
Manicipio Roma I, Roma, Italia
Italia, memiliki berbagai alasan terbentuknya suatu klan bagi sebagian populasi dalam penelitian, membuat seluruh benua Eropa mengenal Italia sebagai negara sejarah mafia paling mengerikan didunia.
Tidak sedikit sindikat mafia kelas atas yang bernaung dibawah tangan dingin serta otak kejam seorang laki laki berusia 30 tahun. John Emanuelle Allighiero penguasa Allighiero Company sekaligus pemilik The Residence Allighiero Clan, Mansion terbesar dan terlengkap dengan berbagai senjata paling mematikan didalamnya, hampir seluruh tubuh negara Italia mengenal arti "Si Rubah" pada diri Emanuelle.
Beberapa orang terkapar tak berdaya, darah segar mengalir pada setiap titik luka sehingga meninggalkan bau khas didalam ruangan gemerlap lampu beraneka warna itu diringkus oleh semua anak buah John.
Pertempuran sengit baru saja terjadi, sumber itu berasal dari salah satu clan rahasia dari negara bagian Italia.
Si Rubah yang tak suka dengan gaya ketamakan rekan palsunya, menciptakan suasana relung jiwa Jhon yang bengis tergugah dengan cepat. Jiwa kewaspadaan terhadap orang lain sangat tinggi membuat Jhon selalu menggunakan trik disetiap sudut pemikiran dirinya.
Jhon menampakkan sepatunya yang mengkilat dengan langkah pelan penuh keangkuhan, menyusuri para perangai yang munafik didalam ruang Casino Allighiero Miliknya. Kemudian Jhon menaruh pistol kebanggaannya diatas meja bar serta menenggak wine kesukaannya.
Jhon melirik tajam kearah titik seseorang yang sekarat, " berasal dari clan mana kau berani datang menemuiku? "
Semburan darah dari mulut musuh itu kembali membasahi lantai mengkilap, lalu pria dengan ras asia itu tidak menampakkan rasa takut kepada Jhon. Aksinya tanpa mengenal arti menyerah itu seketika membuat jason orang kepercayaan Jho geram. Jason menekan kakinya ditekuk leher pria jepang yang sedang bertaruh nyawa.
"Apa kau sudah bosan melihat dunia yang luar biasa ini?"Jason menghardik.
Jhon bangkit dari tempat kenyamanannya, ia menyerahkan pistol kepada Jason dengan seringai mengadili tanpa melihat seluruh penghuni ruangan sembari membenarkan letak lengan kemejanya yang kusut.
"Berikan kepada Thomas ini waktunya dia makan malam." Anggukan cepat Jason membuat anak buahnya mendapatkan kode pasti agar membawa pria itu. Teriakan clan rahasia itu tidak mendapat kepedulian dari Jhon yang licik dan kejam.
Jhon memasuki kamar pribadinya di casino miliknya untuk melakukan aktivitas bercinta dengan wanita yang ia anggap perantara tubuh kekasih lamanya yang mengoyak seluruh hasrat terpendam selama tiga tahun terakhir.
Didalam kamar sudah ada wujud indah menanti kedatangan Jhon, wanita cantik berambut pirang bernama Alessa, dengan tubuh molek telanjang itu melambaikan tangan.
Alessa sengaja melepaskan setiap celah kancing kemeja Jhon lalu dengan lidahnya yang lincah serta basah menjilat dada bidang Jhon dan terus menyusuri hingga letak kejantanan.
__ADS_1
Alessa membuka bagian yang tersembunyi dengan tatapan penuh gairah Alessa menjilat serta mengulum ujung kejantanan Jhon,
"eemmmhhhh......eeeeeuuummmhhh.... "
Jhon membelai rambut Alessa untuk lebih mendalami aksinya, Jhon mulai membayangkan sosok wanita cantik yaitu kekasih lamanya yang memikat jiwanya.
Tanpa ekspresi yang mutlak Jhon membawa tubuh Alessa keatas ranjang, membuat tubuh wanita penggoda nya telentang lalu tanoa basa basi Jhob melakukan hubungan **** tanpa menatap lawannya. Jhon akan memejamkan matanya untuk menikmati ekspektasi bercinta bersama Lizzy.
"ahhh.... Akhh... F**k.Emm..." Erang Alessa karena tubuhnya mulai terguncang hebat saat Jhon menyatakan pinggulnya bergerak untuk memaksakan miliknya bergeser teratur.
