
Kini mereka bertiga sudah sampai di sebuah mansion yang bisa dibilang sangat mewah.
Queen yang melihat mansion sebesar itu cukup merasa puas, Setidaknya tempat yang ia tinggali sekarang tidak jauh berbeda dengan mansion-nya dulu saat masih menjadi Lisa.
Terlihat di hadapannya sekitar 5 orang berdiri berjejer menyambutnya. Mereka semua sedikit menunduk dan tersenyum menatap Queen.
"Dalam ingatan ku mereka ini adalah pelayan di rumah ini." ucapnya dalam hati.
"Ma aku ingin segera ke kamar bisakah mama mengantar ku?
"Baiklah mama akan mengantar mu."
kemudian Queen melewati kelima pelayan yang tersenyum ramah menatap kedatangannya.
Sedangkan Queen hanya mengangguk saja dengan muka datarnya.
Semua pelayan yang melihat itu bertanya-tanya didalam hati, Selama ini Queen merupakan seorang yang sangat ramah bagi mereka. Tapi hari ini mereka merasakan ada sesuatu yang sedikit berubah yaitu sifat Queen yang sangat dingin.
Setelah Queen dan mamanya masuk, Tuan Baron menatap para pelayan itu.
"Kalian jangan bertanya terlalu banyak, Jika ada yang berubah dari sifat anak saya tolong biarkan saja, Apapun permintaan dia selama kalian bisa melakukannya turuti saja, Apa kalian mengerti." ucap tuan Baron dengan tegas.
"Kami mengerti tuan." ucap semuanya secara serempak.
"Bagus sekarang kalian kembali ke pekerjaan kalian masing-masing.
"Baik tuan.
--------
Disisi lain saat ini Queen sudah masuk di kamarnya. Ia menatap sedikit jijik kamar itu dengan tema warna merah muda.
"Ma tolong carikan orang untuk mendesain ulang kamar ku. Mata ku sangat sakit melihat ini semua.
Nyonya Mega yang mendengar dan ucapan anaknya menjadi sedikit bingung.
"Tapi nak bukanya kamu sangat suka dengan Desain kamar ini kenapa harus di ubah.
Queen sama sekali tidak menjawab ia hanya mengamati sekeliling dari kamar itu.
Nyonya Mega yang melihat sikap anaknya yang sangat dingin dan irit berbicara itu hanya bisa menghela nafas sabar. Ia akan sedikit bersabar sekarang memahami sikap anaknya yang mulai berubah itu.
"Baiklah mama akan memanggil seorang nanti untuk merubah kamar mu.
Queen yang mendengar itu hanya mengangguk saja.
Pandangannya langsung beralih pada sebuah photo yang memperlihatkan 2 orang anak yang sedang bercanda sambil tersenyum manis. Photo yang lainnya juga menunjukan memegang sebuah piala dengan memakai pakaian SD dan SMP. begitu banyak photo terlihat di sana yang bertulisan Queen dan Arya. Queen yang melihat itu hanya menatap sinis sambil tersenyum.
Ma tolong panggilan bibi suruh dia membawa kardus kemari.
"Nyonya Mega yang melihat anaknya seperti itu menjadi sangat khawatir ia takut anaknya berbuat yang tidak- tidak lagi karena melihat photo itu, Namun disisi lain ia juga tidak berani memindahkan photo itu takut anaknya marah.
"Untuk apa nak apa mama boleh tahu?
"Panggil saja ma nanti juga mama akan tahu.
Dengan perasaan khawatir nyonya Mega pergi dari kamar itu mencari seorang pelayan.
Beberapa menit kemudian datanglah nyonya Mega bersama salah satu seorang pelayan yang bernama bi Inah.
Queen yang melihat itu langsung menyuruh sang pelayan menaruh kardus di dekatnya.
"Taruh disini." ucap Queen kepada pelayan itu dengan dingin.
Pelayan yang melihat sikap dingin nyonya mudanya merasa sedikit gemetar.
__ADS_1
"I-ni non." ucapnya pelan sambil menaruh kardus itu.
Queen yang melihat kardus ada di dekatnya langsung mengambil satu persatu photo dirinya kemudian membuang semuanya ke dalam kardus.
Paranggkk!
Byarrrrr!!!!
prankkkk!!!!
Byarrrrr!!!
Terdengar suara kaca pecah dari setiap photo itu, Karena dilempar menjadi satu oleh Queen.
"N-ak ini kenapa?" ucap nyonya Mega yang terkejut melihat semuanya.
Queen hanya diam, Ia mengambil seluruh benda-benda yang berkaitan dengan Arya dan membuangnya menjadi satu tempat.
Photo, Hadiah semacam lainnya semua ia buang.
"Bibi cepat bakar semua ini jangan sampai ada yang tersisa, Jika aku melihat satupun dari barang itu masih utuh bibi tau sendiri kan bagaimana akibatnya." ucapnya menatap dingin.
"B-aik non bibi akan membuang semua ini." Ia sekarang benar-benar takut melihat sifat nona muda Queen yang menyeramkan.
Segera saja ia langsung membawa semua barang-barang itu.
"Ma aku ingin istirahat.
Nyonya Mega menghela nafas pelan.
"Baiklah mama akan keluar dulu kalau ada apa-apa panggil mama ya sayang." ucapnya dengan lembut.
"Hem.
"Pa ada yang ingin mama bicarakan." ucapnya dengan wajah serius.
"Bicara apa ma? kelihatannya ada sesuatu hal yang penting.
Nyonya Mega kemudian menceritakan segalanya yang di lakukan oleh Queen dari ia ingin merubah desain kamarnya hingga membuang semua barang-barang yang bersangkutan dengan Arya.
