Perubahan Sang Antagonis

Perubahan Sang Antagonis
BAB 7


__ADS_3

Saat ini Queen sudah sampai di rumahnya sebelum itu ia menyempatkan untuk melihat ke garasi di rumahnya, Ia menatap puas kedua mobil barunya itu sudah ada di rumahnya.


"Nak kamu baru pulang?


"Eh ayah, Queen cuma lihat mobil yang baru Queen beli tadi, Ayah kok tumben pulang cepat?"


"Ayah pulang lebih dulu karena udah capek nanti pekerjaan ayah lanjut dirumah ayah selesaikan." ucap tuan Baron menetap lembut anaknya.


"Kasihan ayah pasti sangat lelah mengurus perusahaan saat ini, Seingat ku ayah selalu suka begadang untuk mengerjakan tugasnya yang selalu menumpuk, Lebih baik aku membantu saja.


"Ayah apa Queen boleh membantu mengerjakan tugas ayah? Queen saat ini enggak sibuk kok.


Tuan Baron yang mendengar ucapan anaknya mengerutkan alisnya, Setahunya Queen tidak pernah mau untuk belajar tentang bisnis apalagi untuk mengurus dan membantu di perusahaannya.


"Apa kamu serius nak? Ayah tidak mau memaksakan mu, Ayah masih bisa mengerjakannya sendiri." tuan Baron cukup takut jika anaknya ini lelah dalam hal bekerja karena ia baru saja sembuh itulah pikirnya.


"Ayah tenang saja Queen serius nanti Queen akan cari ayah di ruang kerja.


Tuan Baron yang mendengar ucapan Queen hanya bisa mengangguk pasrah, Ia tidak mau membuat putrinya ini kecewa.


"Baiklah nanti ayah akan mengajarkan mu dulu, Namun jika kamu sudah merasa lelah jangan di paksakan ya sayang."ucapnya tersenyum lembut.


"Siap komandan." ucapnya dengan semangat sambil tangannya menghormat.


"Hahahaha anak ayah ini bisa saja, Oh ya ayah sampai lupa apa kedua mobil ini benar kamu yang membelinya nak?" tanya ayahnya memastikan.


"I-tu heehehe Queen yang membelinya ayah, Queen hanya suka mengoleksi mobil seperti ini saja, Sekalian besok akan Queen gunakan untuk kuliah.


"Ayah baru tahu ternyata anak ayah ini suka dengan mobil seperti ini, Dari dulu ayah selalu berniat untuk membelikannya padamu tapi kamu selalu menolak agar di antar oleh Ary...


Dengan cepat Queen langsung berkata.


"Ayah tolong jangan sebut dia lagi." ucap Queen yang segera memotong ucapan dari ayahnya, karena ia sangat tahu siapa yang akan ayahnya sebut.


Tuan Baron yang mendengar ucapan Queen menjadi merasa sangat bersalah, Bisa-bisanya ia lupa dengan kejadian yang sudah menimpa anaknya karena ulah lelaki itu. Dengan sedih dan merasa bersalah ia meminta maaf dengan anaknya.


"Maafkan ayah Queen, Ayah tidak bermaksud untuk mengatakan itu.


"Tidak apa-apa ayah Queen mengerti sekarang lebih baik kita bergegas segera masuk ke dalam ibu pasti sedang memasak sekarang, Queen akan membantu ibu dulu.

__ADS_1


Dengan setuju tuan Baron langsung masuk ke dalam rumahnya bersama putrinya.


-----------


Disisi lain saat ini terlihat seorang pria yang sangat tampan dan gagah sedang memandang sebuah photo ditangannya. Untuk pertama kalinya ia merasa begitu bodoh dengan keadaan ini, Sungguh aneh rasanya ketika ia berusaha untuk mencari tahu identitas seorang wanita. Namun setelah mendapatkan identitas wanita cantik itu senyum di wajahnya tidak pernah terlihat luntur, Sampai membuat orang yang ada di sampingnya dibuat melongo karena terkejut.


"Ya tuhan apakah Bos saat ini sudah menjadi gila? tolong jangan tambah hukuman hamba lagi." ucapnya membatin penuh dengan rasa takut.


"B-os apakah anda baik-baik saja?" ucapnya sedikit terbata-bata.


Menyadari sekretaris nya ini ternyata masih ada di ruangannya, Seketika saja senyum di wajahnya itu langsung menghilang.


"Keluar!"ucapnya dengan menatap tajam.


"Alamak apakah mulut ku ini sudah salah berbicara? bisa gawat ini.


Dengan cepat ia langsung menjawab ucapan bosnya itu.


"Baik bos.


Sekretaris itu langsung lari kocar-kacir, Membuat sang atasan menatapnya dengan puas.


"Dasar pengganggu!


