Pernikahan Yang Terlalu Rumit

Pernikahan Yang Terlalu Rumit
Apakah Kamu Hanya Mengobrol?


__ADS_3

Tidak akan menonton pertunjukan yang fenomenal ini?"


Jangan Salah paham! Maksutnya, sejak membawamu kesini aku bertanggung jawab untuk membawamu kembali. "Julianto Smith menjelaskan seolah-olah dia dapat melihat apa yang di pikirkan Mila Komalasari.


Komala Sari tidak memperdulikan nya, dia menampar laki-laki sampah itu dengan telepon genggamnya. Ketika laki-laki dan perempuan itu pergi, dia mengikuti Julianto Smith.


Setelah mengikuti selama sepuluh menit, mobil Udin Wilson akhirnya berhenti tepat di depan hotel mewah.


"Pacarmu itu sangat berani." Julianto Smith melirik Komala Sari dan menggoda. "Saya tahu kamu bekerja di hotel sebelah, tetapi ia berani membawa seorang wanita ke hotel ini?"


"Bajingan!" Komala Sari mengertakkan giginya dengan sangat marah.


Untungnya ketika Udin Wilson meminta Komala Sari untuk tinggal bersamanya, Komala Sari tidak setuju. Hampir saja ia benar-benar kehilangan tubuh, hati serta otaknya.


Setelah Udin Wilson dan wanita itu naik ke atas, Komala Sari dengan cepat mengikuti mereka ke meja depan dan berkata dengan sangat dingin, "Katakan padaku di kamar nomor berapa mereka berdua baru saja check-in".

__ADS_1


Komala Sari hendak beranjak dari mejanya. Namun, secara tidak sengaja ia melihat Julianto Smith berjalan di belakangnya. Wajahnya memerah dan dengan cepat dia menundukkan kepalanya untuk menyapa, "Tuan Julianto Smith".


Julianto Smith datang dan berkata dengan sikap acuh tak acuh "Kartu kamar".


Staf di meja Resepsionis sedikit terkejut dan dengan cepat menyerahkan kartu kamar cadangan kepada Komala Sari. Komala Sari mengambil kartu itu lalu berbalik dan berjalan menuju lift dengan marah.


"Kau benar-benar membuatku marah!


saat lantai elevator perlahan mulai naik, Komala Sari dengan ragu-ragu berkata, "Tuan Julianto Smith, tunggu aku di luar!".


"Tidak masalah," mata Julianto Smith berbinar, "Jika denganku ia tidak akan berani melakukan apapun padamu."


....


Kedua nya berjalan menuju keluar lift mencari nomor kamar hingga akhirnya menemukan kamar itu. Komala Sari berdiri di depan pintu kamar tersebut dan merasa sangat gugup.

__ADS_1


"Jika bisa, dia berharap semua itu hanyalah sebuah mimpi dan pria di restoran itu hanya mirip dengan pacarnya."


Komala Sari tidak bisa menahan nya lagi. Ia mendengar erangan dari dalam, lalu menggesek kartunya dan membuka pintu.


Komala Sari mengeluarkan ponselnya yang telah dia persiapkan sebelumnya, laku ia bergegas pergi ke kamar dan dia merekam semuanya yang terjadi di tempat tidur dengan sangat marah.


Dua tubuh yang telanjang di atas ranjang di rekam dalam kamera. Seketika emosi Komala Sari pun melonjak.


Setelah beberapa detik, wanita yang di desak oleh Udin Wilson dan Komala Sari wajahnya menjadi sangat pucat. Dia berteriak dan menarik selimutnya untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Udin Wilson pun menoleh dan melihat Komala Sari. Ia tampak panik dan terburu-buru untuk mengambil handuk mandi yang ada di pinggangnya.


"Komala Sari, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan."


Alasannya gagal membuat Komala Sari ingin tertawa dan berkata dengan dingin, "Udin Wilson, tidak kah kamu inggin mengatakan bahwa semua yang ada di depanku itu adalah ilusi, Apakah kalian hanya mengobrol?"

__ADS_1


__ADS_2