Pernikahan Nayla

Pernikahan Nayla
Part 11


__ADS_3

kecemburuan Nayla.


Nayla membuka matanya dan melihat Sam sedang tertidur di samping tempat tidurnya dengan tangannya memegang tangan Nayla.


Nayla menatap lekat wajah Sam, dia baru menyadari Sam memiliki alis yang tebal dan bulu mata yang panjang.


Tanpa dia sadari dia menyentuh bubu mata Sam dengan ujung jarinya.


Dia baru menyadari bahwa pria tampan ini ternyata adalah suaminya.


Namun dia kembali mengingat Mery dengan perasaan kesal dia menarik tangannya yang di pegang oleh Sam.


Karena gerakan kasar Nayla Sam terbangun dan menatap Nayla yang enggan melihat ke arahnya.


" kau sudah bangun "


ucap Sam sambil memegang kening Nayla untuk memastikan demam Nayla sudah hilang.


Nayla memiringkan kepalanya agar pegangan Sam bergeser dari keningnya.


" aku baik-baik saja"


ucap Nayla acuh.


Sam menatap Nayla, dia berusaha untuk sabar menghadapi tingkah nayla.


Karena Nayla sakit akibat perbuatan Sam.


" istirahatlah aku akan pergi ke kantor "


ucap Sam pelan.


Nayla hanya diam mendengar ucapan Sam dia tak ingin melihat wajah Sam.


Karena dia masih kesal atas perlakuan Sam padanya.


Sore harinya dia berjalan-jalan di taman yang ditanami oleh bunga yang indah.


Sesaat dia melupakan semua masalah yang dia hadapi karena melihat bunga yang begitu indah yang tumbuh cantik di halaman itu


Di kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di taman itu.


Dia sangat merindukan viona dan mama Sam, dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi mama Sam.


" halo sayang "


ucap mama Sam.


" apa kabar mama dan viona unda sangat merindukan viona "

__ADS_1


ucap Nayla saat melihat mama Sam sedang memangku viona saat menerima Vidio call darinya.


Terlihat mama Sam membisikkan sesuatu ke telinga viona.


Lalu viona berkata.


" mama ......mama "


ucap viona pada Nayla.


Nayla seketika terpana saat viona memanggilnya mama tanpa dia sadari air mata turun begitu saja di pipi putih mulusnya.


" mama ...vio rindu mama .... tapi vio mau dedek bayi "


ucap viona pada Nayla.


Viona meminta sesuatu yang mungkin tidak bisa Nayla berikan padanya.


Karena Sam tidak mencintainya, dia ingin seseorang yang mencintainya yang akan mendapatkan sesuatu yang berharga miliknya.


Dan sepertinya pria itu bukan Sam.


" nay .... ada apa , apa kau bertengkar dengan Sam dan mama lihat wajahmu terlihat sedikit pucat "


tanya mama curiga.


Mendengar pertanyaan mama membuat Nayla tersandar dari lamunannya.


ucap Nayla menjelaskan.


Sekitar setengah jam kemudian Nayla menutup ponselnya karena viona akan tidur.


Seorang pelayan membawakan teh untuk Nayla dan meletakkannya di atas meja mungil yang ada di dekat Nayla.


" nyonya ini tehnya "


Nayla hanya menganggukkan kepalanya.


" sebaiknya nyonya tidak berlama-lama di luar karena nyonya baru sembuh "


Nayla masih mengacuhkan ucapan si pelayan.


" saya melihat tuan Sam sangat khawatir saat nyonya sakit "


ucap si pelayan lagi.


Dan kata-kata itu mampu membuat Nayla menatap ke arah si pelayan.


" khawatir .."

__ADS_1


" iya nyonya ... tuan yang merawat nyonya sepanjang malam *


jelas si pelayan.


Nayla menatap tak percaya pada pelayan itu.


Benarkah Sam khawatir padanya dan merawatnya sepanjang malam.


Mungkinkah pria itu akan melakukan hal itu padanya.


" nyonya "


panggil si pelayan.


Suara pelayan itu membuat Nayla tersadar dari lamunannya.


" siapa yang menyuruhmu mengatakan hal itu padaku "


tanya Nayla.


si pelayan nampak bingung dia lalu berkata.


" tak ada nyonya .... saya sendiri melihat tuan Sam panik saat nyonya sakit dan merawat nyonya sepanjang malam "


jelasnya.


Nayla hanya diam, dia lalu pergi meninggalkan si pelayan yang masih diam menatap kepergian majikannya.


Malam telah tiba Nayla tertidur dengan pulas di kamarnya, dia tak menyadari Sam masuk dan memperhatikannya saat tidur.


Sam lalu memegang keningnya dan merasa tenang karena demam Nayla sudah hilang.


Dia mengecup kening Nayla dan pergi meninggalkan Nayla yang masih tertidur dengan pulas.


Pagi telah tiba Sam telah pergi tanpa menunggu Nayla untuk sarapan bersama.


Nayla merasa dia harus berterima kasih pada Sam karena telah merawat dirinya saat sedang sakit.


Dia pun berencana akan mendatangi Sam di kantornya .


Dengan membawa bekal untuk makan siang Nayla pergi menuju ke kantor Sam.


Namun saat akan masuk sekretaris Sam melarangnya untuk masuk dengan alasan Sam sedang rapat.


Nayla merasa ada yang aneh dua lalu menerobos masuk dan melihat sesuatu yang tidak pantas.


Pakaian Mery yang sudah lepas setengah dari tubuhnya dan Sam yang sedang mencium Mery dengan mesra membuat Nayla merasa sedikit perasaan sakit dan marah.


Apakah dia cemburu pada pria yang mencintai wanita lain.

__ADS_1


Apa yang harus dia lakukan pada situasi ini dan pada hatinya yang terasa sakit.


__ADS_2