Persembahan Terakhir

Persembahan Terakhir
Prolog


__ADS_3

Malam hari selalu memiliki pesonanya sendiri. Kegelapan pun bukan lagi hal yang perlu ditakuti bersama sinar rembulan selalu menerangi, juga bintang yang menemani. Hawa sejuk pun akan hadir menenangkan hati.


Renjana Savita hanyalah seorang gadis penyendiri. Ia menyukai malam, pun dengan hal-hal tentang kelam yang melintang. Pada kalanya, senyum selalu menghiasi wajah ayunya.


Namun indah tak selalu bisa menemani. Sebab saat itu, hanya hawa mencekam yang menyelimuti. Kegelapan malam ini, sungguh bukan sesuatu yang bisa dinikmati.


Renjana terduduk di ujung jurang yang curam. Dalam kelam, ia seolah menantang kematian. Jerit pilu pun terdengar dari ngarai yang dalam, seolah di tempat itulah para iblis bersemayam.


Angin pun berhembus pelan. Namun angin itu membawa aura suram. Ingin pergi, namun tak ada jalan.


Dalam sekelebat, rantai-rantai besi berselimutkan api telah mengikatnya. Renjana meronta oleh rasa panas yang ingin menghanguskan tubuhnya. Namun iblis tak memberikannya. Ia telah terikat dengan neraka.

__ADS_1


Bayang-bayang mengerikan mulai mendekati Renjana. Tangan-tangan berkuku tajam yang berbalut cairan hitam menggerayangi tubuhnya. Dari atas, lalu datanglah kepala-kepala iblis. Dari kejauhan, terasa ribuan pasang mata yang bersinar menatapnya tajam.


Bulan yang sebelumnya tertutup awan kelabu pun kembali datang. Namun, kali ini dengan cahaya yang kemerahan. Merah darah yang membawa bala.


Tak lama, sosok iblis berbadan besar pun menyertai. Tanduk besar tampak di kepalanya yang bertelanjang. Tubuhnya disertai api. Kedua netranya hitam sepenuhnya. Hidungnya rata, tawanya pun menampakkan gigi-gigi hitam yang mengerikan.


Jerit dari ngarai semakin tak tertahankan. Dari sana, ribuan tangan pun bermunculan. Rantai yang mengikat Renjana, kemudian menarik sang gadis agar terjatuh ke kegelapan. Seringai puas tampak pun menghiasi wajah sang iblis.


Renjana tenggelam dalam keputusasaan. Neraka dan iblis-iblis di dalam sana sudah menantinya. Seluruh mimpi buruknya seolah menjadi kenyataan. Hari yang damai mungkin tak akan lagi menyertainya.


Bersekutu dengan iblis adalah sebuah kebodohan. Janji manis iblis hanyalah sebuah kebohongan. Kekayaan duniawi yang didapat, nyatanya hanyalah sebuah kesemuan.

__ADS_1


Keberuntungan Renjana tiba-tiba datang. Sebelum benar-benar tenggelam, sebuah cahaya datang dan menariknya—menyadarkannya dari mimpi buruk yang menakutkan.


...• • •...


"Anak Adam, itu hanyalah sebuah awal dari penderitaan. Sang iblis telah berjanji untuk selalu memberimu mimpi buruk. Malammu bukan lagi sesuatu yang menyenangkan."


"Ketika masanya telah tiba, kami akan menarikmu ke dalam neraka. Kauakan menemani para iblis di dalam kegelapan; juga ayahmu yang telah menjadi setan sebab tenggelam pada kesesatan."


"Gadis bernama Renjana Savita itu telah terikat dengan neraka dan para iblis. Dalam janjiku, kaulah persembahan terakhir dari ayahmu. Namun senang berdusta adalah sifatku. Setelah menumbalkanmu, ayahmu sendirilah yang akan menjadi tumbalnya."


"Gadis persembahan terakhir, datangilah nerakamu. Para iblis akan bahagia menyambutmu."

__ADS_1


Inilah kisah Renjana Savita, sang gadis persembahan terakhir. Ia akan berjuang melawan kematian dan kesesatan. Dengan dukungan dari seorang teman, ia akan berusaha melepaskan dirinya dari jerat iblis. Jangan lupakan cinta sang ibu yang selalu memberinya motivasi.


Apakah Renjana bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari para iblis? Mampukah ia terus berjuang demi masa depan cerahnya bersama sang wanita tercinta?


__ADS_2