Setelah mendengar penjelasan dari istrinya, Tuan Baron menjadi sedikit khawatir namun ada rasa lega juga di hatinya.
"Ma biarkan Queen melakukan apa pun yang dia inginkan, Papa rasa dia sudah sadar sekarang dan mulai memutuskan melupakan Arya. Meskipun sifatnya berubah menjadi dingin namun papa senang ia mau belajar melupakan orang itu.
Nyonya Mega juga setuju dengan ucapan suaminya, Itu memang baik untuk anaknya yang ingin berubah.
_____
Kembali lagi di kamar Queen
Saat ini ia menatap lega semua barang-barang yang menurutnya menyakitkan matanya sudah menghilang tanpa sisa.
Ia benar-benar merasa jijik semenjak mengetahui ingatan dari tubuh ini.
Saat di perjalanan menuju ke rumahnya Queen sempat bermimpi di dalam mobil. Ia bertemu dengan pemilik asli tubuh ini.
flashback
Di sebuah taman yang terlihat sangat indah terlihat seorang wanita cantik sedang bermain ayunan. Tidak jarang Ia bersenandung sangat merdu ketika tubuhnya mulai terayun-ayun.
Lisa yang melihat wanita cantik itu langsung menghampirinya dengan sejuta rasa penasaran.
"Siapa kamu?
Wanita cantik itu langsung mengalihkan pandangannya kepada Lisa sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Lisa yang melihat wajah wanita itu merasa sangat terkejut.
"Kamu Queen bukan? baguslah jika kamu sudah datang, Cepat kembali ke tubuh mu sekarang aku tidak mau berada di sana." ucapnya dengan dingin.
Queen yang mendengar ucapan Lisa tatapannya berubah menjadi sendu.
"Maaf tapi aku sudah tidak bisa kembali lagi.
Lisa yang mendengar ucapan itu menyerengit kan alisnya bingung.
"Apa maksudmu kenapa dengan kata tidak bisa itu?"
"Aku sudah benar-benar mati tidak bisa kembali lagi, Hanya kamu saja yang bisa membantu ku.
"Kenapa aku harus membantu mu? memangnya apa yang bisa aku dapatkan."
"Orang tua ku, Kau bisa memiliki mereka dan aku mohon jaga mereka untuk ku."
"Aku tidak butuh mereka!" ucap Lisa menatap tajam Queen.
"Ku mohon bantu aku, Jaga kedua orang tua ku, Aku menyesal melakukan semuanya dan belum bisa membuat mereka bahagia. Aku juga tahu kamu belum pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki orang tua, Dengan adanya kedua orang tua ku hidupmu akan lengkap sekarang." perlahan-lahan air mata Queen jatuh membasahi pipinya.
"Kamu mengejek ku karena aku tidak pernah memiliki orang tua begitu!" mukanya menjadi sangat merah menahan marah.
"Tidak aku tidak bermaksud seperti itu, Jika kamu tidak mau membantu ku maka arwah ku akan menjadi gentayangan selamanya karena penyesalan. Dan kamu akan seperti itu juga.
"Kenapa aku juga ikut gentayangan?"
"Karena kamu mati tertabrak truk dan tubuh mu sudah hangus terbakar, Itu merupakan kematian yang tidak wajar.
"Ya sudah bukankah aku tidak punya pilihan lain? Tapi aku memiliki satu syarat untuk mu, Aku ingin bebas mengendalikan tubuh itu nanti.
"Baiklah aku setuju kamu bisa menggunakan tubuh ku sesukamu. Tapi ingat jaga dan bahagiakan kedua orang tua ku." ucap Queen dengan penuh harap.
"Hem baiklah aku akan menjaga mereka."
"Lisa kamu sangat baik." Queen langsung memeluk tubuh Lisa dengan semangatnya sambil tersenyum penuh kebahagian.
Lisa yang di peluk seperti itu cukup terkejut namun tetap membiarkannya.
Setelah mereka selesai berpelukan Queen menatap lekat wajah Lisa.
"Lisa ada satu rahasia yang harus kamu ketahui."
"Rahasia apa?"
"Dewi merupakan wanita yang tidak baik dia mendekati Arya karena hanya untuk mendapatkan hartanya saja. Kamu harus hati-hati dengan dia." Kemudian Queen langsung meletakan jari telunjuknya di dahi Lisa, Dan seketika itu pula berbagai macam gambaran tentang ingatan Queen memasuki pikirannya.
Setelah beberapa saat akhirnya Queen sudah kembali normal. Ia kini mengerti sebenarnya Queen melakukan semua itu demi menyelamatkan Arya dari gadis seperti Dewi yang memiliki sikap licik dibalik wajah polosnya.
"Queen sekarang kamu bisa tenang pergilah aku akan menjaga kedua orang tua mu dan mengungkap sifat licik dari wanita itu.
Dengan wajah berkaca-kaca Queen lari menuju ke sebuah jembatan yang memiliki cahaya sangat terang.
Kemudian ia berteriak sangat keras.
"Kakak Lisa terimakasih semoga di kehidupan kedua kita menjadi saudara." Ia melambaikan tangannya dengan penuh senyum kebahagiaan.
Lisa yang melihat itu hanya membalas senyum Queen dengan tulus.
"Kakak Lisa! kamu cantik sekali jika tersenyum, Ingatlah untuk selalu bahagia selamat tinggal.
"Selamat tinggal juga Queen.
Setelah Queen menghilang, Kesadaran Lisa pun mulai di tarik kembali juga. Dan setelah itu ia terbangun dari tidurnya.
__ADS_1