Perubahan Sang Antagonis

Perubahan Sang Antagonis
BAB 6


__ADS_3

Queen saat ini sudah sampai di mall, Ia melangkahkan kakinya yang cantik dengan sangat indah. Angin yang sedikit kencang menerpa wajahnya yang cantik dan membuat rambutnya yang panjang sedikit bertebaran juga.


Mata semua orang selalu tertuju padanya membuat semua mata para pria terpesona, Namun tidak untuk para gadis mereka melihat kesempurnaan itu merasa sangat iri.


Dengan tatapannya yang dingin Queen mulai menelusuri tempat pakaian yang menurutnya pas dengan seleranya. Setelah cukup lama akhirnya ia membeli beberapa blazer, dress, kemeja, cardigan dengan berbagai warna dll.


Queen yang melihat belanjaannya yang cukup banyak menyuruh pemilik toko untuk langsung mengantar barang- barang ke rumahnya saja.


Dengan langkah cepat Queen langsung menuju ke tempat perlengkapan alat sekolah.


ia membeli pulpen buku dll yang menurutnya penting. Setelah beberapa menit kemudian ia pergi ke tempat barang elektronik dan membeli 1 buah laptop dan komputer, Tidak tanggung-tanggung ia langsung membeli produk terbaiknya. Karena Queen berencana untuk mendirikan bisnisnya lagi seperti dulu.


Ia tidak mau tergantung dengan hanya menunggu milik ayahnya saja.


Terakhir tujuan Queen adalah toko tas. Ia melihat dengan sangat senang barang satu ini, Karena di kehidupannya yang dahulu tas merupakan barang yang menarik bagi Queen itu sangat elegan dan tentunya selalu dibutuhkan untuk menaruhbarang-barangnya.


Pandangan matanya langsung tertuju pada sebuah tas keluaran terbaru berwarna hitam.


Itu sungguh unik dan mudah di bawa untuk kuliah. Ia mengambil tas itu dan berniat untuk segera membayarnya. Namun saat akan menuju kasir tiba-tiba saja ia merasa bahwa akan ada seseorang menuju ke arahnya dengan cepat.


refleks Queen langsung melangkah kesamping kanan dengan cepat sehingga dia tidak jadi terkena.


Dughh!..


"Awww!


Pandangan Queen langsung tertuju kepada seorang gadis yang tepat terjatuh di sebelahnya dengan posisi sedikit tengkurap.


Semua orang yang melihat ada orang terjatuh secara tiba-tiba langsung mengerumuni wanita itu.


Sedangkan Queen acuh saja tanpa perduli.


Saat Queen sudah sampai di kasir dan berniat untuk membayar tasnya. tiba-tiba saja wanita yang terjatuh tadi menghampiri Queen sambil menangis.


"Hikks Queen kenapa kamu mendorong ku seperti itu! apakah kamu masih ingin membully ku lagi seperti saat di sekolah dulu?.


Dengan tangisannya yang memilukan ia mencoba untuk memfitnah Queen di hadapan banyak orang.


Queen yang mendengar namanya disebut oleh wanita yang tiba-tiba menangis dihadapannya ini langsung mengerutkan alisnya.


"Apa maksud mu!" Dengan tatapannya yang dingin setajam pisau Queen bertanya dengan wanita itu.


"Hikkss Queen aku sudah memilih tas itu sedari tadi tapi kenapa kamu merebutnya dan mendorong ku hingga terjatuh!"


Queen merasa ada yang aneh dengan gadis ini lalu seketika saja sebuah bayangan melintas didalam pikirannya. Ternyata wanita di hadapannya ini merupakan tokoh utama wanita dalam novel yang tidak lain adalah Dewi. Sekarang ia mengerti ternyata wanita ini ingin membalikan keadaan dan mencoba untuk mempermalukannya. Jika ini Queen yang asli pasti ia sudah marah dan menghajar gadis ini, Sehingga menyebabkan orang-orang menilainya sebagai wanita kasar dan memiliki sikap yang buruk karena suka membully orang yang lemah. Tapi yang saat ini berada di hadapan Dewi adalah Lisa gadis yang sangat kejam dan juga licik terhadap musuhnya. Lisa akan memancing tangkapannya secara perlahan.

