Perubahan Sang Antagonis

Perubahan Sang Antagonis
BAB 4


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 18:00 Queen segera bangun dari tidurnya dan bergegas untuk mandi.


Selesai mandi ia langsung mengganti pakaiannya dengan menggunakan celana di atas lutut serta baju kaos hitam yang lumayan besar, Rambutnya ia ikat menjadi satu kuncir kuda.


Mengambil sedikit bedak untuk wajahnya dan terakhir pelembab untuk bibirnya.


"Sempurna." ucapnya menatap kagum diri sendiri di depan cermin.


Seingat Queen pemilik tubuh yang asli sebelumnya sangat suka berdandan ia merawat badannya dengan sangat rutin setiap hari. Untuk merias wajah sendiri pemilik tubuh yang asli dulu sangatlah pintar.


Namun berbeda dengan yang sekarang. Queen merupakan wanita yang simple untuk merias wajahnya seperti itu ia hanya akan menggunakan make up disaat acara-acara tertentu saja atau sedang berjalan-jalan saja.


Setelah selesai Queen langsung pergi dari kamarnya bergegas untuk mencari keberadaan orang tuanya.


Saat menuruni tangga Queen mencium aroma masakan yang sangat enak.


"Bau masakan ini sangat enak siapa yang memasaknya?"


Queen pun langsung pergi menuju ke arah dapur, Mengikuti aroma masakan yang sangat wangi dan pastinya dijamin enak.


Dan saat ia sudah sampai, Di dapur itu ia melihat mamanya tengah memasak bersama para pelayan.


Semua orang yang melihat kedatangan Queen langsung menyapa sambil sedikit membungkuk.


Sedangkan Nyonya Mega yang melihat kedatangan anaknya langsung tersenyum manis.


"Sayang kamu sudah bangun?


Queen yang mendengar itu hanya mengangguk, Dan kemudian bertanya.


"Mama masak apa?


Mega yang mendengar anaknya bertanya seperti itu langsung merasa menjadi bersemangat.


"Sayang mama lagi masak Ayam kecap dan udang crispy kesukaan kamu.


Queen yang mendengar ucapan mamanya menjadi sangat senang, Ternyata makanan kesukaannya persis seperti pemilik asli tubuh ini.


"Mama cepat masaknya ya Queen udah lapar." tiba-tiba saja ia langsung merengek manis seperti anak kecil sambil memperlihatkan puppy eyes nya.


Mega yang melihat itu merasa sangat gemas dan juga senang, Ternyata putrinya yang berubah dingin ini masih bisa sama seperti dulu ketika melihat makanan favoritnya ia akan merengek seperti anak kecil agar cepat-cepat dimasakkan.


"Ya sudah mama akan cepat memasaknya, Tapi sebelum itu kamu panggil papa dulu ya nak suruh untuk turun kita makan malam sama-sama.


"Dengan penuh semangat Queen langsung berlari mencari papanya.


Para pelayan yang melihat tingkah nona mudanya yang bisa berubah secara tiba-tiba menjadi sangat takjub. Mereka merasa sangat senang saat ini ketika melihat nona muda mereka bahagia. Bukan dengan wajah datar dan menyeramkannya seperti tadi pagi.

__ADS_1


"Bi Inah tolong bawa ini ke meja makan ya, Yang lainnya juga tolong bantu." ucap nyonya Mega kepada 3 pelayannya.


"Baik nyonya.


_________


Saat sampai di meja makan terlihatlah tuan Baron dan Queen tengah duduk dengan tenang.


"Wah mama masak banyak ya hari ini?" ucap tuan Baron sambil menatap berbagai jenis masakan.


Duduk perlahan di sebelah kanan putrinya, Mega menjawab dengan penuh rasa semangat.


"Tentu harus banyak dong pa, Putri kita kan baru saja kembali pulang jadi kita akan sedikit merayakannya hari ini dengan makan banyak.


"Mama benar sekali kita memang harus merayakannya." kemudian ia langsung menatap pada Queen.


"Sayang hari ini kamu boleh makan sepuas yang kamu inginkan, kalau masih ada yang kurang bilang sama papa ya." ucapnya dengan lembut.


"Makasih papa dan mama Queen sayang kalian.


Cup!


Cup!


