Persyaratan Dengan Iblis

Persyaratan Dengan Iblis
Bab 2


__ADS_3

Harum, lusuh, terhiasi berbagai lubang tercecer pada bagian lengan baju putih yang tak menampakkan cerahnya lagi melekat di dekapan dada Lizzy. Mendebat pada kalbu bahwa kekasihnya telah melebur dari angan yang mengunci nama 'John' dihatinya.


Secercah cahaya terang Jhon kini telah redup meninggalkan dirinya sendiri saat iris mata lizzy meneliti setiap huruf yang tertulis pada selembar kertas.


Air lelehan dari matanya kini telah mengering melingkupi seluruh dunianya, Lizzy baru saja meratapi suatu nasib dimana orang terkasihnya pergi meninggalkan kehidupan fana ini. Kini kesendirian Lizzy melanda disetiap waktu yang mengukir sejarah didalam pikirannya.


[.................]


"Kau ada disini sayang? Ibu mencarimu."


Hamparan ilalang yang terlihat indah dimata Lizzy terjeda oleh suara ibu tirinya bernama Sofia Meyer merupakan adik dari ibu kandung Lizzy.


Dengan membelai lembut rambut Lizzy yang tergerai sempurna mengibaskan raut wajahnya yang jelita. Sofia mengebulkan senyum manis palsunya mengajak Lizzy, menemui seseorang yang telah menunggu cukup lama dikediaman mereka.


"Bisakah bibi menunda pertemuanku dengannya?" tampaknya permohonan Lizzy akan sia-sia.


"Panggil aku ibu sayang, aku sekarang orang terpenting untukmu."

__ADS_1


Dengan intonasi dari seorang penipu, Sofia kembali memperdaya kepolosan Lizzy.


"Ibu tidak akan memaksakan kehendakmu Lizz, biar ibu tanggung semua sendiri tanpa melibatkan hidupmu." kepolosan seorang Lizzy tergugah oleh air mata palsu ibu tirinya, dia memeluk Sofia sembari menyeka air mata palsu itu.


Dengan anggukan singkat Lizzy seperti peri kecil membuat Sofia tersenyum menang. 'akhirnya kelinci kecil ini menurut juga' 'hati sofia menari diatas keserakahan.


[...............]


Disebuah jalan setapak terlihat rumah kecil dengan papan yang telah menghitam karena faktor usia, terpampang mobil Ferrari F60 Amerika dengan angkuh didepan halaman rumah Lizzy.


Mobil mewah edisi terbatas itu milik CEO muda tampan berwajah khas Amerika Latin,berusia 31 tahun asal new york bernama


Devan segera mematikan ujung tembakau yang menimbulkan kepulauan tidak nyaman bagi Lizzy, dan tanpa basa basi Devan meletakkan tangannya dipinggang Lizzy kemudian mencium bibir Lizzy yang membuat Perasaan Lizzy muak namun tak mampu berbuat banyak.


Alasan ibu tirinya menikahkan Lizzy hanya karena ia mempunyai sangkut paut masalah hutang piutang mantan suaminya.


Dan bukan hanya itu, Sofia terikat sebuah perjanjian rahasia dengan pria 31 tahun itu dan tidak mampu melunasi dan menempati janjinya.

__ADS_1


Lalu ide Devan pun muncul dan menyarankan agar Lizzy menjadi istrinya.


Rasa serakah Sofia terbayar dengan melibatkan gadis yang masih berusia 23tahunan itu dipelukan Devan yang tampan, posesif dan arogan.


"Bagaimana Sweetheart?, kapan kamu mau aku menikahimu hmm?"


Tanya Devan ketika ia berhenti mencium bibir Lizzy.


Lizzy tidak suka dengan rengkuhan tangan Devan yang memeluk pinggangnya erat. Belum sempat lidah Lizzy mengatakan sesuatu, ibu tirinya Lizzy yang sedari tadi menunggu moment ini pun menjawab dengan cepat dan mudah.


"Liz meminta waktu satu minggu Dev,"


"iya kan sayang?" sambung Sofia tanpa peduli, mskipun itu bukan keinginan Lizzy.


Lizzy yang terpuruk saat itu, membuat Lizzy mengangguk lemah.


Ia pasrah karena merasa sudah tidak ada lagi harapan apapun meski batin Lizzy menjerit keras namun semua orang seakan tuli dan hanya menari diatas penderitaan yang dialaminya.

__ADS_1


Dengan masih menggenggam kertas bergores tinta milik John, Lizzy berkata dalam hatinya yang paling dalam, 'Aku akan menututi permintaan mu John, dan aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku akan melupakanmu untuk selamanya.'


__ADS_2