
Di sebuah ruangan di rumah sakit terlihat seorang gadis cantik tengah berbaring lemah.
Tiba-tiba saja jari-jari tangannya mulai bergerak. Dan matanya perlahan-lahan mulai terbuka.
Seorang wanita paruh baya yang berada di sampingnya melihat itu semua langsung berlari keluar untuk memanggil dokter.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya terlihat beberapa dokter dan perawat memasuki ruangan itu. Mereka tengah mengecek kondisi gadis yang mulai terlihat sadar dari komanya.
Sang gadis yang terbaring kini sudah membuka mata sepenuhnya. Perlahan-lahan ia mulai menatap ke berbagai arah di sekitarnya. Merasa asing dengan tempat tersebut ia mulai berkata pelan.
"A-ku d-imana?
"Sayang kamu sudah sadar ? sekarang kamu sedang berada di rumah sakit nak." ucap wanita paruh baya itu dengan lembut, Walaupun terlihat masih sangat khawatir.
"Di rumah sakit apakah aku selamat? bisakah panggilkan Melisa aku ingin bicara dengannya.
"Queen apa yang kamu bicarakan siapa dia Melisa? Mama tidak mengetahuinya." ucapnya dengan bingung.
"Queen, Mama, Maksud anda apa?"
"Astaga nak apakah kamu lupa dengan mama? ini mama sayang orang yang sudah melahirkan kamu Queen Agatha Alexandros." ucapnya dengan sedikit menekankan.
Deg !
Jantung Lisa berdetak begitu kencang ketika mendengar nama yang sangat familiar di pikirannya itu. Seketika saja ia mengingat novel yang sempat ia baca sebelum peristiwa kecelakaan itu.
"Tidak ini tidak mungkin jangan bilang aku masuk ke sebuah novel dan menjadi sang antagonis? aku harus memastikannya.
"Bisakah anda menyebutkan nama anda dan nama saya juga?"
"Nak nama mama Mega Hermawati, Ayah kamu Baron Alexandros, Sedangkan nama kamu Quuen Agatha Alexandros.
Pyarrrr!
Bagaikan tersambar petir tubuh Lisa langsung menegang.
Ternyata benar apa yang ada di dalam pikirannya, Ia memang masuk ke dalam sebuah novel dan menjadi pemeran antagonis yang mati karena bunuh diri.
Nyonya Mega yang melihat sikap anaknya seperti itu langsung menyadarkannya.
__ADS_1
"Nak mama mohon jangan lakukan hal seperti itu lagi, Mama sangat menyayangi mu, Mama tidak ingin kehilangan putri mama satu-satunya.
Lisa yang mendengar ucapan lembut dan khawatir dari wanita paruh baya di depannya ini merasa sangat terkejut. Apakah ia sudah memasuki masa percobaan bunuh diri itu seperti yang ada di dalam novel?"
"Kenapa saya bisa ada disini?
Nyonya Mega yang melihat anaknya berbicara dengan bahasa formal hanya bisa diam saja, Namun ia tetap akan berusaha untuk menjawabnya.
"I-tu kata dokter kamu keracunan nak.
Lisa yang mendengar ucapan itu hanya bisa menghela nafas dengan pelan.
"Ternyata memang benar tubuh ini sudah meminum sebuah racun. Baiklah karena aku sudah terlanjur berada di dalam tubuh ini, Aku akan berusaha merubah jalan ceritanya dan menjalani hidup tenang terlebih dahulu.
"Saya ingin pulang." ucapnya dengan dingin.
Nyonya Mega yang mendengar permintaan anaknya menjadi sangat terkejut. Pasalnya ia baru saja sadar dan langsung menginginkan pulang.
"Tapi nak kamu baru saja sadar lebih baik kamu menginap dulu beberapa hari.
"Tidak saya ingin cepat pulang saya merasa tidak suka berada di sini.
"Ya sudah kita tunggu dulu papa kamu datang, Dia sedang dalam perjalanan.
Lisa yang mendengar itu hanya mengangguk dengan ekspresi datarnya.
Sambil menunggu suaminya datang, Nyonya Mega memeilih sedikit berbincang-bincang mengenai kesehatan tubuh Queen anaknya bersama dokter.
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya suaminya pun datang.
"Ma dimana Queen?" ucapnya yang terlihat bahagia ketika mendengar kabar putrinya yang sudah sadar.
