
“Sial, bukankah dia tidak semurah itu untuk dipeluk oleh pria lain?”
Kini di dalam ruang kantor, seorang pria berusia dua puluh tujuh tahun duduk dengan perasaan marah dan kesal karena potret yang dikirim oleh suruhannya.
Potret itu berisi seorang gadis yang diincarnya berpelukan dengan pria lain. Ya, itu adalah Lira dan Aiden.
“Kenapa, kak? Lira lagi?”
“Menurutmu, apakah dia rela membiarkan tubuhnya untuk dipeluk oleh pria lain?”
“Lira ga seperti itu, mungkin ga sengaja.”
Indar Prajata bersama adiknya yaitu Davin Prajata saat itu sedang bersama karena hendak berangkat ke kota asal mereka, yaitu Indonesia. Kini mereka sedang berada di Spanyol karena urusan bisnis keluarga, sekarang saatnya mereka kembali dan Indar akan menjalankan misinya dibantu oleh Davin serta bawahan mereka.
“Udahlah, Kak. Kita juga mau balik ke Indo,” ujar Davin menenangkan kakaknya.
“Aiden brengsek!” umpat Indar.
Indar berjalan keluar dari ruangan diikuti oleh Davin, mereka menuju mobil yang sudah datang untuk mengantar mereka ke bandara.
__ADS_1
Setelah lamanya waktu berlalu, kini mereka berada di dalam rumah yang lebih tepatnya disebut mansion karena memiliki wilayah yang sangat luas dengan furniture yang begitu lengkap. Mereka tinggal berdua, namun ada beberapa asisten rumah tangga serta para security yang berjaga-jaga.
“Malam, Tuan!” Sapa seorang satpam.
Indar dan Davin hanya membalas dengan senyuman dan sedikit tundukan kepala, mereka masuk ke dalam rumah dan juga disambut oleh para ART.
“Bi, malam ini kami tidak makan. Kami kenyang,” ujar Indar.
Davin hanya melongo dan menghentikan langkahnya, ia membiarkan kakaknya pergi lebih dahulu ke dalam kamar tidurnya. Kini Davin beralih ke Bi Sari, salah satu ART mereka.
“Bi, saya lapar. Tolong siapin untuk saya saja ya, memang Kak Indar itu pembohong besar!” ucap Davin.
Di sisi lain, di kamar tidurnya Indar sedang asyik memandangi foto seorang perempuan yang manis, polos, dan lugu. Dia adalah Lira Syahira Kala.
“Aku rindu denganmu, Lira. Aku rindu semua kelakuanmu saat masa kecil kita dulu, manjamu, ceriamu, segalanya.”
Indar menyimpan kembali foto itu ke dalam laci kamarnya, dia melamun sembari menatap langit-langit kamarnya yang sangat mewah dan indah.
Ia merasa sesak ketika mengingat kejadian 11 tahun lalu, di mana ia berusia enam belas tahun sedangkan Lira berusia dua belas tahun.
__ADS_1
11 Tahun lalu, Kala dan Indar diculik oleh seseorang dengan tempat dan waktu yang bersamaan, selama tiga hari mereka diculik dan pada hari itu barulah pertolongan datang kepada mereka. Banyak polisi serta aparat keamanan lainnya yang sudah mengepung tempat penyanderaan mereka berdua, namun saat itu yang hanya berhasil dibebaskan hanya Indar.
“Pa! Kala di dalam, Pa!” Teriak Indar kepada Papanya setelah ia berhasil dikeluarkan dari dalam rumah penyandera.
“Sabar, Nak. Kita tidak bisa langsung mengeluarkan Kala dari dalam, itu bisa membahayakan dia," jawab Papa.
Tiba-tiba sebuah mobil sedan merah melaju kencang dari arah belakang rumah dan berjalan memb*bi buta hingga semua tugas kewalahan. Di dalam sana ada seorang penculik dan membawa Kala di dalamnya, polisi yang sudah siap dengan mobilnya langsung mengejar mobil tersebut, begitu pun Indar dan keluarganya yang langsung masuk ke dalam mobil mereka dan ikut mengejar mobil sedan merah itu.
Namun malangnya karena mobil sedan merah itu berjalan dengan oleng dan kencang, mobil itu menabrak sebuah pondasi jembatan layang, ia juga terjerumus di sebuah parit yang cukup besar. Hal itu membuat mobil tersebut mengeluarkan percikan api.
“Kala! Keluar! Keluar, Kala!” Teriak Indar yang melihat Kala terduduk lemah di dalam mobil dengan kepalanya yang berdarah karena benturan. Namun ia tidak melihat penculik yang ternyata sudah kabur tanpa membebaskan Kala.
“Pa, tangan Kala diikat! Pa selamatin Kala, Kala tidak bisa keluar dari situ!”
Namun Indar justru ditarik menjauh dari mobil tersebut oleh para polisi, karena mobil itu akan meledak dan hal itu membuat Indar semakin menjadi-jadi, ia mengamuk kepada semua orang. Ia melihat orang tua Kala yang juga memarahi para polisi.
Untungnya, tak lama kemudian pemadam kebakaran datang ke lokasi dan segera memadamkan api, namun mereka sedikit terlambat karena ketika mereka sibuk menyiram api di mobil dengan air, mobil tersebut mengeluarkan sedikit ledakan yang menyebabkan Kala mengalami luka parah.
Setelah kejadian itu, Kala menjadi amnesia. Ia tidak bisa mengingat kejadian yang sudah terlewatkan. Kala melupakan Indar, dan sampai sekarang orang tua Kala tidak pernah membahas tentang Indar karena khawatir ingatan Kala akan pulih dan dapat menimbulkan trauma di dalam diri Kala. Dan itu juga menjadi salah satu alasan panggilan Kala sekarang adalah Lira.
__ADS_1