Pernikahan Tanpa Cinta Abadi

Pernikahan Tanpa Cinta Abadi
3. Permotoran


__ADS_3

Keesokan harinya, Lira berada di kamarnya sedang bersiap-siap untuk pergi ke tokonya. Ia masih sibuk chattingan dengan Aiden. Namun tak lama kemudian Bu Kanya datang untuk menyuruhnya sarapan terlebih dulu.


“Kanya, ayo sarapan nanti telat,” ucap Bu Kanya.


“Oke, Ma. Lira ambil tas dulu,” jawab Lira.


Tak lama kemudian mereka bertiga sudah berkumpul di ruang makan, siap menyantap hidangan yang wanginya sangat enak.


“Wah gadis papa, cantik sekali sudah cocok jadi Bu Presdir di perusahaan kita, ya kan, Ma?” goda Pak Adi.


“Ih, Papa!” Imbuh Lira.


Pak Adi dan Bu Kanya tertawa melihat respon lucu dari anak gadisnya, mereka melanjutkan sarapannya kemudian setelah selesai Lira langsung pergi ke toko menggunakan motor kesayangannya sedangkan Pak Adi dan Bu Kanya masih berada di rumah karena mereka menunggu seseorang yang katanya mau bertamu pagi itu.


Lira mengendarai motornya bak pembalap, ia memang perempuan yang menyukai motor bahkan saat ini ia mengendarai motor ninja berwarna hitam yang diproduksi oleh Kaw*saki. Sebenarnya dia punya motor lain yang lebih nyaman digunakan untuk sehari-hari, namun hari ini Lira sedang ingin memakai motor ninjanya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, akhirnya Lira sampai di toko dan langsung memarkirkan motornya di parkiran khusus pegawai. Ia sudah melihat karyawannya bersiap-siap untuk membuka toko, sebenarnya Lira ini sangat lihai dalam dunia bisnis terutama pada toko kuenya yang cukup laris namun Lira hanya tak mau bekerja di perusahaan atau perkantoran karena menurutnya hal itu sangat formal dan banyak aturan yang harus dipenuhi.


“Woi, tumben bawa motor itu!” Ucap Aiden menyambut kedatangan Lira.


“Lagi pengen aja, lama ga bawa ninja.”


Jawaban singkat dan ketus dari Lira membuat Aiden menjadi kepikiran, apakah dia berbuat salah kepada Lira? Bukannya tadi pagi mereka sempat chattingan dan tidak membahas hal yang menyinggung perasaan Lira?


Lantas Aiden mengejar Lira dan meraih tangannya hinga menghentikan langkah kaki Lira.


“Lo marah nih sama gue?” tanya Aiden.


Lira melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan dia untuk menaruh helm dan tas, masih diikuti oleh Aiden di belakangnya.


“Terus kenapa ketus?” tanya Aiden lagi.

__ADS_1


“Aiden, aku ga ketus. Maaf ya kalo pendengeran kamu aku ketus, tapi aku ga marah,” jawab Lira lembut.


Seperti es krim yang dipanaskan, hati Aiden cair ketika mendengar suara Lira yang lembut dan menenangkan hati. Ia tersenyum puas mendengarnya kemudian pergi meninggalkan Lira karena ingin melanjutkan pekerjaannya.


“Dasar gila,” ucap Lira ketika Aiden sudah pergi dari pandangannya.


Beberapa detik kemudian, ponsel Lira berbunyi karena mendapatkan panggilan telepon dari Sinta, teman sehobinya.


{“Ra, lo dateng malam ini?”} Tanya Sinta.


{“Iya, kenapa?”} Jawab Lira.


{“Oke, cuma mau mastiin. Ketemuan di tempat ya, jangan gas duluan kalo gue belum dateng.”}


{“Iya, bawel. Awas aja kamu ngaretnya kelewatan!”}

__ADS_1


Setelah itu Lira mematikan sambungan teleponnya, ia menaruh ponsel di atas meja lalu pergi untuk membantu karyawannya mengemasi toko.


Malam nanti, Lira akan datang ke kegiatan NR atau Night Ride yang biasa diadakan oleh sekumpulan anak motor. Ya, Lira merupakan anggota dari salah satu komunitas motor di kotanya yang cukup terkenal, bernama Yakuza Gank, Aiden dan Sinta juga berada di komunitas yang sama dengan Lira.


__ADS_2