__ADS_1


"Maksud mu tas ini?" tunjuknya pada tas yang sudah ia bawa ke kasir.


"Ia tas itu, jika kamu mau kenapa tidak bicara baik-baik saja dengan ku, kenapa harus sampai mendorong ku hingga jatuh hikks.


"Tidak akan?" ucapnya dengan dingin


Semua orang yang mendengar ucapan Queen langsung terkejut dan menjadi bingung.


Kemudian ia melangsung menatap kasir yang ada di depannya.


"Tolong segera kemas tas itu!"


Sang kasir hanya mengangguk setuju tanpa membantah ia saat ini begitu takut melihat wajah Queen yang sangat dingin.


Dewi yang melihat tas incarannya berniat untuk segera di bayar oleh Queen menjadi sangat marah di hatinya. Ia telat selangkah saat ini kenapa Queen bisa lebih dahulu memilikinya.


Dewi semakin menangis dengan pilu dan berhasil membuat orang-orang di sekitarnya merasa iba. Hingga datanglah seorang lelaki yang langsung memeluk Dewi.


"Sayang kamu kenapa? apa yang terjadi kenapa kamu bisa menangis seperti ini."ucap pria itu khawatir.


"Hikks Arya saat tadi aku ingin membeli tas tiba-tiba saja Queen datang dan merebut tas itu dari ku, Aku yang memiliki tas itu pertama kali sudah memberikannya pada Queen, Tapi saat akan pergi dia mendorong ku secara tiba-tiba hingga terjatuh.


Arya yang mendengar nama Queen langsung mengalihkan pandangannya kepada seorang gadis yang menatap sangat dingin ke arahnya.


Tiba-tiba saja jantung Arya bergetar sangat kencang, apakah ini benar-benar Queen sahabatnya sedari kecil! Ia belum pernah melihat pandangan Queen yang sangat dingin seperti itu, Entah mengapa hatinya merasa menjadi sedih.


"Queen? gumamnya pelan.


"Cukup aku tidak punya banyak waktu lagi! ini bukan tempat pementasan drama.


Arya yang mendengar ucapan Queen seperti itu langsung menepis perasaannya. Dengan tajam ia menatap Queen.


"Berikan tas itu sekarang juga! Dewi lebih dahulu melihat tas itu kenapa kau merebutnya! aku harap kau tidak membuat masalah lagi.


"Kau tutup mulut mu! ajari saja wanita mu itu dengan baik, Aku lebih dahulu melihat tas ini, Sedangkan untuk dia sendiri kenapa bisa jatuh itu merupakan ulahnya sendiri.


"Semua orang kembali mengalihkan pandangannya pada Dewi.


"Dia berbohong aku sendiri yang melihat tas itu lebih dahulu Arya, Jika dia meminta dengan cara baik-baik aku akan mengalah, Tetapi dia tiba-tiba saja mendorong ku seperti itu aku tidak terima!.


Melihat sikap Dewi seperti itu, Queen langsung menyuruh karyawan di tempat itu untuk melihat CCTV agar kejadian yang sebenarnya bisa segera selesai, Ia sungguh malas untuk berdebat hari ini.


Semua orang juga setuju akan hal itu, Namun terlihat raut wajah Dewi yang mulai khawatir, Dewi sangat lupa bahwa di toko mahal seperti ini pasti akan selalu ada CCTV betapa cerobohnya dia.


"I-tu untuk apa melihat CCTV dia sudah jelas- jelas mendorong ku!.

__ADS_1


"Kenapa apa kau takut? ucap Queen tersenyum menyeringai.


"T-idak aku tidak hanya saja, Aku ingin kau meminta maaf dengan ku maka masalah ini akan selesai! aku juga akan memaafkan mu.


"Meminta maaf? apa kau sudah gila!" ucap Queen menatap tajam dengan suara yang sedikit naik.


Semua orang yang mendengar ucapan dingin Queen merasa bulu kudu mereka menjadi merinding.


Arya yang mendengar ucapan Queen menyebut wanitanya gila menjadi sangat marah dan dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ke arah Queen.


