
"Komala sari ...."
Dia mengambil fotonya. Wanita itu menyela Udin Wilson, menunjuk ke Komala Sari dan berteriak, "Kmu ambil ponselnya dan jangan biarkan dia mengirim fotonya. Cepat!".
Udin Wilson memperhatikan ponsel Komala Sari yang berada di tangan nya. Wajah nya tiba-tiba menjadi berubah dan dia melompat dari tempat tidur bergegas menuju Komala Sari.
"Sayang, sini berikan ponselmu. Apa yang ingin kamu ketahui akan aku jelaskan nanti.
Bagaimana bisa Komala Sari menyerahkan ponselnya dengan begitu bodohnya? Dia segera berbalik dan berlari.
Udin Wilson ingin merampas ponsel Komala Sari, dan dia menjambak rambut nya, lalu berkata, "Komala Sari, berikan ponsel itu padaku!".
Seseorang bergegas masuk dan menendang Udin Wilson.
Udin Wilson terbanting ke lemari dengan sangat keras dan jatuh ke lantai degan keras pula. Dia mengerang kesakitan, tidak bisa bangun.
__ADS_1
"Terima kasih." Melihat bahwa Julianto Smith telah mengikuti nya, Komala Sari segera bangkit dan melihatnya dengan sangat ketakutan.
"Seandainya bukan karena Julianto Smith rambutnya pasti sudah aku robek sekarang dan berubah menjadi alopesia-serata.
Julianto Smith mengabaikan kata-kata Komala Sari dan berjalan menuju tempat tidur.
Udin Wilson melihat Julianto Smith mendekat. Wanita di atas tempat tidur itu menggigil, air mata jatuh. "Julianto Smith tidak seperti itu ... ah!"
"Charlotte Anderson, kapan aku memperlakukanmu dengan begitu sangat buruk?".
"Maafkan aku, maafkan aku ... " teriak Charlotte Anderson dengan mata merah yang menyedihkan. "Julianto, aku tahu aku salah. Aku bingung, apa kamu bisa memaafkan ku ?".
Charlotte Anderson memegang erat lengan Julianto Smith. Ia menangis serta memohon, dengan cepat Julianto Smith menepis tangan nya.
"Saya akan pergi ke konferensi pers besok sendirian, kamu harus memberi tahu reporter dengan sangat jelas, dan ..." Julianto Smith melirik ke arah Charlotte Anderson dengan dingin. "Siapkan semua yang di berikan nenek saya ke padamu! Saya akan mengirimkan seseorang untuk mengambilnya besok."
__ADS_1
Komala Sari berdiri di sana dengan tatapan yang kosong, benar-benar tercengang dan terkejut mendengar nya.
Jika semua ini bukan halusinasi, maka sudah jelas bahwa tunangan Udin Wilson selingkuh dengan tunangan Julianto Smith.
Komala Sari memikirkan Julianto Smith yang berlari kepada dirinya, dan kata-kata yang telah dia ucapkan pada dirinya. Dia langsung memahami segalanya. Melihat Julianto Smith berjalan keluar dari ruangan, dia segera mengikuti nya.
Mereka Memasuki lift, berada di depan dan di belakang agak berjauhan, tetapi tidak ada yang memulai pembicaraan.
Saat lift mulai turun, Komala Sari memandangi Julianto Smith secara diam-diam tanpa sepengetahuan Julianto Smith, dan melihat dia mengerucutkan bibirnya dan wajahnya sedikit pucat, seperti ia tidak dalam suasana hati yang baik.
Saat menghadapi keadaan itu jangankan mood buruknya, mood Komala Sari juga tidak bisa membaik.
Komala Sari menjadi semakin sangat marah dan bertanya, "Kamu tahu itu semua?"
"Apakah tidak terlalu cepat?" Julianto Smith menatap pintu lift cukup dalam dan berkata, "Sekitar seminggu yang lalu, saya pergi ke hotel untuk mendapatkan jam tangan. Dari situ saya baru tahu nama pacar anda adalah Udin Wilson.
__ADS_1