
John emanuelle allighier
30 tahun
Berkarisma, pintar, licik, dan kejam, pemimpin sekaligus penguasa allighiero Company : Allighiero Bank, Allighiero Clan, Casino Allighiero.
Lizzy quera
23thn
Cantik, berkarisma, cerdas, naif, terjerumus menjadi seorang istri formalitas dari seorang CEO muda di Amerika Serikat.
Devan ed
31 tahun
Tampan, posesif, arogan, seorang CEO muda di Amerika serikat.
Jeff alexander allighiero
27thn
Penerus ke dua allighiero company
memiliki 3 kepribadian ganda
__ADS_1
Sofia meyer
40thn
Ibu asuh Lizzy, berbahaya, licik, dan penuh tipu muslihat.
Michael Duncan Allighiero
36thn
Penguasa ke dua Allighiero Company, ambisi, licik, mempunyai kelainan (parafilia)
[...............]
" *Jangan mengatakan apapun lagi Jason! Aku sudah bosan mendengar semua kelakuannya itu." ucapan Jhon menegaskan perasaan muak terhadap saudaranya.
Ia berlalu pergi meninggalkan tuannya agar terhubung dengan hati serta fikiran melalui proses kesendirian.
Jhon menyelipkan kedua tangannya ke dalam sela saku celana Secret circusnya.
melayang pandang kearah luar gedung apartemen dikawasan Municipio I, Roma. Bangunan itu berjejer rapi menampakkan bahwa dunia ini begitu egois mewakili sifat kakak kandungnya. raut wajah suram tersirat merasakan lelah apa yang sedang terjadi. Semua konflik yang menderu ditelinga nya dan rasa curiga dengan ciri khas musuhnya telah membuat ulah di Casino Allighiero.
insting kuat Jhon mempengaruhi kerja otak kirinya dalam mencurigai Kiniro Clan milik George, alisnya menyatu menepuk batinnya agar lebih waspada mengenai tiga tahun yang lalu serta melibatkan dimana kekasihnya akan menjadi boomerang baginya.
Tiga tahun sebelumnya........
Jhon melangkah cepat, mengendap serta diiringi larian kecil menuju bongkahan batu besar, ia menelungkupkan tubuhnya dan bersembunyi dibalik kejaran para orang tak dikenal.
Indra penglihatannya terfokus pada bidikan laras panjang M-16 Amerikanya, mengatur secara otomatis dan dengan gerakan hampir tak terdengar , Jhon mengangkat kedua tangannya memberi isyarat kepada lawannya 'ras Asia itu'.
__ADS_1
Salah seorang dari mereka dengan ciri dua tanda yang tertinggal luka diwajahnya, menahan semua orang untuk menghentikan arah tembakan.
Jhon melangkah pelan seraya menepuk pundak laki-laki dengan kernyih licik.
'Joseph Stalin,' "hentikan basa basi mu ini Jhon, kau tidak mungkin menyerah begitu saja."
Laki-laki berkepala plontos pemimpin para bandit itu memandang sekeliling dimana Jhon menunjukkan alibinya,
"Kau seperti orang ketakutan Joseph, kau takut aku menyembunyikan sesuati di balik batu besar itu?" cetus Jhon
"Kau bisa membohongi seluruh dunia, tapi tidak dengan ku Jhon emanuelle Allighiero."
senyum tipis menghiasi wajah joseph.
Ia memberi kode kepada anak buahnya untuk meneliti sesuatu apa yang menghuni dibalik batu besar itu.
Saat anak buah Joseph menapakkan kaki menuju tempat itu, Jhon memberi jeda membuang waktu.
"Bukankah kita seharusnya tidak seperti ini Joseph? kau sama sekali bukan seorang b******n. Dan siapa yang menyuruhmu mengusik ketentramanClan ku?" sergah Jhon pasti.
"Senang rasanya dapat mendengar permohonan dari Si Rubah, tapi aku akan sangat menyesal jika tetap merengek disni tanpa peduli wanitaku," 'Lizzy.'
Hatinya merasa tertipu, kini kekasihnya sedang menjadi sasaran empuk komplotan Joseph. Jhon memutar kepalanya melihat kearah senapan serbunya, ia tersenyum licik ke arah Joseph lalu merebahkan diri dengan dada kebawah dan wajah menelungkup.
Joseph pun mengerti dengan tingkah Jhon kemudian melakukan apa yang dilakukan oleh Jhon.
Suara tembakan berkali kali pun terdengar ,puluhan peluru melesat cepat pada seluruh anak buah Joseph, semuanya terkapar mendekapi dada penuh luka tembakan, mengalirkan cairan merah kental.
Jhon dengan sigap meraih leher Joseph lalu menjerat menggunakan senapan milik Joseph yang menjadi alat jeratnya.
"Kita akan berjumpa kembali Joseph! dan saat kau melihatku, bersiaplah maut akan menjemputmu." Joseph tersentak dan hampir kehabisan nafas, matanya seakan hampir keluar menahan rasa sakit pada uratnya.
Jhon pun menambahkan kekuatan pada ototnya untuk membuat Joseph pingsan, dengan segala cara Joseph berusaha melepaskan diri, namun hasilnya hanya menambah rasa sakit dilehernya sendri.
__ADS_1
Terdengar 'Krekk' retakan melumpuhkan dari gulatan itu, Joseph pingsan seketika dan kemudian Jhon meraih senapan milik Joseph dan mengambil M-16 Amerika miliknya.
Ia melangkah menuruni bukit terjal menuju apartemen nya yang tengah menjadi tempat berlindung Lizzy.