"Jangan sebut wanita ku seperti itu kau mengerti! Kau lah wanita gila yang sebenarnya apa kau lupa gara-gara mendengar aku dan Dewi menikah kau mencoba bunuh diri untuk menarik perhatian ku! jangan pernah berharap aku akan melirik mu sedikit pun, Hari ini kau membuat masalah lagi dengan wanita ku, Aku tahu kau dendam dengannya tapi kau harus tahu aku hanya mencintai Dewi seorang dan kau jangan harap aku akan membalas rasa cinta mu. Jadi berhenti mengganggunya kau paham.


Semua orang kini menjadi mencibir Queen karena mendengar semua hal itu dari Arya.


Queen yang mendengar ucapan Arya entah kenapa hatinya menjadi sakit, Mungkin ini perasaan pemilik tubuh yang sebelumnya.


PLAK!


Satu tamparan yang lumayan keras mendarat di pipi Arya, Dengan sangat marah ia kemudian membalas ucapan Arya.


"Kau terlalu memandang rendah diriku Arya! kau memang serasi dengan gadis menjijikan seperti dia, Dengar ini baik-baik kaulah yang tidak pantas menjadi pendamping wanita seperti ku ini kau hanya serasi dengan wanita seperti Dewi yang licik dan juga bermuka dua.


Jangan pernah berkata aku ini mencintai mu! kau jangan mimpi! aku hanya akan memilih seorang pria yang pintar dalam segala hal bukan seperti dirimu yang bodoh. Bahkan saat ini aku tidak ingin untuk melihat wajah kalian berdua lagi, Jika suatu hari lagi kita bertemu jauhi aku! karena jika aku bertemu kalian hanya masalah yang aku dapat. Kau jaga wanita gila mu itu dengan baik! dan untuk tas ini adalah milik ku, Beritahu wanita mu itu untuk tidak terlalu bermimpi menjadi seperti ku semua yang aku miliki adalah milik ku jangan harap bisa merebutnya.


Semua orang memandang Queen dengan rasa takut dan sedikit takjub, Sedangkan Arya yang mendengar bahwa Queen tidak mencintainya hatinya tiba-tiba menjadi sakit entah kenapa.


Tiba-tiba kasir yang tadi melayani Queen langsung memperlihatkan rekaman CCTV yang sesungguhnya. Semua orang menyaksikan rekaman itu kini menjadi tahu. Di rekaman itu terlihat Queen yang seorang diri memilih tas dan kemudian bergegas segera membawanya ke kasir, Namun tiba-tiba saja ada seorang gadis muncul dari belakang Queen dengan cepat. Queen saat itu menggeser posisinya sedikit ke sebelah kanan sehingga wanita itu menjadi jatuh.


Queen langsung pergi dari tempat itu tanpa melihat tatapan orang-orang lagi.


Sedangkan Arya ia menjadi menyesal karena sudah menyalahkan Queen.


"Nak jaga istrinya baik-baik ya kasihan gadis tadi dia tidak bersalah tapi harus di fitnah seperti itu." ucap seorang ibu-ibu.


"Duh ternyata dia yang sebenarnya gila dan juga suka membuat masalah! tidak tahu malu.


"Amit-amit saya punya menantu bermuka dua seperti dia.


"percuma cantik tapi hatinya busuk.


Itulah berbagai cibiran yang dilontarkan oleh orang-orang pada Dewi, Hingga membuat dia malu.


Arya juga sangat malu dan kesal ternyata Dewi sudah membohonginya. Ia menatap Dewi yang sudah pergi jauh meninggalkannya.


Kemudian Kasir yang tadi menjaga di toko itu langsung memberi tahu Arya. Bahwa Dewi tidak akan di ijinkan untuk berbelanja di mall ini lagi. Dan perintah ini langsung diberikan langsung oleh pemilik mall ini. Tanpa mereka sadari sedari awal permasalahan itu terjadi mereka sudah di awasi oleh pemilik dari mall ini yang tidak sengaja sedang berkunjung, Mengetahui sikap Dewi yang berani membuat keributan di tempatnya dan mencoba memfitnah orang lain, Ia tidak akan mengijinkan pelanggan seperti Dewi memasuki mall itu lagi, Jika ketahuan ia akan segera di bawa ke kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2