Gairan Jhon yang berbahaya membuat Alessa terus mengerang penuh nikmat, tak lama Jhon membuat tubuh wanita perantara seorang Lizzy bangkit dan tersudut kedinding, Jhon selalu melakukan hal yang sama saat dulu ia bersetubuh dengan Lizzy.
Jhon menekan miliknya dari belakang saat meremas remas dada Alessa tanpa sedikit pun Jhon membuka mata.
Tubuh Alessa selalu terkulai lemas dengan semua perlakuan seksual yang brutal dari seorang Jhon. Saat Jhon puas dan tersadar dari kenikmatan saatnya ia akan melempar tubuh Allessa kembali keatas ranjang.
"Sialan kau Emanuelle!" umpat Allesa sambil melempar lingerie tepat mengenai punggung Jhon.
"Aku menginginkanmu Emanuelle, bukan koin ini." sentak Allesa sambil melemparkan koin itu didepan pelupuk mata Jhon.
"Kau bisa menjadi apapun didekatku, tapi tidak untuk menjadi wanitaku!"
Jhon memutar tubuhnya pergi meninggalkan Allessa.
Dengan rasa kesal Allesa mengambil kembali baju yang akan ia lekatkan pada tubuh seksinya.
[.... .....]
Jhon menarik semua kembali memori otaknya tentang pertempuran sengit beberapa jam yang lalu, batinnya sulit menebak siapa dalang dibalik penghianatan terhadap dirinya.
__ADS_1
Tatapan mematikannya akan ia persiapkan memburu orang pertama yang telah membuatnya geram serta memuntahkan amarah yang kuat.
'Akan segera kutemukan b******n itu, beraninya dia mencari masalah denganku' umpat Jhon
Didalam kamar mandi, dibawah air hangat dari shower baru saja Jhon akan membersihkan tubuh dan tangan untuk mengikis darah dan cairan cintanya. Namun Jhon menangkap gerakan baru dan sepertinya tengah mengintai sesuatu diluar kamar mandi.
Sementara itu, didalam kamar Jeff menatap liar saat Jhon keluar untuk menghampiri. Ia mengusap
Darah segar yang sedang menempel dibibirnya. Jeff Alexander Allighiero adalah penerus kedua generasi kedua Allighiero Company, ia menderita kelainan Disosiatif Identity Disorder yang membuat dirinya memiliki kepribadian ganda.
Jeff memerankan tiga kepribadian menyimpang, seperti dirinya sendiri, 'Jeff' tidak pernah merasa puas dengan hasil karya pada tubuhnya karna faktor kelainan pada kulitnya. Ia akan menguliti kulit musuhnya yang kalah dan akan menjadikan hiasan didalam kamar pribadi miliknya.
'Evelyn' menjadi seorang wanita yang sering mengurung diri' dan 'Thomas' akan sangat agresif saat dirinya menjadi kanibal.
Jhon membelai rambut Jeff yang saat ini sedang menjadi Thomas, seorang kanibal yang selalu merasa kelaparan. Matanya menyelidik kearah pintu dan seluruh sudut ruangan.
"Tidak ada orang kecuali kita Thomas." Jhon memberikan segelas susu hangat saat Jeff sudah mulai kehilangan kendali.
"Aku sudah tidak lapar emanuelle, tapi daging itu sangat tidak enak."
Jhon menatap adiknya penuh cermat serta memperhatikan kondisi kulit yabg semakin banyak karya tato ditubuh Jeff, ia akan berniat menanyakan hal ini setelah Jeff menjadi dirinya sendiri.
"Kenapa kau memperhatikan aku seperti itu emanuelle? Aku tidak akan menerima daging keras lagi."
Jhon kembali membelai rambut Jeff dengan tatapan iba.
"Aku akan cari yang lebih baik lagi untuk dirimu adikku." kata Jhon.
Jeff tersenyum kecil dan berlalu pergi, matanya kembali meneliti kesetiap sudut ruangan yang sangat besar dan mewah. Dengan tubuhnya yang atletis Jeff menarik laras panjang milik Jhon untuk berburu dihutan.
__ADS_1
Jhon menatap tajam punggung adiknya, ia sangat menyayangi Jeff layaknya seorang kakak kandung yang baik.
Meskipun Jeff terlahir dari rahim seorang wanita inggris yang tidak sama dengan dirinya, namun pengorbanan ibu kandung Jeff sangat besar dan tak kan hilang terkikis oleh waktu bagi kehidupan Jhon saat ini.