pergi tanpa memberitahu padanya.
Apakah Sam marah padanya ataukah Sam mulai curiga atau sudah mengetahui perselingkuhan nya dengan Frans.
Di dalam kamar nayla menatap wajahnya di depan cermin.
Dia lalu mengambil ponselnya dan memesan tiket pesawat secara online dan melihat kota di Indonesia yang bisa menjadi tempat dia tinggal setelah pergi dari hidup Sam
Nayla minta di antar ke sebuah cafe oleh sang supir.
Tanpa curiga si supir mengantar nyonya nya ke cafe yang di maksud.
Namun setelah menunggu beberapa jam sang nyonya tidak keluar juga, ternyata Nayla telah keluar dari pintu belakang.
__ADS_1
Setelah meninggalkan cafe Nayla menuju ke bandara dan mengambil uang di ATM sekitar bandara.
Nayla baru bisa bernafas lega saat dia sudah berada di dalam pesawat.
Setelah memakan waktu berjam-jam akhirnya Nayla sampai di Indonesia.
Saat sampai di kediaman Sam yang ada di Jakarta, takdir memang berpihak pada Nayla dia melihat viona sedang bersama sang pengasuh.
" sayang "
ucap Nayla saat turun dari taksi.
Pengasuh dan viona menatap ke arah Nayla.
" nyonya ..."
ucap sang pengasuh.
" mama ....mama pulang "
ucap viona tersenyum.manis.
" oh iya ...bisakah bibi memanggilkan mama "
ucap Nayla
Tanpa curiga si pengasuh pergi meninggalkan viona bersama Nayla.
Begitu si pengasuh masuk ke dalam untuk memangil mama Sam, Nayla membawa viona masuk ke dalam taksi yang masih menunggu.
Nayla sangat senang bisa membawa viona dia akan pergi ke kota lain untuk hidup berdua bersama viona putri kakaknya yang sekarang sudah menjadi putrinya.
Dia lalu memesan tiket pesawat menuju kota Medan.
Supir taksi mengantar Nayla dan viona ke bandara, namun sebelum dia menuju bandara dia terlebih dahulu mengambil uang lagi dalam jumlah yang lebih besar untuk biaya dia dan viona selama beberapa tahun kedepan.
Saat dia sudah ada di pesawat dia menatap kota Jakarta yang semakin menjauh dari pandangan nya.
__ADS_1