Persyaratan Dengan Iblis

Persyaratan Dengan Iblis
Bab 1


__ADS_3

San Diego. California


Suara gemericik air hujan yang terlengkapi desiran angin malam disebuah lorong, terlihat dua pasang mata didalam sebuah apartemen kecil tengah berseteru dalam balutan selimut.


Desahan panjang kian kuat mengiringi alunan musik jazz, "eeemmmmmhhh......oohh... John."


Lizzy tak bisa menolak sentuhan hangat dari pria tampan bertubuh sempurna itu, pinggulnya lemah gemulai menari diatas tubuh John.


"Kau sangat cantik, Sayang!!"tangan besarnya merengkuh pinggang kecil Lizzy yang ramping. John merebahkan diri bertukar posisi.


Terlihat raut wajah penuh hasrat keduanya saling terpejam kenikmati keindahan percintaan mereka. John membelai k******s milik Lizzy yang berwarna merah muda, desahan demi desahan semakin kuat dan hebat saat jari tengah john pelan menyusuri lebih dalam dibawah sana.


Tubuh Lizzy bergerak semakin tak beraturan saat lidah milik john dengan lincah memainkan ujung sensor sensualitas miliknya, semakin kuat dan semakin menjadi hasrat yang diberikan oleh john. Kembali John menekan unsur prianya bergesek dengan celah lembut kewanitaan Lizzy.


Memegang kedua buah dada kekasihnya John terus mencium leher jenjang Lizzy.


Tekanan dari milik John lebih dalam. Kuat dan berhasil mengguncang tubuh Lizzy semakin kehilangan kendali, desahan keduanya bertemu untuk saling berpelukan dan menuju kenikmatan, "aahhh..... Aaaaahhh...."


"ooh Liz mendesahlah!" Aku semakin tergoda denganmu." John semakin mendominasi ketika miliknya terjerumus dan sengaja dijebak oleh kenikmatan diatas dasar kulit yang telah basah oleh cairan rangsang milik Lizzy. Bentuk sintal dada Lizzy sangat menarik insprirasi John untuk memilin dan **********.


Kemudian John membuat gerakan cepat untuk tubuh mereka berdua berdiri disudut tembok yang mulai usang termakan usia.

__ADS_1


John membalikkan tubuh Lizzy serta meremas pangkal paha Lizzy penuh semangat gairah seksualitasnya, satu tangan John mengangkat paha mulus pujaannya dan menahan tubuh Lizzy agar tak terhuyung dengan tangan yang satu lagi.


Dengan hasrat terpendam didalam dunia mereka tercurahkan, John kembali menekan miliknya yang berotot secara perlahan lahan menembus kembali kedalam celah yang sangat penting baginya, "Jangan lupakan malam ini sampai kapanpun sayang, aku mencintaimu Lizz."


John menyusupkan wajahnya mencium bahu dan mendarat sempurna dileher Lizzy, keduanya menikmati malam penuh keindahan itu.


Lizzy mencium bibir John dengan lembut membuat John semakin hanyut lebih dalam lg menekan miliknya," aaahhhhhh john..... Emmmmmhhhh.... "


"Capailah, nikmat malam kita sayang!"


Tubuh Lizzy semakin terguncang memperlihatkan payudaranya yang indah mengayun, John semakin brutal menekan kemudian memainkan buah dada Lizzy penuh nafsu. Lizzy menekan rambut john yang semakin menambahkan gairahnya. Mereka mencapai puncaknya yang sangat indah dan menakjubkan, dan.... Tak terlupakan hingga kapanpun waktu berdetak meninggalkan masa, cinta antara seorang gadis cantik berasal dari keluarga serba seadanya dengan John seorang iblis terkemuka di Italia serta penguasa dunia gelap yang tak pernah Lizzy ketahui.


John dengan lembut membelai rambut Lizzy yang telah basah oleh keringat percintaan, kembali ia mencium bibir Lizzy yang membuat laki laki berusia 30 tahun itu kembali ingin bercumbu, namun mengingat 'waktu' yang telah menjebaknya untuk segera pergi meninggalkan Amerika.


Dengan langkah berat yang terus dipaksakan John kembali menatap dalam dalam mata dan tubuh berbalutkan selimut meninggalkan aroma khas percintaan miliknya.


'menikahlah dengan lelaki kaya raya pilihan ibu mu itu sayang, aku hanya pria yang akan membawa petaka. Maafkan aku Lizz!". Tulis John pada secarik kertas yang ia letakkan disamping tubuh Lizzy, dan kemudian ia berlalu pergi meninggalkan kekasihnya.


Dengan tatapan menyelidik serta langkah menuruni anak tangga pelan John melepas sweeter terkumuhnya, terlihat dua laki laki berbadan besar menghadap dirinya.


"Selamat malam tuan Emanuelle, ini kostum anda!"

__ADS_1


John melekatkan jas navy bluenya dengan cepat serta mengambil senjata andalan dari seorang John Emanuelle Allighiero yang telah dipersiapkan anak buahnya, kemudian langkah yang sedikit menyapu genangan air hujan John mengarahkan bidikan kepada dua pria yang siap mendatangi. 'terdengar tembakan' John menembakan peluru yang dimuntahkan melalui pistolVolt 1911, pistol memiliki 7 buah amunisi dengan kecepatan 1.122 per detik itu menjadi favoritnya.


Kedua target sasaran John tergeletak tak bernyawa dengan luka menganga hanya dengan 1 pelurunya saja. "Kita harus cepat meninggalkan negara ini tuan, anda mulai terkepung dan......," dengan tatapan takut jason kembali menjelaskan maksud pernyataannya.


"Ini membahayakan Nona Lizzy"


John tersenyum dengan seringai mematikan serta melangkah menuju mobilnya.


Didalam mobil, perenpuan cantik penggoda John tengah menunggunya.


"Kemana kita akan pergi Emanuelle?"


Wanita berambut blonde dengan cairan wine didadanya sengaja melibatkan belaian disamping John.


John menghempaskan sentuhan tangan wanita itu dari ***********, dengan gaya menggoda wanita itu tersenyum licik.


John melirik kembali ke arah apartemen yang tengah melindungi tubuh kekasihnya itu.


" bawa aku kembali ke Italia Jason!".


'aku akan mendatangi mu kembali'

__ADS_1


Tunggulah aku yang mampu mencintaimu dengan persyaratanku! 'Batin John bersumpah mengobarkan keinginan dan gairah yang tertinggal disana dalam keterpaksaan'.


John menengadah menatap atap mobil yang tak menampilkan apapun, namun dalam benak dan otaknya penuh rangkaian yang akan ia susun untuk mendapatkan kekasihnya kembali.


__ADS_2