
"Kamu jangan menganggu ku di sini!
Keluarlah! Aku ingin berbicara dengan Nenek."
"Julianto ... ".
Nenek Julianto Smith memegangi kepalanya dan berpura-pura kesakitan. Lalu berteriak, "Ahh kepalaku sakit."
"Sakit kepala?" Komala Sari menjadi cemas, lalu ia berlari ke arah Nenek Julianto Smith setelah itu ia sedikit memijat pelipisnya. Setelah beberapa saat dia bertanya dengan lembut, "Nenek ..., apakah sudah lebih baik sekarang?".
"Jauh lebih baik". Nenek Smith pun tersenyum.
Melihat Julianto Smith masih tinggal di lingkungan Nenek Smith tidak bahagia memelototinya melambai dengan penuh semangat tidak tahu betapa jijiknya, Julianto Smith tidak punya pilihan selain pergi diam-diam.
Merokok sudah pasti tidak diperbolehkan di bangsal. Bagaimanapun nenek dan orang lain yang sakit ada di sana. Julianto Smith berjalan ke toilet umum untuk merokok, untuk menghilangkan ke bosanan.
Ketika dia kembali dari toilet umum, dia mendengar tawa hangat Nenek dari dalam kamar dan melihatnya ketika dia masuk.
__ADS_1
Di bangsal, Komala Sari sedang mengoceh dan menyanyikan opera Huang Mei. Senyumannya sangat membingungkan. Nenek Julianto Smith yang sedang duduk di Ranjang Rumah Sakit tersenyum lebar dengan raut wajah yang langka dan nyaman.
Nenek terlihat sangat senang sekali.
senyum tipis-terukir di pikiran Julianto Smith, tetapi matanya berubah menjadi dingin saat tiba-tiba dia teringat pada Charlotte Anderson.
Dia tidak menyangka Charlotte Anderson begitu berani. Dia tertangkap Olehnya sedang berselingkuh dengan Udin Wilson dan dia masih memiliki wajah untuk mendatangi Neneknya dan menangis.
Membuat penyakit Nenek Julianto Smith kambuh karena penyakit lamanya dan akhirnya di larikan ke Rumah Sakit.
Sepertinya dia terlalu baik kepada Charlotte Anderson.
Julianto Smith menyerahkan air yang baru saja di belinya, "Apakah kamu lapar? Aku akan membelikan mu makan malam."
Setelah meminum setengah air dalam botol. Komala Sari menyeka bibirnya dan berkata, "Tidak Usah."
"Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang sekarang." Julianto Smith dan Komala Sari lalu pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobil.
__ADS_1
Komala Sari berbicara lama sekali kepada Nenek Smith dan tidak bisa membuka matanya untuk waktu yang lama.
ketika saya masuk ke dalam mobil, saya semakin mengantuk memikirkan banyak hal dan nyaris tidak terhibur.
"Aku tidak suka berhutang Budi. Hari ini kau menangkap bajingan itu untukku dan aku membantumu membujuk Nenek. Kita tidak saling berhutang," Ujar komala Sari Sambil menatap pemandangan di luar jendela.
Julianto Smith mengepalkan tangannya sedikit dan berkata dengan santai, "Apakah kamu lupa? Kita masih punya satu urusan lagi".
"Mengapa kamu begitu peduli?" Komala Sari kesal dan meliriknya. "Anda menggunakan saya sebagai penembak. Saya belum meminta Anda untuk melunasi rekeningnya. Apakah anda malu mengatakan ini?".
Komala Sari berbalik dan membelakangi dia, Jelas terlalu malas untuk berbicara. Julianto Smith menoleh dengan tersenyum tipis.
Wanita ini cukup menarik.
Komala Sari sangat mengantuk hingga tertidur di dalam mobil
Ketika sampai di depan rumah Komala Sari, Julianto Smith memarkir mobil dan memangil Komala Sri untuk membangunkannya tetapi dia tidak juga terbangun dan akhirnya bangun setelah Julianto Smith berteriak beberapa kali.
__ADS_1
Maaf untuk pembaca Setiaku. Mimin telat karena di rumah Mimin lagi banyak acara.ada bayi cakep yang sudah hadir di dunia yang indah ini.