--------


Sedangkan di sisi lain saat ini di sebuah rumah yang sangat megah bak istana itu ada seorang pasangan paruh baya sedang menikmati waktu bersantai mereka tiba-tiba menerima sebuah panggilan.


Dreettt ......dreeeettt......dreet.


"Halo ada apa nak?" ucap wanita paruh baya itu dengan lembut.


"Ma aku sudah menemukannya.


Seketika saja mata wanita itu langsung berbinar sangat bahagia. kemudian ia menatap ke arah suaminya dan langsung menspeaker ucapan anaknya.


"Pa anak kita sudah menemukan seorang wanita." ucapnya dengan sangat bahagia.


"Benarkah ma? coba papa mau tanya dia dulu.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang nyonya Cantika langsung menyerahkan telphon pada suaminya.


"Nak apakah kamu benar-benar sudah menemukan seorang calon pendamping?


"Benar." ucapnya dengan dingin.


"Hai Mike! bicaralah yang benar dengan papamu ini dasar anak kurang ajar." ucap tuan Bram dengan sedikit jengkel melihat tingkah anaknya yang sangat dingin dan datar itu.


Mike sama sekali tidak membalas ucapan ayahnya.


"Aist! anak ini benar-benar! sekarang cepat katakan siapa dia apakah dia kekasih mu? namanya siapa dan dari keluarga mana?"


"Dia bukan kekasih ku! aku tidak mengenalnya, Dia putri satu-satunya dari keluarga Alexandros.


Kedua orang tuanya menjadi sangat bingung dengan ucapan anaknya? dia berkata tidak mengenalnya? lalu apa-apan ini dia mengaku sudah menemukan seorang calon.


"Nak tolong berkatalah dengan benar? dia bukan kekasih mu dan sama sekali tidak mengenalnya? lalu bagaimana bisa kau membuat dia menjadi calon menantu ku!" ucap nyonya Cantika dengan kesal.


"Ma aku tidak tahu bagaimana cara mendekati seorang gadis! lamar kan saja dia langsung untuk ku aku hanya merasa gadis itu cocok untuk mendampingi ku, Dia gadis yang mandiri dan terlihat tegas. Aku tidak akan sulit untuk merawatnya karena dia berbeda dengan gadis-gadis manja di luar sana.


"Nyonya Cantika dan tuan Bram yang mendengar ucapan dari anaknya menjadi mengerti dengan situasi saat ini, Ternyata wanita itu hanya sekedar di pilih saja bukan kekasih yang di cintai oleh anaknya. Dia sangat kesal memiliki putra seperti ini! anaknya itu adalah pria yang sangat sempurna tampan dan tentunya kaya. Tapi kenapa tentang masalah wanita anaknya ini 0 besar! Ketika ditanya sudah memiliki kekasih atau kapan menikah selalu jawabannya tetap sama belum ada! Dia menjadi seorang ibu menjadi sangat pusing. umur anaknya ini sudah 29 tahun ia ingin cepat-cepat dapat cucu. Tapi bagaimana bisa ia berharap anaknya ini tidak pernah dekat dengan seorang gadis satupun. Dan hingga hari ini tiba- tiba saja anaknya meminta untuk melamarkan seorang gadis yang bahkan tidak di kenalnya? anaknya ini sudah gila pikir mereka!.


Tapi mereka akan berusaha untuk membantu anaknya karena ini adalah harapan mereka satu-satunya bisa memiliki seorang cucu. cinta bisa datang kapan saja lagian anak mereka sangat sempurna siapa pun wanita yang melihatnya pasti tidak akan bisa menolaknya seorang pengusaha muda dan tersukses se Asia.


"Baiklah papa dan mama akan menemui ayah dari gadis itu besok di kantornya dulu, Kebetulan ayahnya rekan bisnis papa."ucapnya dengan menghela nafas berat.


"Hem terimakasih.


Setelah itu telpon langsung di tutupnya.


"Anak ini benar-benar." ucap tuan Bram dengan pelan.


Sedangkan nyonya Cantika yang melihat itu hanya tersenyum saja.


"Hahahaha makanya papa sih dulu punya sifat dingin seperti itu, Sekarang nularkan sama anak sendiri." ucapnya dengan menyindir.


"Ma itu kan dulu saat papa belum kenal mama, Sekarang papa sudah beda." ucapnya membela diri.


"Ya ya ya mama tahu makanya papa harus cepat carikan anak kita jodoh mumpung ada yang bisa membuat dia tertarik siapa tahu memang jodohnya dan bisa merubah sifat anak kita yang dingin itu.

__ADS_1


Tuan Bram hanya bisa mengangguk setuju dengan ucapan istirnya.


"Sepertinya memang tidak ada cara lain. Semoga gadis ini tepat untuk menjadi menantuku kelak.


__ADS_2