"Pa akhirnya kamu datang juga. Queen masih tidur sehabis meminum obat kita tunggu dulu dia bangun, Mama tidak mau mengganggunya dulu.
Menghela nafas berat tuan Baron menatap putrinya dengan sendu.
"Ma apakah dia baik-baik saja saat baru bangun? apakah dia sempat menanyakan Arya lagi?" ucapnya dengan khawatir.
Menatap tajam suaminya saat mendengar nama tersebut.
__ADS_1
"Jangan sebut pria itu pa! kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan mereka. Gara-gara anak mereka kita hampir kehilangan putri kita satu-satunya ingat itu. Apalagi sekarang dia sudah menikah 2 bulan yang lalu tanpa merasa bersalah sama sekali dengan anak kita! Mereka tidak punya hati.
Melihat sang istri sangat marah dan sedih ia merasa sangat bersalah.
"Maaf kan papa ma, Jika saja waktu itu papa tahu begini jadinya papa tidak akan mengijinkan Queen berteman dengannya.
"Sudah pa itu semua sudah terlanjur terjadi, Yang terpenting sekarang kita harus menjaga Queen baik-baik bila perlu kita bawa dia jauh dari tempat ini, Agar tidak mengingat pria itu lagi." ucapnya sambil mengusap pelan rambut putrinya yang tertidur.
"Hem jika itu yang terbaik untuk Queen papa akan menurutinya.
Tanpa mereka sadari sebenarnya Queen tidak benar-benar tertidur. Ia hanya memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya yang masih sedikit syok. Ketika mendengar ucapan dari kedua suami istri tersebut hatinya merasa sangat hangat.
"Betapa bodohnya pemilik tubuh ini! ia rela melakukan bunuh diri hanya untuk mendapatkan simpati pria itu tetapi hanya sia-sia, Sedikitpun ia tidak mau datang untuk melihat. Dan malah tidak perduli dengan perasaan orang tuanya sendiri yang sangat sedih melihat dirinya sakit. Jika mereka berdua tahu bahwa anak mereka yang sebenarnya sudah tiada entah apa yang akan terjadi. Aku bisa memastikan bahwa mereka pasti sangat sedih.
Karena sekarang aku yang berada di tubuh ini jangan harap lagi aku akan memaafkan siapa pun yang membuatku menderita. Aku akan membalas dengan kejam orang-orang yang tidak memiliki hati."
Setelah 30 menit berlalu akhirnya Queen memutuskan untuk membuka matanya.
Kedua orang tuannya yang melihat Queen sudah bangun langsung menghampirinya.
"Sayang kamu sudah bangun? apa kamu perlu sesuatu biar papa ambilkan.
"Pa aku ingin pulang sekarang."
Mendengar apa yang di inginkan anaknya ia langsung setuju tanpa bertanya lagi.
"Baiklah papa sudah menyiapkan semuanya, Sekarang kamu ganti baju dulu setelah itu kita akan langsung pulang.
Mndengar itu Queen langsung mengambil baju gantinya dan berjalan ke kamar mandi untuk menggantinya.
Setelah beberapa menit akhirnya Queen selesai berganti. Wajahnya yang terlihat pucat tanpa riasan tetap tidak menutupi kecantikannya yang sempurna. Rambut hitam panjang se pinggulnya tergerai dengan indah tanpa di ikat. Ia menggunakan celana jeans panjang berwarna navy dan jaket jeans pendek seperti crop, Sepatu hak yang lumayan tinggi membuat bentuk tubuhnya semakin tinggi dan terlihat langsing.
"Sayang ayo kita pulang." ucap mamanya.
Queen hanya mengangguk dan kemudian mengikuti kedua orang tuanya keluar.
Saat Queen berjalan tidak 1 pun orang bisa mengabaikannya, Wajahnya yang cantik dan begitu sempurna mampu memikat setiap mata yang melihat ke arahnya.
Queen yang melihat semua orang memandangnya hanya acuh saja karena di kehidupan sebelumnya ia sudah terbiasa dengan pandangan seperti itu, Dengan wajah dinginnya ia terus melangkahkan kakinya Hingga akhirnya ia pun sampai di tempat parkiran dan langsung memasuki mobil menuju ke rumahnya.
__ADS_1