Dua ciuman itu mendarat tepat di pipi pasangan suami istri itu.


"Papa dan mama juga sayang kamu nak. Kemudian Queen langsung mendapatkan ciuman balik dari kedua orang tuanya tepat di sebelah kanan dan kirinya karena Queen saat ini tepat duduk di tengah-tengah mereka.


Queen yang mendapat perhatian seperti itu menjadi sangat bahagia. Ia baru menyadari betapa beruntungnya ia bisa hidup kembali dan berkesempatan untuk bisa merasakan kasih sayang orang tua yang belum sempat ia rasakan di kehidupan pertamanya. Kini ia merasa sangat berterima kasih kepada Quuen yang asli dan berjanji segenap jiwanya untuk menjaga dan menyayangi kedua orang tuanya.


____________


Satu minggu sudah Queen berdiam diri di rumahnya tanpa ada kegiatan apa-apa.


Sikap Queen kepada kedua orang tuanya sangatlah manja terutama dengan mamanya.


Selama seminggu ini Queen selalu meminta di temani tidur dan diceritakan sesuatu sebelum tidur.


Mega yang melihat sikap anaknya seperti anak kecil menjadi sedikit bingung, Tapi ia tetap menurutinya karena ia juga merasa senang bisa melihat anaknya tersenyum lagi.


Namun Mega juga menyadari sikap Queen yang periang hanya akan muncul kepada mereka berdua saja. Sedangkan untuk orang lain dia akan kembali kepada sikap dinginnya.


Mega dan Baron tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Menurut mereka berdua selama Queen merasa bahagia mereka akan melakukan yang terbaik untuk anaknya.


----


Queen yang merasa bosan akhirnya langsung mencari Papanya di ruangan kerjanya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Masuk!


Queen yang mendengar suara papanya langsung masuk ke dalam ruangan itu.


"Sayang tumben kamu masuk keruang kerja papa ada apa?


Queen langsung duduk di sofa dan menatap ke papanya.


"Pa Queen ingin kuliah boleh ya?"


"Kuliah? memangnya kamu ingin mengambil jurusan apa sayang.


"Manajemen bisnis! ucapnya dengan tegas.


Tuan Baron yang mendengar ucapan anaknya menatap dengan penuh tanda tanya. Bukankah dulu Queen sempat meminta jika sudah lulus ingin melanjutkan kuliahnya di fakulitas Seni dan bahasa, Karena ia tahu betul anaknya ini sangat suka menari dan bernyanyi. Untuk mengenai bisnis itu sendiri bahkan tuan Baron selalu mendapatkan penolakan dari putrinya ia berkata tidak tertarik dengan semua itu.


"Bukankah kamu tidak suk-


Belum sempat tuan Baron selesai berbicara ucapannya langsung di potong oleh Queen. Karena ia tahu betul apa yang sedang dipikirkan oleh papanya.


"Papa aku tidak mau berdebat, Itu semua dulu dan berbeda untuk sekarang. Bukannya aku adalah anak tunggal di keluarga ini? jika bukan aku yang meneruskan perusahan papa nanti lalu siapa lagi.


"I-ni apakah kamu sungguh-sungguh nak?" ucap tuan Baron yang masih sedikit tidak percaya dan terkejut.


"Queen sungguh-sunggu, Jadi papa tolong daftarkan Queen segera ya pa." kemudian ia langsung menunjukan puppy eyes nya itu.


"Hahahaha untuk putri papa satu-satunya apapun akan papa lakukan, Kamu sekarang tinggal bersiap-siap saja. Papa akan segera mendaftarkan kamu di fakultas terbaik di kota ini dan setelah kamu diterima papa akan mengabari mu lagi.


Queen yang mendengar itu semua menjadi sangat senang dan setelah itu langsung mengecup pipi papanya seperti biasa.


Cup!


"Makasih papa, kalau begitu Queen kekamar dulu lagi.


"Ya sudah kamu istirahat dulu. Jika ada apa-apa lagi cari papa saja.


"Hehehe papa memang paling the best!" setelah itu ia langsung keluar dari ruangan itu.


Tuan Baron yang melihat kepergian putrinya hanya bisa tersenyum karena merasa bahagia.


"Semoga kamu selalu tetap bahagia dan ceria seperti itu nak.

__ADS_1


__ADS_2